Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Artefak Peninggalan Zaman Megalitikum

3 min read

Artefak Peninggalan Zaman Megalitikum

Zaman masa prasejarah merupakan sebuah zaman yang berlangsung jutaan tahun sebelum kehidupan manusia di zaman serkarang ini. Pada masa itu manusia masih merupakan manusia purba yang peradabannya jauh di belakang manusia modern. Namun terdapat beberapa zaman yang dianggap sebagai permulaan zaman modern sekarang ini. Salah satunya adalah zaman megalitimum yang biasa juga disebut dengan zaman batu. Pada zaman ini bisa disebut dengan zaman modern dari artefak peninggalan zaman Megalitikum yang banyak ditemukan di seluruh sudut muka bumi.

Zaman ini memang disebut juga dengan zaman batu besar. Karena hal ini merujuk pada makna kata Megalitikum secara umum. Yang mana kata Mega adalah besar sedangkan lithikum berasal dari kata lithos yang artinya adalah batu. Pada masa ini manusia purba sudah mulai hidup dengan cara berburu dan mereka membuat beberapa peralatan untuk keperluan hidup yang dibuatnya dari batu. Misalnya kapak, pisau, tempat makan hingga tempat untuk mengolah bahan makanan sudah menggunakan batu besar yang mereka buat sedemikian rupa.

Hal ini lah yang membuat zaman Metalithikum dianggap sebagai salah satu zaman yang modern jika dibandingkan dengan zaman lainnya seperti Neolithikum yang merupakan masa sebelum zaman Megalithikum. Karena pada zaman batu ini manusia purba sudah bisa menciptakan sesuatu dan mengolah bahan makanan mereka menjadi bahan makanan jadi.

Fosil yang ditemukan pada zaman Megalithikum ini memiliki ciri ciri yang sangat khusus. Sehingga mampu mengungkap mengenai kehidupan di zaman itu. Salah satunya adalah mengenai pembagian kerja yang dilakukan oleh manusia purba di zaman Megalithikum ini.

Kepala suku yang menjadi pemimpin mereka akan memberikan tugas tugas pada setiap anggota. Pada zaman ini mereka juga sudah menggunakan logam sebagai peralatan sehari-hari yang mereka gunakan.

Mereka juga sudah mengenal istilah cocok tanama dan memiliki norma kehidupan yang harus dipatuhi oleh setiap anggotanya. Norma ini disebut dengan primus interprecis atau sistem hukum rimba. Di mana sistem ini akan memilih pemimpin berdasarkan pada anggota yang paling kuat.

Keberadaan zaman Megalithikum ini diperkuat dengan adanya bukti bukti yang berasal dari artefak yang ditemukan. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh arttefak yang merupakan peninggalan dari zaman Megalithikum.

Contoh Artefak Peninggalan Zaman Megalitikum

1.) Dolmen

Yang pertama merupakan bangunan yang dibuat dari batu besar dan berbentuk pipih serta horizontal. Bangunan ini disebut dengan dolmen. Di sini juga terdapat tempat yang digunakan untuk meletakkan sesaji. Dan juga digunakan sebagai tempat pemujaan bagi nenek moyang mereka.

Terkadang dolmen juga digunakan sebagai penutup sarkofagus dan keberadaannya sangat keramat karena biasnya diletakkan pada lokasi yang dianggap keramat maupun sakral. Karena pada tempat ini biasa dilakukan sebagai tempat pemujaan.

Tak hanya itu saja, keberadaan dolmen juga biasanya digunakan untuk menjadi meletakkan mayat. Hal ini mereka lakukan agar mayat tersebut tidak dimakan oleh binatang buas.

Dolmen ini banyak ditemukan di wilayah Besuki dan dikenal dengan Pandhusa.

2.) Kubur Batu

Pada zaman itu mereka juga sudah memiliki kuburan yang terbuat dari batu. Tempat ini digunakan untuk menyimpan jenazah dan biasanya diperuntukan bagi para tetua yang disebut dengan stonecist. Atau kuburan batu.

Kuburan batu ini memiliki bentuk yang mirip dengan kuburan yang ada di zaman sekarang. Peninggalan ini banyak ditemukan di daerah Jawa Timur dan juga Jawa Barat. Namun juga ada yang ditemukan di Bali dan Sumatera.

Kuburan batu ini biasanya menghadap ke arah timur dan kepalanya berada di arah barat.

3.) Sarkofagus

Sarkofagus adalah peninggalan dari zaman Megalitikum yang cukup populer dan banyak ditemukan. Peninggalan ini berupa sebuah peti jenazah. Memang fungsinya seperti alat kubur batu akan tetapi bentuknya sedikit berbeda. Karena sarkofagus biasanya berbentuk sebuah patung. Meskipun ada juga yang berbentuk palung atau lesung yang dibuat dari batu utuh dengan sebuah penutup.

Pada dindingnya kamu akan menemukan ukiran bergambar manusia atau binatang. Biasanya gambar ini dianggap mempunyai sebuah kekuatan magis. Bondowoso dan Bali adalah lokasi yang paling banyak ditemukan sarkofagus.

4.) Punden Berundak

Berbentuk sebuah bangunan yang bertingkat dan disusun dengan tujuan sebagai tempat pemujaan pada arwah nenek moyang. Disinyalir punden berundak ini adalah konsep dasar dari keberadaan candi yang ada di Indonesia. Terutama candi yang bernuansa Hindu – Budha.

5.) Menhir

Memiliki bentuk yang sama seperti tugu. Biasanya menhir ini diletakkan di suatu lokasi yang sakral untuk memberikan peringatan khusus bagi mereka yang sudah meninggal. Sehingga bisa dibilang batu ini menjadi media penghormatan serta menjadi lambang bagi mereka yang sudah meninggal.

Menhir memang memiliki kemiripan dengan dolmen dan juga cromlech yang ada pada masa Neolotikum. Yang biasanya banyak ditemukan di Inggris, Perancis, Irlandia, Italia serta Spanyol.

Banyak yang percaya jika Menhir memiliki fungsi yang religius dan digunakan sebagai simbolis yang digunakan untuk menyembah nenek moyang mereka di masa lalu.

6.) Arca Batu

Di Indonesia ada banyak sekali wilayah yang menjadi tempat ditemukannya arca batu. Salah satunya ada di Sumatera Selatan dan juga di Sulawesi Tenggara. Arca ini berbentuk seperti binatang namun juga ada yang berbentuk manusia dengan ciri ciri negrito.

7.) Waruga

Waruga ini sendiri memiliki fungsi seperti kubur batu yakni digunakan untuk menyimpan mayat. Perbedaan yang dimiliki oleh waruga dan kubur batu terletak pada penutupnya. Karena jika kubur batu memiliki penutup di atasnya. Maka waruga sendiri tidak memiliki penutup. Waruga banyak ditemukan di Bali.

Waruga ini memiliki dua bagian yakni bagian bawah yang berbentuk kotak dengan ruang di tengahnya yang digunakan sebagai tempat menyimpan mayat. Lalu bagian kedua ada di atas yang berbentuk segitiga menyatu dengan bagian bawah.

Banyak ilmuwan mempercayai jika waruga sebagai kuburan yang berasal dari leluhur orang Minahasa.

8.) Batu Lumpang

Batu lumpang memiliki struktur unik. Dengan adanya cekungan yang ada di tengahnya dan terbuat dari batu besar. Batu ini juga disebut dengan batu berlubang karena keberadaan lubang yang ada di tengah batu.

Fungsi batu ini adalah sebagai salah satu alat yang digunakan pada saat upacara persembahan pada leluhur. Mereka akan meletakkan makanan yang akan diberikan pada leluhur di lengkungan yang yang ada di tengahnya.

Batu ini banyak ditemukan di Garut, Jawa Barat dan Lamongan, Jawa Tengah.

9.) Batu Dakon

Terbuat dari batu dengan beberapa cekungan di permukaannya. Batu ini juga disebut dengan congklak dan banyak ditemukan di Bogor serta di Purbalingga.

10.) Batu Kenong

Zaman Megalitikum ini juga memiliki peninggalan berupa batu kenong yang memiliki bentuk silinder atau bulat. Serta memiliki tonjolan yang ada pada permukaan atasnya. Peninggalan ini memiliki bentuk yang cukup mirip dengan gamelan kenong. Batu kenong ini banyak ditemukan di Jember dan Bondowoso, Jawa Timur.

 

Ternyata di Indonesia juga banyak ditemukan artefak peninggalan dari zaman Megalitikum ya. Yang mana pada zaman ini dianggap sebagai zaman manusia purba yang sudah modern dan maju. Bisa dilihat dari beberapa Artefak peninggalan zaman megalitikum yang ada di atas. Peninggalan peninggalan tersebut bahkan menjadi salah satu inspirasi bagi beberapa benda yang ada pada zaman ini.

 

Artikel Lainnya :

Limit Trigonometri – Penjelasan, Soal Soal Limit Trigonometri

Rumus Menghitung IMT – Anak, Normal, Dewasa, dan Contoh Penghitungan Masing-Masing

Rumus Luas Permukaan Tabung

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Artefak Peninggalan Zaman Megalitikum Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca