Ilham Zulfikar Bangkit, mulailah melangkah untuk mencapai cita-citamu yang indah dan jangan lupa senangkanlah dirimu !

Asam Asetat

2 min read

Asam Asetat atau disebut juga dengan nama lain Cuka yang adalah sebuah senyawa kimia atau asam organik yang juga dikenal untuk memberikan rasa asam serta juga aroma di dalam makanan. Standar Rumus Empiris Asam Cuka ialah C2H4O2. Dan dimuat dalam bentuk Rumus CH3COOH. Asam asetat ini sendiri juga adalah pereaksi kimia serta bahan baku untuk industri yang sangat penting karena di pada industri makanan sendiri asam asetat ini juga digunakan untuk mengatur keasaman.

Pengertian Asam Asetat

Asam asetat atau yang biasa disebut juga dengan nama asam etanoat merupakan senyawa kimia asam organik yang berguna sebagai pemberi rasa asam dan juga aroma yang ada pada makanan. Jika Asam Asetat berbentuk pekat maka dapat disebut juga dengan sebutan AAG atau Asam Asetat Glacial ,AAG merupakan cairan Higroskopis tanpa warna sama sekali dan berstandar titik beku diangka 16,7 °C.

Sementara cuka memiliki kandungan 3-9% volume asam asetat dan menjadikan asam asetat sebagai komponen utama cuka selain air dan mempunyai rasa asam yang memiliki bau menyengat, tak hanya diproduksi untuk menjadi cuka dan dikonsumsi secara rumah tangga, asam asetat juga diproduksi sebagai prekusor.

Asam asetat juga adalah salah satu asam karboksilat yang sangat sederhana dan menjadi nomor dua setelah asam format, larutan yang terdapat pada asam asetat ini sendiri dapat ditemukan di dalam air dan merupakan asam lemah. Dan hanya dissociated setengah dari asam lemahkemudian menyerupai ion H+ dan juga CH3COO-.  Asam asetat juga adalah pereaksi kimia yang merupakan bahan baku industri yang sangat begitu penting karena biasa digunakan sebagai bahan polimer seperti polivinil asetat, selulosa asetat hingga polietilena tereftalat.

Asam asetat mempunyai kode aditif makanan E260 untuk makanan dan digunakan untuk mengatur keasaman, asam asetat encer sendiri sering digunakan sebagai pelunak air.

Rumus Asam Asetat

Asam asetat atau yang biasa disebut juga dengan asam cuka mempunyai rumus C2H4O2 yang biasa juga ditulis dengan bentuk CH3-COOH, CH3COOH atau bisa juga CH3CO2H.

Sifat – Sifat Kimia Asam Asetat

Asam asetat memiliki sifat sifat yang membedakannya dengan senyawa lain dan berikut ini adalah sifat sifat yang dimiliki oleh asam asetat.

Keasaman

Didalam gugus karboksil atau -COOH terdapat juga atom hidrogen ( H ) .Jika ingin diberikan contoh sebagai berikut : asam asetat mampu membebaskan setengah ion H+ maupun Proton sampai bisa melepaskan sifat asam.

Selain itu asam asetat merupakan asam lemah monoprotik dengan menggunakan nilai pKa + 4.8, basa konjugasinya merupakan asam asetat (CH3COO−). Sebuah larutan 1.0 M asam asetat sendiri hampir sama nilainya dengan konsentrasi yang terdapat pada cuka rumah dan mempunyai pH sekitar 2.4 M.

Struktur mirip seperti dengan kristal yang terdapat pada asam asetat menunjukkan jika molekul molekul yang terdapat pada asam asetat yang memiliki pasangan untuk digunakan sebagai pembentuk dimer yang nantinya akan dihubungkan oleh ikatan hidrogen, selain itu dimer pun bisa dideteksi di uap yang memiliki suhu sekitar 120 derajat celcius. Dimer kadang juga didapat dari dalam cairan asam asetat murni atau terdapat didalam larutan cair yang tidak terkait beserta terikat dengan hidrogen.

Dimer akan dapat rusak dengan adanya dari pelarut yang memiliki keterikatan hidrogen seperti air, entalpi yang disosiasi dimer itu sendiri disinyalir sekitar 65.0–66.0 kJ/mol, kemudian entropi yang disosiasi kira – kira memiliki nilai 154–157 J mol–1 K–1. Selain itu sifat dimerisasi pada asam asetat ini juga bisa ditemukan pada asam karbosilat sederhana yang lainnya.

Sebagai Pelarut

Asam asetat cair merupakan pelarut protik hidrofilik atau polar yang mirip dengan air serta etanol, asam asetat mempunyai konstanta dielektrik yang sedang yakni sekitar 6.2, sehingga dianggap dapat melarutkan senyawa polar seperti garam anorganik serta gula atau pun senyawa non – polar seperti minyak serta unsur – unsur yang sama seperti sulfur dan juga iodin.

Asam asetat sendiri dapat dengan mudah bercampur bersama dengan pelarut polar mau pun non – polar yang lainnya contohnya seperti air, klorofom serta heksana. Sifat melarut yang gampang tercampur yang dipunyai asam asetat ini dan menyebabkan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas jika asam asetat memiliki kelebihan dan banyak manfaat yang bisa digunakan dalam berbagai macam kebutuhan. Namun meski begitu pada kenyataannya asam asetat juga memiliki bahaya yang harus diwaspadai pada saat menggunakan senyawa ini.

Berikut ini kami akan memberikan pembahasan mengenai bahaya asam asetat yang wajib untuk anda ketahui.

Bahaya Asam Asetat

Asam asetat memiliki banyak bahaya jika tidak berhati – hati dalam menggunakannya. Senyawa ini terbukti sangat berbahaya jika sampai tertelan dan hindari sentuhan langsung dengan asam asetat karena senyawa ini akan memberikan efek langsung ketkka bersentuhan pada kulit atau pun mata.

Jika terkena kulit dan mata secara langsung asam asetat akan menyebabkan iritasi pada kulit dan mata serta menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa sakit yang menyiksa. Sedangkan jika asam asetat terlelan maka akan menyebabkan ketidaknyaman dan gangguan  pada pencernaan. Maka dari itu hati – hatilah dalam menggunakan asam asetat jangan sampai mengenai kulit secara langsung apalagi jika sampai tertelan.

Sedangkan jika asam asetat sampai terhirup maka dapat menyebabkan iritasi pada pernapasan sehingga dapat membuat pernapasan menjadi terganggu.

Nah, meski dapat dimanfaatkan asam asetat tentunya mempunyai bahaya juga yang wajib diperhatikan sehingga butuh kebijaksanaan untuk menggunakan senyawa ini ya. Demikian pembahasan kali ini mengenai asam asetat semoga bermanfaat bagi anda semua ya, selamat belajar.

Ilham Zulfikar Bangkit, mulailah melangkah untuk mencapai cita-citamu yang indah dan jangan lupa senangkanlah dirimu !
Asam Asetat Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Rumus Energi Mekanik

Ilham Zulfikar
2 min read

Energi Potensial

Ilham Zulfikar
2 min read