Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Candi Muara Takus

3 min read

Candi Muara Takus

Nama Candi Muara Takus mungkin tidak setenar candi lain yang ada di Indonesia. Misalnya saja Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Karena caandi letaknya tidak di Pulau Jawa. Tepatnya berada di Provinsi Riau dan terletak di Desa Muara Takus. Desa ini sendiri berada di Kecamatan XIII Koto, di Kabupaten Kampar. Yang jaraknya sendiri sekitar 135 kilometer dari Pekan Baru.

Jika dilihat dari bentuknya, Candi Muara Takus ini merupakan candi peninggalan agama Budha dengan tembok berukuran 74 x 74 yang mengelilingi situs candi ini. di luar situs ini juga masih terdapat tembok dengan tinggi sekitar 80 cm dan dibangun dengan menggunakan batu putih. Kemudian masih ditambah dengan tembok di bagian luarnya yang dibuat dari tanah dengan ukuran 1,5 x 1,5 km dengan ukuran memanjang hingga menuju ke Sungai Kampar bagian kanan.

Beberapa ahli sejarah mengatakan jika Candi Muara Takus ini dibangun pada abad ke 4 meski tidak sedikit juga yang mengatakan jika candi ini dibuat pada abad ke 7, abad 9 hingga ada pernyataan yang mengatakan Candi Muara Takus ini dibangun pada abad ke 11.

Perbedaan pendapat ini terjadi karena kurangnya informasi mengenai candi ini. Namun candi yang sudah diakui oleh UNESCO. Dan diakui sebagai salah satu situs warisan di dunia sejak tahun 2009 silam ini. Dipercaya sebagai peninggalan kerajaan Sriwijaya. Sehingga Candi Muara Takus menjadi salah satu bukti kebesaran dan kekuasaan Candi Muara Takus.

Arsitektur Candi Muara Takus yang Unik

Candi ini memiliki bentuk yang umumnya cukup aneh dan berbeda dengan candi yang ditemukan di Pulau Jawa. Hal ini bisa ditemukan pada batu bata dan batu sungai yang digunakan untuk membangun candi ini. Sedangkan candi di Pulau Jawa kebanyakan menggunakan batu andesit.

Sebuah penelitian menunjukkan batu kali yang digunakan untuk membangun candi ini berasal dari Sungai Kampar yang ada di dekat situs candi ini. Sedangkan batu bata berasal dari Desa Ponkai. Desa ini terletak sekitar 6 km dari lokasi candi.

Sejarah Candi Muara Takus

Candi Muara Takus merupakan situs candi yang diperkirakan dibangun saat berkembangnya agama Hindu di Indonesia, dan merupakan bangunan suci bagi umat agama Hindu. Masih banyak sekali perdebatan mengenai kapan tepatnya Candi Muara Takus ini dibangun, karena bukti bukti mengenai pembangunan candi ini masih sangat kurang. Namun diperkirakan jika Candi Muara Takus ini dibangun sekitar abad ke 4 hingga abad ke 11.

Candi Muara Takus ini memiiki bentuk stupa yang menjadi lambang dari Budha Gautama sehingga hal ini membuat Candi Muara Takus menjadi candi bernuansa Budha tertua di Pulau Sumatera. Namun beberapa candi yang ada di situs Candi Muara Takus ini memiliki bentuk perpaduan Budha dan Syiwa serta arsitekturnya hampir mirip dengan candi yang ditemukan di Myanmar.

Penamaan Candi Muara Takus

Nama Muara Takus sendiri mungkin akan dianggap diambil dari nama desa atau daerah candi ini ditemukan. Sebab di sekitar candi ini terdapat sungai kecil yang bernama takus yang bermuara di Sungai Kampar. Itulah sebabnya Candi ini dinamai Candi Muara Takus.

Tapi ada pendapat yang mengatakan jika nama Candi Muara Takus ini berasal dari kata Takuse dalam Bahasa China. Kata Ta berarti besar, kata ku berarti tua sedangkan kata se berari kui. Dan kata muara mengacu pada sungai yang ada di dekat candi ini.

Komplek Candi Muara Takus

Di dalam situs Candi Muara Takus ini ditemukan beberapa candi di dalamnya. Dan berikut ini adalah beberapa candi yang ada di dalam kompleks situs Candi Muara Takus. Beberapa Candi masih terlihat utut namun beberapa mengalami kerusakan parah.

1.) Candi Mahligai

Candi ini merupakan candi yang bangunannya paling utuh dan berada di kompleksCandi Muara Takus. Dengan bentuk stupa mahligai yang dibagi ke dalam 3 bagian. Yakni atap, badan dan kaki.

Bentuk dasar dari candi ini adalah persegi panjang. Dan ebar 10.44 meter lalu panjangnya sekitar 10.6 meter. Sedangkan tinggi keseluruhannya sendiri adalah 14 meter. Terdapat 28 sisi di sekitar candi ini sedangkan candi utamanya menghadap ke arah selatan.

Pada candi ini ditemukan ukiran dengan gambar bunga lokus pada bagian alasnya. Lalu terdapat sebuah menara pada candi ini. Dengan bentuk menyerupai silinder dan candi ini terdiri dari 36 sisi yang terdapat di tengahnya. Sedangkan pada bagian dasar terdapat bentuk kelopak bunga. Jika di bagian atas pada Candi Muara Takus memiliki bentuk lingkaran maka pada candi ini bentunya mirip dengan menara.

2.) Candi Tua

Candi ini adalah cand yang memiliki bangunan paling besar di kompleks Candi Muara Takus. Candi ini juga memiliki 3 bagian yang terdiri dari atap, badan dan kaki. Di bagian kaki, candi ini dibagi menjadi 2 bagian. Pada kaki pertama tingginya adalah 2,3 meter. Lalu pada bagian kaki kedua tingginya adalah 1,9 meter. Di bagian ini ada tangga yang memiliki lebar 4 meter dan berada di bagian timur, sedangkan tangga di bagian barat memiliki lebar 3 meter. Terdapat patung singa pada bagian ini sedangkan diameter dari candi ini diperkirakan berukuran 7 meter dengan tinggi candi sekitar 2,5 meter.

Fondari candi ini memiliki bentuk persegi panjang dan berukuran 31 meter x 20 meter. Dan terdapat 36 sisi pada candi ini. Sementara itu pada bagian atas candi ini terlihat sudah rusak. Untuk tinggi keseluruhan dari candi tua ini sendiri adalah 8,5 M.

3.) Candi Bungsu

Candi ini ditemukan di sebelah timur candi mahligai dengan jarak hanya 3 meter saja. Bahan dasar yang digunakan untuk membangun Candi Bungsi ini adalah batu bata merah. Dan mempunyai panjang sekitar 13 meter dan lebarnya sendiri sekitar 16 meter.

Bantuknya mirip dengan candi sulung akan tetapi pada bagian atas candi bungsu ini bentuknya menyerupai persegi. Terdapat tangga di bagian timur candi ini yang terbuat dari bahan batu putih. Selain itu di candi ini juga terdapat sejumlah stupa dengan ukuran kecil. Sisi pada alas candi ini berjumlah 20.

Bahan pembuatan candi ini berasal dari batu pasir pada bagian utara candi sedangkan pada bagian selatan dibuat dengan menggunakan batu bata.

4.) Candi Palangka

Candi terakhir yang ada di kompleks Candi Muara Takus ini disebut dengan nama Candi Palangka. Panjang candi ini adalah sekitar 5 meter. Sedangkan lebarnya adalah 5 meter. Tinggi dari candi ini adalah 2 meter. Letaknya sendiri berada di sebelah timur Candi Mahligai dan menghadap ke arah utara. Candi ini dibuat sepenuhnya dengan bahan batu bata.

 

Sebenarnya masih banyak candi yang ada di kompleks Candi Muara Takus, tapi kebanyakan dari candi dan situs bersejarah lain di kompleks Candi Muara Takus ini sudah mengalami kerusakan berat dan hanya ada beberapa candi saja yang bentuknya masih utuh sehingga bisa dilihat dan diteliti hingga sekarang. Nah, beberapa candi tersebut adalah candi yang sudah kami bahas di atas.

 

Demikian pembahasan kali ini mengenai Candi Muara Takus yang mungkin masih banyak yang belum tahu mengenai candi ini. Karena candi ini berada di luar Pulau Jawa tepatnya berada di Pulau Sumatera.

Artikel Lainnya :

Paragraf Deduktif

Metabolisme Adalah

Limit Trigonometri – Penjelasan, Soal Soal Limit Trigonometri

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Candi Muara Takus Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca