Candi Plaosan

2 min read

Candi Plaosan mungkin tidak sepopuler Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Namun Candi yang di Klaten ini mulai dikenal oleh banyak orang bahkan dijadikan sebagai salah satu objek wisata menarik yang berbau sejarah kerajaan Indonesia. Sama halnya dengan Candi Borobudur, Candi Plaosan ini adalah Candi Buddha. Hal ini bisa dilihat dari bentuk stupa dan relief yang ada pada candi ini.

Kompleks Candi Plaosan

Candi ini sebenarnya adalah sebuah kompleks Candi yang berada di Klaten, letaknya hanya 1,5 kilometer dari Candi Prambanan. Disebut kompleks candi Plaosan karena candi ini mencakup sebuah wilayah yang luas sehingga kompleks ini dibagi menjadi dua yakni Candi Plaosan Lor (Utara) dan Candi Plaosan Kidul (Selatan).

Terdapat sebuah parit yang mengelilingi candi ini yang bentuknya persegi panjang. Memiliki ukuran 440 meter x 270 meter dan lebarnya hingga 10 meter dengan kedalaman hingga 2,5 meter.

Selain terdapat parit yang melindungi candi ini, terdapat pula pagar keliling dengan bentuk persegi panjang. Ukuran pagar ini tak kalah besar dengan 460 meter x 290 meter. Dari sini lah dapat dilihat jika Candi Plaosan Lord an Candi Plaosan Kidul adalah satu kompleks percandian yang membuat candi ini disebut dengan Kompleks Candi Plaosan.

Salah satu hal yang paling menarik dari Candi ini adalah pahatannya yang terlihat sangat halus dan juga sangat rinci. Pahatan ini sama dengan yang ada di Candi Borobudur.

Selain itu meski Candi ini disebut sebagai Candi Budha akan tetapi Candi ini mempunyai arsitektur bangunan percampuran antara Candi Budha dan Candi Hindu di Indonesia. Hal ini memang tidak lepas dari sejarah dan latar belakang dibangunnya Candi ini.

Sejarah dan Latar Belakang Candi Plaosan

Menurut sejarah, Candi Plaosan dibangun oleh Rakai Pikatan untuk sang istri yang dicintainya yakni Pramordhawardani. Rakai Pikatan dan Pramordhawardani saling mencintai dengan tulus namun karena perbedaan agama yang dianutnya membuat banyak orang menentang hubungan mereka kala itu.

Rakai Pikatan yang merupakan seorang pemeluk agama Hindu dan berasal dari Dinasti Sanjaya begitu mencintai Pramordhawardani yang merupakan wanita dari Dinasti Syailendra pemeluk agama Budha dengan sangat tulus. Candi ini sendiri dibangun setelah keduanya menikah, Rakai Pikatan ingin membuktikan jika perbedaan agama bukanlah pengahalang bagi cinta keduanya untuk bersatu. Meski kala itu pernikahan beda agama sangat ditentang oleh semua masyarakat.

Rakai Pikatan membangun Candi Plaosan agar dapat digunakan untuk beribadah Pramordhawardani yang menganut agama Budha.

Candi ini pun juga sebagai bentuk rasa cinta yang dalam dari Rakai Pikatan pada sang istri Pramordhawardani sekaligus sebagai lambang toleransi antar umat beragama. Hal ini lah yang membuat Candi ini memiliki perpaduan arsitektur Hindu dan Budha.

Di candi ini bisa ditemukan relief yang menginterpretasikan perasaan cinta Rakai Pikatan yang sangat dalam pada sang istri serta relief candi yang menggambarkan laki – laki sebagai bentuk kekaguman Pramordhawardani pada suaminya, Rakai Pikatan.

Mitos Candi Plaosan

Kisah cinta yang ditentang oleh dua dinasti pada zamannya ini membuat Candi Plaosan begitu dikenal akan mitosnya. Banyak yang percaya jika pasangan yang datang ke candi ini dan akan membuat cinta mereka abadi selamanya, sama seperti cinta Rakai Pikatan dan Pramordhawardani.

Pembangunan Candi Plaosan

Kapan waktu candi ini dibangun sendiri terdapat beberapa pertentangan yang berasal dari beberapa sejarawan. Pernyataan yang pertama berasal dari J. G. De Casparis. Beliau merupakan seorang Filolog yang berasal dari Belanda. Beliau beranggapan jika Candi ini dibangun oleh Sri Kahuluan pada 842 M. Ratu Sri Kahuluan sendiri didapatkan dari sebuah Prasasti Sri Kahuluan yang dipercaya merupakan Pramordhawardani. Nama Sri Kahuluan sendiri adalah gelar dari Pramordhawardani sebagai putri dari Raja Smarattungga yang berasal dari Dinasti Syailendra yang beragama Budha. Candi ini dibangun dengan dukungan dari suaminya yakni Rakai Pikatan yang berasal dari Dinasti Sanjaya dan beragama Hindu.

Sedangkan seorang sejarawan bernama Anggraeni memiliki pernyataan yang berbanding terbalik dari pernyataan sebelumnya. Menurutnya Candi Plaosan dibangun oleh Sri Kahulunan yang merupakan ibu dari Rakai Garung dan dibuat sebelum masa Rakai Pikatan karena Rakai Pikatan sendiri dianggap tidak mungkin membangun Candi sebesar itu karena masa pemerintahannya yang singkat.

Kompleks candi ini sendiri ditemukan pada Oktober 2003 dan diperkirakan dibangun pada abad ke 9, sehingga pernyataan dari Casparis terlihat lebih masuk akal.

Prasasti yang ditemukan di candi tersebut memiliki ukuran 18,5 cm x 2,2 cm. Dan terbuat dari lempengan emas dengan tulisan Sansekerta. Hal ini memperkuat pernyataan yang menyebutkan jika Candi Plaosan dibangun oleh Rakai Pikatan untuk istrinya Sri Kahulunan.

Selain memiliki latar belakang sejarah yang penting, Candi Plaosan juga memiliki pemandangan yang indah sehingga wajib menjadi tujuan wisata saat berada di Yogyakarta.

Artikel Lainnya :

Candi Plaosan Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Gerakan 3 A

Guru Anggi
2 min read

Tokoh Sumpah Pemuda

Guru Anggi
2 min read

Perjanjian Renville

Guru Anggi
2 min read