Cara Untuk Mengetahui Kehidupan Manusia Purba Di Indonesia

3 min read

Rumusguru.com – Cara Untuk Mengetahui Kehidupan Manusia Purba Di Indonesia adalah beberapa kajian yang dilakukan untuk mengetahui sejarah Manusia Purba. Hal ini banyak dilakukan oleh Peneliti Sejarah, Siswa Sekolah, dan Mahasiswa.

Umumnya ada dua Cara Untuk Mengetahui Kehidupan Manusia Purba Di Indonesia yang banyak digunakan. Untuk pembahasan lebih lanjut Anda dapat menyimak Penjelasannya berikut ini.

Cara Digunakan Untuk Mengetahui Kehidupan Manusia Purba

I. Ada Dua Cara Yaitu:

  1. Cara pertama adalah dengan meneliti Fosil Mahluk Hidup yang membatu. Lakukan penelitian melalui tulang manusia, hewan dan fosil yang ditemukan di belahan bumi.
  2. Cara Yang Kedua Yaitu dengan meneliti Artefak dan Peralatan Kehidupan Manusia Purba. Lakukan pengamatan pada alat kehidupan yang digunakan seperti Perhiasan, Senjata, dan Sarkofagus.

II. Ilmu Penelitian Yang Digunakan

  • Arkeologi, yaitu Ilmu untuk mempelajari keadaan peninggalan fisik suatu sejarah.
  • Geologi yaitu Ilmu untuk mengidentifikasi keberadaan manusia purba pada kerak bumi.
  • Biologi yaitu Ilmu untuk mengidentifikasi organ penyusun dan struktur tubuh.

Jenis Manusia Purba

Beberapa macam Manusia Purba yang ada di Indonesia, yaitu:

  • Meganthropus paleojavanicus
  • Pithecanthropus mojokertensis
  • Pithecanthropus erectus
  • Pithecanthropus soloensis
  • Homo soloensis
  • Homo wajakensis
  • Homo floresiensis

Manusia purba di Indonesia disebut Java man (Manusia Jawa), adalah jenis manusia pada zaman sebelum mengenal tulisan.

Pengertian Manusia Purba

Manusia Purba adalah manusia yang hidup di bumi sebelum peradaban terjadi. Ada beberapa situs arkeologi kuno Indonesia. Para ahli sepakat bahwa Manuisa Prasejarah ini menjadi nenek moyang bangsa Indonesia modern. Di Indonesia banyak ditemukan spesies Manusia Purba dengan tulang belulang.

Manusia Purba itu sendiri diperkirakan oleh para Ilmuwan hidup pada masa Pleistosen. Pleistosen adalah generasi atau masa yang berlangsung selama 2.580.000 hingga 11.700 tahun lalu.

Periode Pleistosen juga terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Pleistosen Awal (bawah), Pleistosen Tengah Serta Pleistosen akhir (atas). Para arkeolog telah menemukan sisa-sisa Fosil  manusia purba pada masing masing masa Pleistosen itu sendiri.

A. Kehidupan Manusia Purba di Indonesia

Manusia Purba hidup dan tinggal di Indonesia. Peninggalan hidup mereka telah ditemukan oleh banyak ahli. Mereka memiliki alat dan perlengkapan yang sampai sekarang ada di museum Indonesia. Banyak Ahli yang masih meneliti untuk mencari tahu bagaimana manusia hidup di masa lalu. Manusia purba hidup sendiri dan membangun kehidupan di Indonesia. Ilmuwan terus mengeksplorasi penelitian untuk mengungkap bagaimana Manusia Purba hidup di masa lalu.

B. Sejarah Penemuan Manusia Purba Pertama

Manusia Purba yang pertama kali ditemukan adalah jenis Homo Erectus Paleo Javanicus atau Manusia Jawa, oleh seorang seorang Eugene Dubois pemimpin tim pada saat itu. Penemuan pertama yang berupa fosil dari tengkorak diwilayah Trinil (Ngawi) pada tahun 1891 silam.

Sementara arti dari Pithecanthropus Erectus adalah Manusia Kera Yang Dapat Berdiri berasal dari bahasa Yunani. Jenis ini juga ditemukan oleh Ilmuwan Eugene Dubois, khususnya dipulau jawa berupa Tempurung Tengkorak, Tiga Gigi, dan Tulang Paha.

Kemudian dijelaskan bahwa penemuan yang lengkap terdapat di Jawa tengah tepatnya di Sangiran yang termasuk kewilayah Kota Solo. Juga berupa Fosil Tengkorak oleh Gustaf Heinrich Ralph Von Koenigswald yang merupakan Ahli Paleontologi asal Berlin ditahun 1936.

Ciri Ciri Manusia Purba

1. Meganthropus

  • Berbadan tegap
  • Tonjolan di belakang kepala
  • Bertulang pipi tebal
  • Tonjolan kening mencolok
  • Tidak berdagu
  • Otot kunyah, gigi, rahang besar kuat

2. Pithecanthropus

  • Badan tegap
  • Tidak setegap Meganthropus
  • Tinggi sekitar 165-180 sentimeter
  • Tulang rahang dan geraham kuat
  • Bagian kening menonjol
  • Hidung lebar
  • Tidak berdagu
  • Volume otak belum sempurna hanya 750-1.300 cc
  • Tulang atap tengkorak tebal lonjong
  • Organ pengunyah otot tengkuk mengecil.
  • Makanan kasar/mentah sedikit pengolahan
  • Makanan bervariasi, tumbuhan dan daging hewan
  • Punya tangan tangkas

3. Pithecantropus Mojokertensis

  • Badan tegak
  • Muka menonjol
  • Kening yang tebal
  • Tulang pipi yang kuat

4. Pithecanthropus Erectus

  • Badan tegap
  • Alat pengunyah kuat
  • Tinggi 165-170 sentimeter
  • Berat sekitar 100 kg
  • Jalan tegak
  • Makanan kasar sedikit pengolahan

5. Homo

  • Tinggi 130-210 sentimeter
  • Otak berkembang
  • Otot kunyah, rahang, gigi menyusut
  • Tonjolan kening berkurang
  • Sudah berdagu
  • Tampilan seperti orang Mongloid dan Austramelanosoid

 Jenis Manusia Purba Homo Yang Ada Di Indonesia

A. Homo Soloensis

Ditemukan Weidenrich dan von Koeningswald pada 1931-1934 diwilayah lembah Bengawan Solo. Berupa tengkorak, volume otak diperkirakan bukan lagi Pithecanthropus.

B. Homo Wajakensis

Fosilnya ditemukan pertama oleh BD van Rietschoten seorang insinyur pertambangan Belanda pada 1888-1889 di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur 1889. Kemudian, Eugène Dubois menemukan fosil di lokasi sama. Jenis ini mampu membuat alat dari batu dan tulang, sudah bisa memasak makanan.

C. Homo Floresiensis

Homo floresiensis keturunan Homo erectus, manusia tegak nenek moyang manusia modern. Manusia purba ini terbilang pendek, tinggi sekitar 100 sentimeter. Tangan panjang. Kapasitas kepala 380 cc. Tulang rapuh, wajah datar tak menonjol. Posisi terkurung di Pulau Flores ribuan tahun membuat keturunan makin kecil.

Sebutan Lain Manusia Purba

Manusia Purba disebut dengan Fosil karena kita tahu tentang kehidupan terutama fosil yang mereka tinggalkan. Fosil tersebut merupakan sisa-sisa organisme hidup berupa organ, terutama tulang. Dengan mineralisasi telah memperkuat tulang di sisa-sisa manusia purba dan bentuknya dapat dilacak.

Selain fosil organ manusia purba, seperti fosil, kerangka padat, dan sisa makanan yang dimakan manusia purba. Fosil banyak ditemukan di tanah, terutama di rawa-rawa sungai dan gua-gua tempat tinggal mereka.

Fosil Manusia Purba merupakan dasar kita untuk mengetahui tentang kehidupan manusia purba karena mereka tidak tahu cara menulis. Alhasil, mereka tidak meninggalkan catatan hidup mereka. Karena tidak ada cara untuk menulis, maka masa lampau disebut juga masa praaksara.

Contoh Fosil purbakala yang memberikan informasi tentang manusia purba di Trinil dan Sangiran adalah sisa-sisa Homo erectus. Ini menunjukkan bahwa orang yang hidup tegak, seperti manusia, memiliki otak yang besar, tetapi memiliki wajah dan tengkorak yang sangat berbeda dengan orang modern.

Alasan Indonesia Menjadi Museum Manusia Purba Dunia

Karena di Indonesia Fosil Manusia Purba banyak ditemukan di Sangiran, dan terdapat juga Museum yang ada di Solo Jawa Tengah. Dengan banyaknya tulang belulang yang ditemukan diberbagai daerah Indonesia maka otomartis Indonesia disebut sebagai Museum Manusia Purba.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai Cara Untuk Mengetahui Kehidupan Manusia Purba Di Indonesia. Harapan kami ini dapat membantu Anda yang sedang membutuhkan Referensi mengenai hal terkait. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Cara Untuk Mengetahui Kehidupan Manusia Purba Di Indonesia Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca