Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Meganthropus Paleojavanicus

2 min read

Ciri Ciri Meganthropus Paleojavanicus

Meganthropus Paleojavanicus, manusia purba yang tertua di Indonesia. Kata Meganthropus berasal dari 2 kata, yaitu Mega, yang berarti besar, dan Anthropus, yang berarti manusia. Lebih lengkapnya simaklah pembahasan kami mengenai Materi Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus beserta Penjelasannya Lengkap di bawah ini.

Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus

Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus
Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus

Berbagai jenis fosil manusia purba sudah banyak ditemukan di Indonesia. Yakni dibeberapa provinsi yakni Jawa, Aceh, Flores, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan.

Namun penemuan fosil manusia banyak ditemukan di Pulau Jawa, terbanyak di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo.

Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia , yakni manusian purba jenis Pithecanthropus Erectus, Homo, & Meganthropus Paleojavanicus.

Meganthropus Paleojavanicus, manusia purba yang tertua di Indonesia. Kata Meganthropus berasal dari 2 kata, yaitu Mega, yang berarti besar, dan Anthropus, yang berarti manusia.

Sementara itu, kata Paleojavanicus berasal dari kata Paleo, yang berarti tua, dan Javanicus, yang berarti Jawa.

Meganthropus Paleojavanicus adalah pria raksasa tertua dari Jawa dan dianggap sebagai manusia tertua di Indonesia. Ia juga disebut sebagai salah satu fosil manusia purba paling primitif.

Meganthropus Paleojavanicus, yang mana hewan purba ini ditemukan oleh Van Koenigswald, seorang peneliti Belanda pada 1936 M di Sangiran, Jawa Tengah, dan diperkirakan berusia 1 hingga 2 juta tahun selama masa penelitian.

Penemuan fosil Meganthropus tidak ditemukan lengkap, tetapi hanya dalam bentuk beberapa bagian tengkorak, rahang bawah dan beberapa gigi yang putus.

Diperkirakan jenis fosil ini hidup dari mengumpulkan makanan, terutama tumbuh-tumbuhan.

Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicu
  1. Makanannya berupa tumbuh-tumbuhan.
  2. Tidak punya dagu, jadi lebih seperti kera.
  3. Memiliki tonjolan tajam di bagian belakang kepala.
  4. Tulang pipi tebal dengan dahi menonjol.
  5. Memiliki otot kunyah yang kuat, gigi dan rahang yang besar dan kuat.
  6. Memiliki postur yang tegap dan kuat.

Tafsiran Secara Ilmiah

Meganthropus Paleojavanicu
Meganthropus Paleojavanicu

Homo Erectus

Mayoritas ahli paleoanthropologi, mereka menganggap fosil Meganthropus masih termasuk dalam variasi H. erectus.

“Apabila kita mengambil sudut pandang konservatif bahwa seluruh populasi Homo sebelumnya yang cukup berasal dari Homo awal Afrika adalah milik H. erectus, kelompok Grenzbank atau Sangiran diposisikan untuk kelompok primitif dari jenis ini.” Kaifu et al. (2005)

Tetapi beberapa berpendapat bahwa fosil Meganthropus mmebutuhkan spesies terpisah / subspesies H. erectus, yang mengusulkan nama H. ​​palaeojavanicus / H. e. palaeojavanicus dengan berdasarkan keprimeraian mereka secara keseluruhan, seperti kapasitas tengkorak yang rendah (Tyler, 2001).

Terhadap pandangan ini, Wolpoff (1999) berpendapat untuk kesamaan kuat antara fosil Jawa sebelumnya dan kemudian dan tidak ada spesies atau perbedaan subspesies.

Australopithecine

Robinson (1953) pertama kali menyarankan, Meganthropus (berdasarkan pada fragmen mandibula Sangiran 6) bisa menjadi perwakilan Asia Tenggara dari australopithecine yang kuat.

Sebuah teori yang sama juga telah diajukan oleh penulis buku terkenal (1975) yang berpendapat bahwa Sangiran 6 adalah:

“Sepenuhnya di luar kisaran ukuran Homo erectus yang mungkin & harus digolongkan menjadi/sebagai Australopithecus africanus”

Menurut Koenigswald, sifat australopithecine yang kuat & gracile bisa ditemukan di Sangiran 6 :

“Dalam hal tertentu rahang bagian bawah Meganthropus menggabungkan ciri A. africanus dengan karakteristik A. robustus.”

Sebuah penelitian oleh Orban-Segebarth & Procureur (1983) dari Mandiran 6 mandibula juga menyimpulkan:

“Meganthropus Asia Sangiran 6 sudah menandai sifat-sifat australopithecoid” Namun Kramer dan Konigsberg menentang pandangan ini.

Menurut Cartmill dan Smith (2009):

“tidak ada alasan kuat untuk menghilangkan spesimen/kelompok ‘Meganthropus’ dari H. erectus”.

Apa itu Manusia Purba?

Manusia Purba / Manusia kuno, atau sering disebut sebagai Manusia prasejarah, Manusia yang di zaman sebelum tulisan ditemukan.

Mereka hidup dengan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain (nomaden), kehidupan mereka masih sangat sederhana dan tergantung pada alam.

Tentu saja, kehidupan manusia purba tidak sama dengan kehidupan manusia saat ini.
Untuk mengetahui keberadaan manusia purba yang lebih jauh lagi, maka sejak dulu peneliti melakukan penelitian mengenai manusia purba ini.

Di Indonesia juga, manusia purba telah diteliti sejak lama, oleh Eugene Dubois, seorang dokter Belanda, merintis pada abad ke-18 Masehi.

Sebutkan Jenis Jenis Manusia Purba yang ada di Indonesia !

Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia , yakni manusian purba jenis Pithecanthropus Erectus, Homo, & Meganthropus Paleojavanicus.

Jelaskan Tentang Meganthropus Paleojavanicus !

Meganthropus Paleojavanicus, manusia purba yang tertua di Indonesia. Kata Meganthropus berasal dari 2 kata, yaitu Mega, yang berarti besar, dan Anthropus, yang berarti manusia.

Sementara itu, kata Paleojavanicus berasal dari kata Paleo, yang berarti tua, dan Javanicus, yang berarti Jawa.

Meganthropus Paleojavanicus adalah pria raksasa tertua dari Jawa dan dianggap sebagai manusia tertua di Indonesia. Ia juga disebut sebagai salah satu fosil manusia purba paling primitif.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Ciri Ciri Meganthropus Paleojavanicus beserta penjelasan lengkapnya. Terima kasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Meganthropus Paleojavanicus Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca