Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Contoh Akulturasi

4 min read

Contoh Akulturasi

Apa itu akulturasi? Akulturasi adalah kata yang berasal dari bahasa Latin, yang berarti ” acculturate “. Penjelasan lengkapnya simaklah pembahasan kami mengenai Contoh-Contoh Akulturasi Budaya Indonesia Lengkap di bawah ini.

Pengertian Akulturasi

Akulturasi adalah kata yang berasal dari bahasa Latin, yang berarti “acculturate “. Ini berarti tumbuh bersama dan berkembang. Pada dasarnya, istilah akulturasi merupakan campuran budaya yang terus menghasilkan budaya baru. Tentu saja dengan tidak menghilangkan unsur asli budaya ini. Sebagai contoh, proses pencampuran kedua budaya tersebut dapat saling mempengaruhi dalam waktu yang lama.

Menurut Koentjaraningrat, Akulturasi itu sendiri adalah proses sosial. Dimana kelompok sosial yang memiliki budaya tertentu bertemu dengan budaya asing yang tentunya berbeda.

Kondisi di mana proses akulturasi berlangsung adalah adanya senyawa atau afinity. Ini berarti bahwa ada penerimaan budaya dengan tidak disertai rasa terkejut.

Ini kemudian meningkatkan keseragaman atau homogenity menjadi nilai baru. Yang kemudian dicerna karena kesamaan level dan gaya/corak budaya.

Contoh Akulturasi Budaya Indonesia

Contoh akulturasi, ternyata akulturasi sering terjadi dalam banyak hal. Berikut adalah contoh akulturasi yang terjadi di Indonesia :

1. Seni Bangunan

Seni bangunan sebagai contoh akurasi dapat dilihat dari bangunan candi. Ini adalah bentuk akulturasi antara budaya Indonesia dan budaya Buddha Hindu.

Candi itu sendiri adalah bentuk akulturasi yang terjadi antara Indonesia dan India. Kuil termasuk karena bangunan di era Megalitikum, yaitu Pound Terraces.

Bagian ini memiliki pengaruh langsung pada budaya Budha Hindu. Contoh lain, seperti yang bisa Anda lihat di Candi Borobudur. Di candi ini terdapat berbagai benda yang terkubur, yang sering disebut sebagai makam.

Akibatnya, fungsi candi tidak hanya sebagai kuburan, tetapi juga sebagai rumah para dewa. Sedangkan Candi Budha, ia berfungsi sebagai tempat pemujaan bagi para dewa di kuil Budha, tetapi tidak ada peti mati atau abu jenazah yang terkubur di sekitar candi / bangunan stupa.

2. Seni Tarian

Berikutnya adalah tarian, misalnya tarian Betawi. Orang Betawi dulu tinggal di berbagai daerah di Jakarta.

Beberapa tinggal di pantai, di tengah kota dan pinggiran kota. Perbedaan tempat tinggal menyebabkan perbedaan kebiasaan dan karakter.

Selain itu, interaksi dengan kelompok etnis lain memberikan karakteristik yang spesifik kepada orang Betawi.

Tarian yang diciptakan juga berbeda. Interaksi orang Betawi dengan orang Cina menciptakan tari Cokek, Lenong dan Kromong.

3. Seni Berpakaian

Selain seni tari, akulturasi juga dapat terjadi dalam seni pakaian. Seperti adat Betawi, orang Betawi biasanya memakai berbagai jenis pakaian.

Namun, pakaian tradisional dengan tutup kepala atau Destar paling sering digunakan. Dan baju jas yang menutupi lehernya dengan bawahan berupa celana panjang.

Untuk melengkapi pakaiannya, pria Betawi mengenakan selembar kain , yang melilit pinggang, serta belati yang menempel di bagian depan perut.

Berbeda dengan wanita yang menggunakan Kebaya, selendang panjang dan tutup kepala dan juga kain batik.

Dalam busana pengantin akulturasi menjadi lebih terlihat. Mengingat berbagai kelompok etnis yang membentuk praktik masyarakat Betawi.

Pakaian pria biasanya terdiri dari sorban, kemudian ada jubah panjang dan celana panjang.

Gaun ini sangat dipengaruhi oleh budaya Arab. Berbeda dengan gaun pengantin yang menggunakan syangko atau penutup wajah.

Dengan pakaian ketat dan rok panjang, ini akan terlihat beraksen dengan budaya Cina. Yang lebih unik adalah terompah atau sepatu untuk pengantin wanita dan pria, yang dipengaruhi oleh budaya Arab.

4. Adat Kebiasaan

Tidak hanya itu, ada juga adat istiadat yang dihadapkan pada contoh-contoh akulturasi budaya. Seperti berbagi kekayaan selama hari raya maupun seperti saat festival.

Bahkan lebih baik, jika semua kebajikan yang Anda lakukan di hari raya. Menjalani tradisi ini berarti berbuat kebaikan.

Ini adalah hasil dari proses akulturasi dengan budaya Cina dan Islam. Pemberian yang tulus adalah hal terpenting dalam memenuhi kewajiban untuk menjadi manusia.

Tradisi ini diwarisi bahkan dari leluhur dan berlanjut karena memiliki nilai moral untuk tujuan yang baik. Salah satu tradisi Lebaran adalah berbagi rezeki/kekayaan.

5. Makam

Makam juga merupakan contoh dari proses akulturasi. Selain itu, bagi para raja, yang memiliki bentuk seperti istana, bahkan disamakan dengan rakyatnya.

Dan dilengkapi dengan keluarga, pembesar, bahkan pengiring terdekat. Budaya asli Indonesia ini terlihat dari gugusan cungkup yang diberikan berdasarkan hubungan keluarga.

6. Seni Rupa

Anda juga dapat melihat akulturasi di bidang seni dalam kaligrafi dan dalam seni khot. Yaitu seni menggabungkan lukisan dengan ukiran.

Yang biasanya menggunakan huruf Arab yang indah dan tulisan suci yang berasal dari ayat-ayat suci dalam Alquran. Sedangkan fungsi kaligrafi adalah seni untuk motif batik dan dekorasi atau hiasan untuk masjid.

Tidak ketinggalan, keris, batu nisan, bahkan hiasan di mimbar dan banyak lagi.

7. Askara dan sastra

Seni sastra Indonesia pada periode Islam juga sangat dipengaruhi oleh sastra Persia. Di Sumatra, misalnya, ada karya sastra yang berisi pedoman hidup.

Seperti kisah Amir Hamzah, Bayan Budiman dan malam 1001 yang terkenal. Hasil akulturasi dalam seni sastra adalah sebagai berikut.

Suluk adalah buku/kitab yang memperluas dan menekankan ajaran tasawuf, seperti Suluk Wujil, Suluk Sukarsa.

Lalu ada Hikayat, sebuah adaptasi dari cerita wayang. Berikutnya adalah babad, kisah yang mengandung sejaraha. Seperti Babad Tanah Jawi, yang memuat sejarah Pulau Jawa.

Dan terakhir, ada kita/buku-buku lain yang berisi ajaran moral dan pedoman hidup, misalnya Taj as Salatin.

8. Sistem kalender

Pada zaman Khalifah Umar ibn Khatab, kalender Islam dibuat dengan perhitungan berdasarkan sirkulasi Bulan, yang lebih dikenal sebagai Tahun Hijriah.

Tahun 1 Hijrah (H) sama dengan 622 Masehi, sementara pada saat yang sama di Indonesia telah menggunkaan perhitungan tahun Saka (S) berdasarkan orbit matahari. Tahun 1 Saka adalah tahun yang bertepatan dengan tahun 78 Masehi.

9. Seni Musik dan Tari

Terjadi dalam seni musik yang dapat Anda lihat dalam musik Qasidah atau Gamelan selama upacara Gerebeg Maulud. Untuk seni tari kalian dapat melihatnya dalam tarian seudati, di mana tarian itu disertai dengan sholawat nabi.

Lalu ada seni Debus, yang biasanya dimulai dengan membaca Al-quran dan berkembang pesat di Banten, Aceh, & Minangkabau.

10. Sistem pemerintahan

Pada masa Hindu, pusat kekuasaan adalah raja, sehingga raja dianggap sebagai inkarnasi dewa. Karena itu, kultus “Dewa Raja” muncul.

Apa yang dikatakan raja itu benar. Demikian juga, polanya, seperti perilaku antisosial di era Islam, masih berlaku hanya untuk gaya baru.

Raja tetap satu-satunya penguasa, karena ia dianggap sebagai khalifah dan semua perintahnya harus dipatuhi.

11. Bahasa

Anda dapat melihat masalah lingkungan saat melihat contoh akulturasi budaya bahasa, seperti penggunaan bahasa Sanskerta. Di mana masih dapat ditemukan, yang memperkaya bahasa Sansekerta bahasa Indonesia.

Penggunaan bahasa Sansekerta dapat ditemukan dalam prasasti seperti prasasti batu, yang merupakan peninggalan kerajaan Hindu dan Budha pada abad ke 5 hingga ke 7 Masehi.

Untuk untuk askara kalian dapat mengenali penggunaan huruf Pallawa dari huruf Pallawa, yang kemudian berkembang menjadi aksara Jawa atau kawi kuno dan askara Bali dan Bugis.

12. Agama / Kepercayaan

Sistem kepercayaan di Indonesia juga telah mengalami akulturasi.

Ini terjadi sebelum agama Buddha Hindu berkembang di Indonesia, kepercayaan berdasarkan animisme dan dinamisme.

Dengan hadirnya agama Hindu dan Budha di Indonesia, masyarakat Indonesia memutuskan untuk memeluk dan meyakini agama tersebut.

Namun, muncul bahwa Hindu – Budha, yang berkembang, mengalami akulturasi dari campuran kepercayaan pada animisme dengan dinamisme.

Dengan demikian, agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia tidak sama dengan agama Hindu dan Budha di negara India.

13. Organisasi sosial Kemasyarakatan

Ternyata bentuk akulturasi juga mencapai wilayah organisasi sosial. Yang bisa Anda lihat di organisasi politik.

Yakni, sistem pemerintahan di Indonesia, keberadaan dan pengaruh bangsa India.

Dengan pengaruh budaya India, ini membuat sistem pemerintahan di Indonesia awalnya merupakan bentuk kerajaan.

Dimana kerajaan biasanya diperintah oleh seorang raja dan turun temurun.

14. Peralatan hidup

Hal terakhir yang perlu di akulturasi adalah peralatan hidup, yang terdiri dari rumah dan furnitur di dalamnya.

Di mana furnitur dan bentuk rumah-rumah di Indonesia terbuat dari proses akulturasi Indonesia dengan orang-orang Cina.

Di sini Anda akan menemukan berbagai jenis porselen, dari piring atau peralatan makan hingga guci.

Apa itu akulturasi?

Akulturasi adalah kata yang berasal dari bahasa Latin, yang berarti “akulturasi”. Ini berarti tumbuh bersama dan berkembang.

Contoh akulturasi budaya?

Seni Musik dan Tari
Terjadi dalam seni musik yang dapat Anda lihat dalam musik Qasidah atau Gamelan selama upacara Gerebeg Maulud. Untuk seni tari kalian dapat melihatnya dalam tarian seudati, di mana tarian itu disertai dengan sholawat nabi.
Lalu ada seni Debus, yang biasanya dimulai dengan membaca Al-quran dan berkembang pesat di Banten, Aceh, & Minangkabau.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Contoh Akluturasi. Baca juga artikel lainnya mengenai Kalimat Simpleks. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Contoh Akulturasi Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca