Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Faktor Urbanisasi di Indonesia

2 min read

Faktor Urbanisasi di Indonesia

Apa itu urbanisasi? Urbanisasi pada dasarnya adalah fenomena migrasi penduduk dari desa ke kota. Migrasi ini menjadi hal biasa terjadi di beberapa negara di dunia, Indonesia salah satunya. Lalu apa faktor pendorong dan penarik urbanisasi? Nah, simaklah pembahasan kami mengenai Materi Faktor Urbanisasi di Indonesia, Faktor Pendorong dan Penarik Urbanisasi di bawah ini.

Faktor Urbanisasi di Indonesia

Urbanisasi pada dasarnya adalah fenomena migrasi penduduk dari desa ke kota. Migrasi ini menjadi hal biasa terjadi di beberapa negara di dunia, Indonesia salah satunya.

Urbanisasi sangat terkait erat dengan daerah perkotaan. Di Indonesia, urbanisasi dimulai setelah tahun 1980-an, ketika kondisi ekonomi mulai berkembang pesat, terutama di pusat-pusat pertumbuhan seperti Jakarta dan daerah sekitarnya.

Urbanisasi semakin tidak terkendali, menyebabkan ketidakseimbangan regional dan masalah perkotaan. Kegagalan untuk melakukannya akan menyebabkan bencana serius di kota. Apa faktor pendorong dan daya tarik urbanisasi? Berikut adalah beberapa faktor urbanisasi:

Baca Juga : Teori Pertumbuhan Ekonomi

Faktor Pendorong

Faktor pendorong disini, maksudnya adalah penyebab dari masyarakat yang ada di perdesaan bermigrasi ke daerah perkotaan karena kurangnya atau bahkan ketidak adaannya fasilititas yang tersedia di kota, tapi selain itu masih banyak lagi faktor lainnya, lalu apa saja faktor tersebut?

1. Sedikitnya Lapangan pekerjaan di daerah pedesaan

Desa ini sangat mirip dengan daerah pertanian dengan spesialisasi profesional yang relatif rendah. Mayoritas sektor yang berkembang kebanyakan adalah pertanian, sehingga orang perlu mencari pekerjaan baru di luar kegiatan pertanian.

2. Upah rendah di desa

Sebab dari sedikitnya lapangan pekerjaan dan tidak ada spesialisasi yang diperlukan, maka upah di desa menjadi sangat rendah. Tetapi ini juga didukung oleh rendahnya biaya hidup di desa. Hari demi hari, semakin banyak orang mengandalkan pendapatan di atas rata-rata.

3. Adat Istiadat yang Kaku

Desa biasanya identik dengan kebiasaan yang sangat membatasi setiap kehidupan manusia. Terkadang sistem Adat yang kaku ini membuat orang tidak dapat berevolusi di tengah perkembangan zaman. Karena itu, orang-orang meninggalkan desa untuk mencari kebebasan.

4. Minimnya fasilitas sosial

Sangat jelas bahwa institusi sosial di desa, seperti pendidikan, kesehatan, hiburan, bisnis maupun ekonomi jauh dari yang ada di perkotaan. Dari sebab inilah masyarakat desa kebanyakan akan memilih kota untuk tempat tinggal, karena fasilitas sosial yang ada di perkotaan lebih lengkap.

Baca Juga : Konsep Pembagian Kekuasaan di Indonesia

Faktor Penarik

Faktor penarik disini adalah kebalikan dari faktor pendorong seperti yang telah di jelaskan di atas, lalu apa saja faktor penarik?

Upah Kerja Relatif Tinggi

Di daerah perkotaan, ada berbagai jenis pekerjaan dengan standar gaji yang relatif tinggi. Ada spesialisasi pekerjaan di kota ini, mulai dari kelas kuli bangunan, hingga pekerja kantor dan kontraktor dan yang lainnya. Masyarakat yang tinggal di kota hanya perlu memilih pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Ajakan dari Saudara

Biasanya, ada banyak anggota keluarga yang sukses di kota dan membawa kerabat mereka ketika mereka kembali ke rumah. Rekam jejak kesuksesan mereka memotivasi keluarga lain untuk bergabung atau mengadu nasib di daerah perkotaan.

Gaya hidup bebas

Kota ini tidak memiliki kebiasaan dan semua perilaku sosial relatif “bebas”. Inilah yang menyebabkan sebagian orang meninggalkan kekakuan sistem sosial di desa.

Fasilitas Sosial Mudah Didapat

Berbagai fasilitas seperti pendidikan, bisnis, transportasi dan telekomunikasi yang baik sangat mudah ditemukan di kota. Masyarakat akan sangat tertarik menerima berbagai layanan sosial yang tersedia di daerah perkotaan.

Apa itu urbanisasi?


Urbanisasi pada dasarnya adalah fenomena migrasi penduduk dari desa ke kota. Migrasi ini menjadi hal biasa terjadi di beberapa negara di dunia, Indonesia salah satunya.

Urbanisasi sangat terkait erat dengan daerah perkotaan. Di Indonesia, urbanisasi dimulai setelah tahun 1980-an, ketika kondisi ekonomi mulai berkembang pesat, terutama di pusat-pusat pertumbuhan seperti Jakarta dan daerah sekitarnya.

Apa faktor penarik urbanisasi?


Upah Kerja Relatif Tinggi

Di daerah perkotaan, ada berbagai jenis pekerjaan dengan standar gaji yang relatif tinggi. Ada spesialisasi pekerjaan di kota ini, mulai dari kelas kuli bangunan, hingga pekerja kantor dan kontraktor dan yang lainnya. Masyarakat yang tinggal di kota hanya perlu memilih pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Ajakan dari Saudara

Biasanya, ada banyak anggota keluarga yang sukses di kota dan membawa kerabat mereka ketika mereka kembali ke rumah. Rekam jejak kesuksesan mereka memotivasi keluarga lain untuk bergabung atau mengadu nasib di daerah perkotaan.

Gaya hidup bebas

Kota ini tidak memiliki kebiasaan dan semua perilaku sosial relatif “bebas”. Inilah yang menyebabkan sebagian orang meninggalkan kekakuan sistem sosial di desa.

Fasilitas Sosial Mudah Didapat

Berbagai fasilitas seperti pendidikan, bisnis, transportasi dan telekomunikasi yang baik sangat mudah ditemukan di kota. Masyarakat akan sangat tertarik menerima berbagai layanan sosial yang tersedia di daerah perkotaan.

Apa dampak dari urbanisasi?


Urbanisasi semakin tidak terkendali, menyebabkan ketidakseimbangan regional dan masalah perkotaan. Kegagalan untuk melakukannya akan menyebabkan bencana serius di kota. Apa faktor pendorong dan daya tarik urbanisasi? Berikut adalah beberapa faktor urbanisasi:

Demikianlah pembasahan kami mengenai Materi Faktor Urbanisasi di Indonesia Pendorong dan Penarik Urbanisasi. Baca juga Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Faktor Urbanisasi di Indonesia Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca