Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Fungsi Jaringan Saraf

4 min read

Fungsi Jaringan Saraf

Rumusguru.com – Tahukah Anda apa Fungsi Jaringan Syaraf? Jaringan saraf adalah jaringan yang paling penting. Sistem saraf mengontrol dan mengatur respons tubuh terhadap peristiwa dan terdiri dari dua bagian: sistem saraf pusat (SSP) yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan sistem saraf tepi (SST).

Jaringan ini terdiri dari neuron atau sel saraf, yang menerima dan mengirimkan sinyal, dan neuroglia, juga dikenal sebagai sel glial atau lebih sering disebut glia yang membantu untuk bekerja pada ujung saraf dan memasok enzim neuron.

Jaringan otot terdiri dari berbagai jenis sel yang semuanya memiliki akson. Adalah bagian yang panjang, seperti batang sel yang mengirimkan sinyal ke sel berikutnya. Fungsi saraf termasuk kontrol dari otot-otot dan kelenjar, homeostasis, masukan sensorik, integrasi, dan aktivitas mental.

 

Pengertian Jaringan Saraf

Jaringan Saraf
Gambar Jaringan Saraf

Jaringan saraf adalah jaringan yang bisa ditemukan pada manusia dan hewan bertugas menghantarkan rangsangan dari saraf tepi ke saraf pusat.

Sistem saraf pada hewan tingkat tinggi & manusia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu adalah sistem saraf tepi yang terdiri dari sistem saraf somatik atau sistem indra dan sistem saraf otonom sistem saraf di luar kesadaran.

 

Struktur dan Fungsi Sel Saraf

Struktur Jaringan Saraf
Struktur Jaringan Saraf

Sistem saraf, pusat dan sistem saraf tepi, kedua sistem tersusun atas beberapa jaringan. Jaringan saraf tadi tersusun oleh jutaan sel dengan struktur sama. Sel inilah yang dinamakan neuron.

1. Badan Sel

Badan sel adalah komponen sel syaraf yang memiliki ukuran yang paling besar. Di dalamnya terdapat nukleus dan sitoplasma yang bentuknya memanjang dan bercabang.

Badan sel tersebut berfungsi dalam penerima impuls / rangsangan dari cabang sitoplasma yang bercabang ke akson.

2. Inti Sel (Nukleus)

Inti sel adalah inti dari sel saraf, fungsi inti sel ini sebagai regulator dari segala aktivitas yang terjadi di sel saraf. Intisel ini letaknya berada di tengah badan sel, mengambang di antara sitoplasma.

3. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan sel yang dilamnya mengandung protein tinggi. Sitoplasma dibungkus dan diselubungi oleh sel neurologia, yang mana fungsi sitoplasma ini yaitu membantu sel dalam mendapatkan suplai makanan.

4. Dendrit

Dendrit adalah sekumpulan serabut sel saraf pendek dan juga bercabang-cabang halus yang merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit ini berfungsi sebagai penerima rangsangan atau impuls dan yang kemudian menyampaikan rangsangan yang diterimanya menuju badan sel.

5. Neurit (Akson)

Neurit adalah sebuah serabut sel saraf panjang dan merupakan perluasan dari badan sel.

Neurit berfungsi mengirimkan rangsangan / impuls yang sebelumnya tela diolah badan sel menuju sel saraf lainnya melalui sinapsis.

Akson /neurit ini dilindungi oleh lapisan fosfolipid atau selubung meilin. Selubung meilin ini sendiri berupa selaput yang berbahan lemak berfungsi melindungi akson dari faktot yang menyebabkan kerusakan.

6. Sel Schwann

Pada beberapa jenis hewan bertulang belakang ( vertebrata), akson pada sel saraf nya ini diselubungi oleh sel schwann.

Yang mana sel schwann ialah sel penyokong akson yang berperan dalam menyediakan dan mensuplai makanan bagi metabolisme akson serta membantu regenerasi akson.

Antara satu sel schwan dengan sel schwann yang lainnya terdapat pengubung yang berfungsi untuk mempercepat pengiriman rangsangan / impuls menuju sinapsis. Penghubung ini dinamakan nodus rainver.

7. Sinapsis

Sinapsis adalah ujung akson berperan meneruskan impuls ke neuron lain. Sinapsis dari satu neuron tersebut akan terhubung dengan dendrit dari neuron yang lainnya.

Pengiriman rangsangan dilakukan dengan cara mengeluarkan bahan kimia yang bernama neurotransmitter sebagai rangsangan baru bagi dendrit di neuron lainnya.

 

Cara Kerja Jaringan saraf

  1. Menerima dan menghantarkan rangsangan
  2. Memberikan respon
  3. Mengolah rangsang
  4. Memberi tanggapan

 

Jenis Jenis Sel Saraf

Jenis Jaringan Saraf

Berdasarkan dari cara kerjanya sistem kerja saraf dalam mengirim rangsanagn dan posisinya dari sel lain, maka sel saraf bisa dibedakan menjadi 3 macam jenis.

Ketiga macam jenis sel saraf tersebut yaitu adalah sel saraf sensorik, sel saraf penghubung , dan juga sel saraf motorik. Berikut  penjelasan jenis sel saraf:

1. Sel Saraf Sensorik

Sel saraf sensorik merupakan sel yang menyampaikan impuls dari penerima rangsangan ke sistem saraf pusat.

Sel saraf ini memiliki badan sel yang saling bergerombol atau berkumpul dan membentuk ganglion serta sambung menyambung menuju sumsum tulang belakang.

2. Sel Saraf Penghubung

Sel saraf penghubung (Neuron Intermediat) adalah sel saraf yang membentuk rantai penghubung antara sel saraf sensorik dengan sistem saraf pusat, dan juga penghubung antara saraf pusat dengan sel saraf motorik.

Sel saraf penghubung ada di hampir seluruh bagian tubuh sekaligus menjadi lintasan rangsangan / impuls bagi koordinasi saraf.

3. Sel Saraf Motorik

Sel saraf motorik (Neuron Motor) adalah sel saraf yang berfungsi dalam mengirimkan rangsangan atau impuls yang berupa perintah sistem saraf pusat menuju ke jaringan otot dan juga kelenjar dalam melakukan respon.

 

Klasifikasi Pada Jaringan Syaraf

No

System Syaraf

Klasifikasi

01

Syaraf Pusat

Materi abu-abu terdiri dari

·         badan sel,

·         dendrit,

·         akson yang tidak termielinasi,

·         astrosit protoplasma (astrocyte subtipe),

·         oligodendrosit satelit (non-myelinating oligodendrocyte subtipe),

·         mikroglia,

·         sedikit akson termielinasi.

 

Materi putih terdiri dari

·         akson termielinasi,

·         astrosit fibrosa,

·         myelinating oligodendrosit,

·         mikroglia.

02

Syaraf Tepi

Jaringan ganglion terdiri dari

·         badan sel,

·         dendrit,

·         sel-sel glia satelit.

 

Saraf terdiri dari

·         akson termielinasi

·         tidak termielinasi,

·         sel-sel Schwann yang dikelilingi oleh jaringan ikat.

 

Tiga Lapisan Jaringan Ikat

No

Jaringan Ikat

Klasifikasi

01

Endoneurium

·         Akson saraf dikelilingi oleh endoneurium, yang disebut tabung, atau selubung endoneurial.

·         Lapisan ini merupakan pelindung jaringan ikat yang halus.

02

Perineurium

·         Masing-masing fasikel berisi akson, tertutupi perineurium, jaringan ikat memiliki lamelar tujuh atau delapan lapisan konsentris.

·         Perineurium sangat penting dalam perlindungan dari serabut saraf dan untuk mencegah molekul besar epineurium ke fasikel.

03

Epineurium

 

·         Adalah lapisan terluar jaringan ikat yang menutupi saraf/ perifer.

 

Ciri Ciri Dari Sel Saraf

01

Terdapat pada tubuh manusia dan juga pada hewan (sebagaian)

02

Mengirim dan menerima rangsangan

03

Saling berkaitan pada struktur

04

Mempunyai inti sel (nucleus)

05

Semua berfungsi melalui otak serta sumsum (tulang belakang)

 

Letak System Syaraf

  1. Otak = adalah pengatur yang fungsinya mengatur semua fungsi tubuh, mulai dari bergerak, melepaskan hormon, kognitif atau kemampuan untuk mengenali, mendengar, dan lainnya.
  2. Medulla Spinalis ( Sumsum Tulang Belakang) = merupakan sistem saraf pusat. Beberapa rangsangan dapat berjalan melalui arteri tanpa melewati otak.
  3. Neuron = adalah sistem saraf pusat. Ini terdiri dari 12 arteri kranial, semua arteri dan cabang. Fungsinya untuk mengirimkan notifikasi sebagai bentuk atau daya tarik. Dengan adanya sel-sel saraf ini, baik organ maupun sistem motorik mampu merespons secara efektif.

 

Penyakit Yang Menyerang Syaraf

Ada banyak jenis penyakit saraf. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Alzheimer = Penyakit saraf menyerang sel otak serta neurotransmitter. Penderita biasanya mengalami kesulitan mengingat dan kehilangan kemampuan mengerjakan aktivitas.
  2. Cerebral Palsy = Ini adalah kelainan saraf. cerebral palsy merupakan penyakit rusaknya sel saraf baik sebelum, selama, atau setelah hamil.
  3. Penderita akan kesulitan mengendalikan otot, sehingga gerak tubuh ikut terganggu. Umumnya penyakit  juga akan menyebabkan gangguan penglihatan, berpikir, pendengaran, dan bicara.
  4. Meningitis = Diakibatkan terganggunya sistem saraf otak dan sumsum tulang belakang akibat virus. Gejala yang dirasakan adalah demam menggingil, perubahan kondisi mental, leher kaku, serta sensitif terhadap cahaya, sakit kepala, mual dan muntah.
  5. Multiple Sclerosis = Penyakit saraf kronis diakibatkan rusaknya pelindung serabut saraf otak dan sumsum tulang belakang. akan menimbulkan luka yang berakibat terganggunya aktivitas otak. Penderita akan merasakan kesemutan/mati rasa, kejang dan kaku otot, sampai gangguan kognitif,  kelelahan berlebih, kepala pusing, hilang keseimbangan, gangguan penglihatan, dan emosional.
  6. Migraine = Sakit kepala sebelah juga termasuk penyakit saraf yang sering terjadi. ini disebabkan oleh perubahan hormon, efek samping obat, faktor emosi, dan pola hidup yang buruk. Gejala berupa sakit kepala di satu sisi kepala belakang, bisa memicu kerusakan saraf otak.
  7. Kelumpuhan =  Merupakan kondisi terganggunya sistem saraf akibat penyakit tertentu. Jenis penyakit lumpuh di masyarakat adalah stroke, bell’s palsy, serta polio. Gejala yaitu ketidakmampuan anggota tubuh bergerak. Selain itu, penderita kesulitan bernapas karena ikut terganggu.

 

Gejala Sakit Saraf

Jenis penyakit saraf gejalanya dapat dibedakan dari jenis atau kerusakan, yaitu:

Sakit saraf otonom, seperti:

  • mata/ mulut kering,
  • sulit BAB,
  • disfungsi kandung kemih,
  • disfungsi seksual,
  • berkeringat banyak.

Sakit saraf motorik, berupa:

  • kelemahan otot,
  • atrofi otot
  • otot berkedut

Sakit saraf sensorik, berupa:

  • nyeri,
  • sensitif,
  • kebas atau mati rasa,
  • kesemutan,
  • perih,
  • gangguan kesadaran posisi.

 

Penyebab Sakit Saraf

  • Faktor keturunan
  • Perkembangan saraf tidak sempurna
  • Rusak sel saraf
  • Penyakit pembuluh darah otak
  • Cedera
  • Kanker
  • Epilepsi
  • Infeksi bakteri
  • Virus
  • Jamur
  • Parasit

 

Cara Mengobati Sakit Saraf

Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko sakit syaraf untuk mengobati penyakit dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Berikut di antaranya:

  1. Pengobatan untuk autoimun.
  2. Membatasi kadar gula darah.
  3. Perbaikan gizi.
  4. Memberikan pereda sakit, untuk mengurangi nyeri saraf.
  5. Fisioterapi
  6. Pembedahan
  7. Transplantasi pada saraf.

 

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Fungsi Jaringan Saraf, baca juga artikel lainnya mengenai Fungsi Jaringan Meristem. Terima kasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Fungsi Jaringan Saraf Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Fungsi Jantung

Ami Alhasani
7 min read

Pengertian Kata Rujukan

Ami Alhasani
3 min read