Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Fungsi Kromatin

3 min read

Fungsi Kromatin

Rumusguru.com – Sudahkah Anda mengetahui apa Fungsi Kromatin? Pada kesempatan kali ini kami akan membahas hal terkait yang dapat Anda baca penjelasannya secara lengkap berikut ini.

Pengertian Kromatin

Kromatin merupakan kompleks dari asam deoksiribonukleat, protein histon & protein non-histon yang bisa ditemukan pada inti sel eukariota.

Definisi lainnya yakni kromatin adalah jalinan benang-benang halus dalam plasma inti.

Kromatin adalah massa dari materi genetik yang terdiri dari Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) dan protein yang mengembung membentuk kromosom selama proses pembelahan sel eukariotik.

Letak Kromatin

Kromatin berada di dalam inti sel. Selama profase mitosis, serat kromatin akan melingkar ke kromosom dengan masing-masing kromosom memiliki 2 kromatid yang kemudian bergabung di sentromer.

Kromatin adalah jalinan benang-benang halus dalam plasma inti, hal ini karena apabila suatu jaringan diwarnai dengan suatu zat pewarna.

Jalinan tersebut akan menghisap banyak zat itu. Berasal dari Chroma = berwarna, & tin= benang.

Terdiri dari benang-benang kromonema yang berpilin-pilin longgar yang diselaputi oleh protein.

Kromatin sendiri terdiri dari beberapa serat (fibril) halus dan dibina atas dua macam molekul yakni ADN (asam deoksiribosa nukleat) dan protein.

Protein utamanya berupa histon. Kromatin atau kromosom mengandung puluhan bahkan ratusan ribu gen.

Baca Juga : Fungsi Zat Besi

Fungsi Kromatin

Fungsi Kromatin
Gamabr Fungsi Kromatin

Fungsi Kromatin untuk menyingkat enam kaki DNA setiap sel bawah muat dalam nukleus. Struktur kromatin penting dalam mengendalikan ekspresi maupun replikasi gen.

Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) menjadi nukleosom struktur ‘tertutup’ tidak mudah diakses enzim melakukan replikasi, transkripsi, perbaikan DNA. Struktur nukleosom ‘terbuka’, Deoxyribo Nucleic Acid mudah diakses replikasi dan transkripsi.

Dalam transkripsi, aktivator dan represor berinteraksi dengan RNA polimerase mengubah struktur kromatin & memodulasi gen.

Aktivator berupa bahan yang meningkatkan mikrobiologis organik

Aktivator bisa mengganggu struktur nukleosom merangsang perakitan ribose nucleic acid (RNA) polimerase transkripsi promotor.

Untuk replikasi, modulasi mirip kromatin harus terjadi untuk replikasi diposisikan asal-usul replikasi. Struktur kromatin memiliki efek jangka panjang pada gen.

Dimana dalam ‘efek posisi variegasi,’ gen yang diam juga bisa dibuat tidak aktif. sifat heterokromatin yang padat dapat mencegah akses transkripsi, yang memengaruhi daerah bukan heterokromatik.

Contoh misalnya, heterokromatin dan area diam lainnya dari genom bereplikasi pada fase S akhir, namun alasan mengapa daerah replikasi lambat ini belum diketahui.

Salah satu kemungkinannya yakni ialah struktur kromatin represif spesifik yang bisa diatasi untuk memungkinkan asal melepaskan fase-S.

Baca Juga : Fungsi Kelenjar Cowper

Struktur Kromatin

Struktur Kromatin
Gambar Struktur Kromatin

Memilki 2 tipe dasar kromatin, yaitu :

  • Eukromatin
  • Heterokromatin

Eukromatin  dalam RNA, menghasilkan protein untuk  energi. Kromatin ini tersebar dibandingkan jenis  lainnya. (DNA) atau Deoxyribo Nucleic Acid  pada heterokromatin disebut genetik tidak aktif.

Komponen utama kromatin yaitu protein DNA dan histon. Dua salinan inti histon (H2A, H2B, H3 & H4) yang menjadi octamer.

Yang mana octamer memiliki 145-147 pasangan basa Deoxyribo Nucleic Acid DNA yang melilit untuk membentuk inti nukleosom.

Nukleosom mengontrol aksesibilitas DNA untuk mesin transkripsi dan kromatin faktor remodeling.

Struktur kromatin tergantung pada beberapa faktor. Struktur keseluruhan tergantung pada tahap siklus sel.

Selama interfase, kromatin lebih longgar untuk akses ke RNA dan DNA polimerase dan mereplikasi DNA.

Struktur kromatin tergantung gen pada DNA: DNA aktif ditranskripsi lebih longgar dan ditemukan terkait RNA polimerase. Sedangkan DNA tidak aktif berhubungan dengan protein struktural heterokromatin.

Penyakit Yang Dapat Menyerang Kromatin

Ada beberapa kemungkinan penyakit yang dapat menyerang kromatin. Hal ini tentu berakibat kurang baik terhadap penderitanya, untuk lebih jelasnya silahkan Anda lihat uraiannya berikut ini:

1. Sindrom Jacob

Adalah suatu kondisi pada mutasi genetik yang biasanya terjadi pada laki laki. Karena umumnya dalam setiap sel yang terdapat pada tubuh berjumlah 46 kromosom. Berbeda dengan seseorang yang menderita sindrom jacob ini dengan memiliki 47 kromosom pada setiap sel yang berakibat kesulitan akan tumbuh dan kembang penderitanya.

Penyebab yang diketahui dapat menimbulkan sindrom jacob ini adalah dengan terjadinya kelebihan pada kromosom (Y). Hal ini disebabkan oleh sel sperma yang tidak sempurna dalam perkembangannya. Artinya ada kelainan pada pembentukan bagian kromosom pada awal perkembangan janin.

Adapun beberapa tanda gejala dari sindrom jacob ini tergantung pada usia penderitanya. Hal ini kemudian yang membagi tanda tersebut seperti dibawah ini:

Gejala pada Bayi, seperti:

  • Gangguan pada motorik yang tak berkembang, seperti terlambat duduk, berjalan, atau merangkak.
  • Terlambat dalam berbicara atau sulit berbicara
  • Bayi menjadi tidak aktif
  • Otot menjadi lemah

Gejala pada remaja dan anak anak, seperti:

  • Emosi dan prilaku yang tak stabil
  • Susah untuk berkonsentrasi
  • Sulit dalam perkembangan belajar (kesulitan membaca dan menulis)
  • Terlambat bicara
  • Banyak tumbuh jerawat
  • Ukuran gigi yang besar

Gejala pada usia dewasa, seperti:

  • Gangguan kesuburan
  • Telinga terletak pada posisi dibawah normal
  • Tulang yang rata pada bagian pipi
  • Melengkung pada jari tangan
  • Ukuran kepala lebar
  • Jarak lebar antara mata
  • Skoliosis (kelainan pada tulang belakang)

2. Sindrom Klinefelter

Adalah suatu kondisi atau kelainan pada genetik yang berasal dari kromosom X tambahan. Hal ini akan mengakibatkan laki laki yang menderita Sindrom Klinefelter sejak lahir akan memiliki karakteristik seperti perempuan.

Biasanya jika dlam keadaan normal seseorang laki laki atau perempuan hanya memiliki 46 kromosom saja. Maka penderita Sindrom Klinefelter akan memiliki kromosom X yang berjumlah 47 hingga 49 Kromosom.

Artinya semakin banyak penderita sindrom ini memiliki kromosom X, maka akan semakin berat ganguan yang terjadi pada kesehatannya. Sementara belum diketahui dengan pasti apa penyebab dari sindrom jenis ini, tetapi hal ini kereap terjadi pada wanita yang berusia tua namun masih hamil.

Ada beberapa gejala sindrom klinefelter ini juga bergantung pada usia penderitanya, seperti berikut:

Gejala pada bayi seperti:

  • Terlambat bicara
  • Terlambat pertumbuhan
  • Menderita hipospadia atau kriptorkismus
  • Lemah pada bagian otot

Gejala pada remaja atau anak anak, seperti:

  • Tungkai kaki lebih panjang, pinggul lebar, dan badan pendek
  • Terlambat pubertas (testis kecil, penis kecil, kurangnya rambut pada kemaluan)
  • Payudara membesar
  • Kurang bersosialisasi, tidak bersemangat dan pemalu
  • Sulit menulis dan membaca

Gejala pada usia dewasa, seperti:

  • Gangguan kesuburan pada laki laki
  • Penis kecil, testis kecil
  • Libido sex rendah
  • Tinggi diatas rata rata
  • Mengalami osteoporosis
  • Tidak memiliki otot
  • Mengalami ginekomastia

Cara Mengobati Penyakit Pada Kromatin (sindrom jacob dan klinefelter)

Meskipun belum ditemukan obat khusus untuk mengatasi kedua sindrom ini, namun ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk membantu meringankan gejalanya, simak uraiannya:

Mengobati Sindrom Klinefelter

  • Melakukan terapi pada hormon testosteron pada anak laki laki agar tidak kekurangan hormon
  • Dengan terapi bicara
  • Terapi fisik
  • Melakukan terapi Okupasional
  • Melakukan operasi plastik untuk ukuran payudara yang berlebihan
  • Melakukan terapi (ICSI) Intracytoplasmic sperm injection

Mengobati Sindrom Jacob

  • Fisioterapi
  • Terapi bicara
  • Melakukan terapi Okupasi
  • Melakukan terapi belajar
  • Penangan Dokter Andrologi
  • Memeriksakan kesehatan dengan rutin

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan kami mengenai Fungsi Kromatin. jangan lupa untuk terus mengikuti update artikel terbaru dari https://rumusguru.com/. Semoga bermanfaat.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Fungsi Kromatin Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca