Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Fungsi Sitoskeleton

3 min read

Fungsi Sitoskeleton

Sitoskeleton adalah suatu jaringan serat sekaligus sebagai kerangka sel yang dapat mengorganisasikan struktur dan aktivitas di dalam sel. Untuk lebih lengkapnya simaklah pembahasan kami mengenai Materi Fungsi Sitoskeleton meliputi Pengertian, Struktur beserta Fungsinya.

Pengertian Sitoskeleton

Fungsi sitoskeleton
Gambar Sitoskeleton

Sitoskeleton adalah suatu jaringan serat sekaligus sebagai kerangka sel yang dapat mengorganisasikan struktur dan aktivitas di dalam sel.

Yang mana jejaring yang berbekas protein dan kemudian menyusun sitoplasma di dalam sel.

Pada saat masa awal mikroskopi elektron, seorang ahli biologi menduga bahwa beberapa organel sel eukariot yang mengembang bebas di dalam sitosol.

Namun perbaikan mutu dari mikroskop cahaya/mikroskopi elektron agar mengungkapkan keberadaan sitoskeleton tersebut.

Sitoskeleton sering disebut juga dalam bahasa ilmiah yaitu Cytoskeleton. Yang merupakan jejaring yang membentang di keseluruhan sitoplasma.

Cytoskeleton sendiri yang memiliki peranan penting didalam pengorganisasian struktur serta semua aktivitas sel, yang juga tersusun atas 3 struktur yakni molekular, mikrofilamen, & filament intermedit.

Fungsi Sitoskeleton

Berikut ini merupakan fungsi dari sitoskeletion/ Cytoskeleton , antara lain sebagai berikut:

  1. Sitoskeletion berfungsi untuk menahan ataupun mempertahankan bentuk sel. Sitoskeleton kemudian akan membuat sel tidak terlalu lembek dan dapat memungkinkan untuk kembali ke bentuk semula.
  2. Sitoskeletion juga dapat membantu gerakan material sel seperti mRNA agar bisa sampai ke tempat tujuannya, misalnya seperti menuju ribosom
  3. Sitoskeletion berfungsi dalam membentuk silia & flagela yang menjadi alat pergerakan sel
  4. Sitoskeletion bisa memberikan kekuatan mekanik pada sel.
  5. Sitoskeletion merupakan komponen penting dalam pembelahan sel. Yang mana sitoskeleton akan membentuk benang- benang spindel yang untuk mengikat dan menarik kromosom saat mitosis/meosis.

Struktur Sitoskeleton

Sitoskeleton memiliki struktur di dalam penyusunan sitoskeleton, lalu apa saja struktur yang bisa menyusun sitoskeleton ? Maka simak penjelasan berikut ;

1. Mikrotubulus

Semua sel eukariot tentu memiliki mikrotubulus atau dalam bahasa ilmiah disebut microtubule, didalam batang-batang yang memiliki rongga dan berdiameter sekitar 25 nm dengan panjang antara 200 mm s/d 25 um.

Selai itu, dinding tabung yang berongga tersebut tersusun atas protein globular atau yang disebut dengan tubulin.

Tiap-tiap protein yang ada didalam tubulin merupakan dimer, molekul yang tersusun dan di atas 2 sub-unit.

Dimana suatu dimer tubulin yang terdiri juga dari dua polipeptida yang sedikit agak berbeda, tubulin A dan juga tubulin B.

Yang mana mikrotubulus akan bertambah panjang dengan melalui penambahan dimer tubulin, mikrotubulus yang diurai juga dengan tubulin nya digunakan agar bisa membangun mikrotubulus di tempat yang lain terdapat di dalam sel.

Fungsi Mikrotubulus yakni membentuk serta membantu sel sekaligus berperan sebagai jalur yang bisa di susuri oleh organel yang telah dilengkapi oleh protein motorik.

Untuk bisa memberikan contoh berbeda dari mikrotubulus yang memandu vesikel sekresi yang didapat dari aparatus golgi ke dalam membran plasma.

Dan juga mikrotubulus memisahkan kromosan disaat pembelahan sel.

Fungsi Mikrotubulus

  1. Supaya bisa mempertahankan bentuk sel/penopang penahan-kompresi
  2. Motilitas sel atau seperti pada silia / flagela
  3. Menjadi pergerakan yang terjadi pada kromosom di dalam pembelahan sel
  4. Dan menjadi pergerakan organel

2. Filamen Intermediat

Filamen intermediat yang mana dalam bahasa ilmiah disebut dengan intermediate filament dimana sel ini memiliki diameter 8 s/d 12 nm.

Yang artinya lebih besar dibandingkan dengan diameter mikrofilamen namun lebih kecil jika dibandingkan dengan mikrotubulus.

Selain itu, filamen intermediat terspesialisasi guna menahan tegangan atau seperti mikrofilamen.

Filamen intermediat juga terdiri dari berbagai macam kelas dan unsur sitoskeleton.

Yang mana setiap tipe nya tersusun dari sub-unit molekular yang berbeda serta tergolong ke dalam suatu keluarga dari protein.

Sebaliknya mikrotubulus & mikrofilamen memiliki diameter serta komposisi yang tetap serta ada sema sel eukariot.

Filamen intermediat ini berperan atau berguna sebagai pengukuh sel yang lebih permanen dibandingkan dengan mikrofilamen & mikrotubulus.

Yang bisa diuraikan dan juga dirakit kembali di dalam berbagai bagian sel.

Apabila terjadi sel mati, jaringan filamen intermediat akakn tetap bertahan, contohnya lapisan terluar dari kulit kita yang terdiri dari sel-sel kulit mati yang penuh dengan protein keratin.

Fungsi Filamen Intermediat

  1. Filamen intermediat mampu mempertahankan bentuk dari sel atau unsur penahan-tegangan
  2. Filamen intermediat merupakan tambatan nukleus dan juga organel lain yang tertentu
  3. Filamen intermediat berfungsi sebagai pembentukan lamina nukleus

3. Mikrofilamen

Mikrofilamen atau dala bahasa ilmiah disebut dengan microfilament adalah batang padat yang berdiameter sekitar 7 nm.

Selain itu mikrofilamen juga sering disebut dengan filamen aktin karena tersusun atas molekul-molekul aktin.

Filamen intermediat juga merupakan sejenis protein globular, yang mana mikrofilamen adalah seutas rantai ganda atau sub-unit aktin yang sedang memuntir.

Serta terdapat filamen sebagai filamen yang lurus, mikrofilamen mampu dalam membentuk jaring struktual, karena keberadaan protein yang telah berikatan di sepanjang sisi filamen aktin maka bisa memungkinkan filamen baru yang membentang sebagai cabang.

Mikrofilamen terkenal akan peranannya di dalam motilitas sel yang terutama yaitu sebagai bagian dari aparatus kontraktil dari sel otot.

Berbeda dengan peranan dari penahan / kompresi oleh mikrotubulus, peran struktual dari mikrofilamen di dalam sitoskeleton agar mampu menahan tegangan.

Jejaring yang berdimensi 3 yang mana jejaring tersebut terbentuk oleh mikrofilamen tepat berada dibagian dalam membran plasma, fungsi membran plasma sendiri yakni sebagai pembungkus sel, atau mikrofilamen korteks yang membantu dalam pembentukan sel.

Jejaring tersebut juga bisa menyebabkan lapisan dari sitoplasma bagian terluar sel atau yang dalam bahasa ilmiah disebut dengan korteks, yang juga memiliki konsistensi dalam semisolid gel, yang juga merupakan kebalikan dari kondisi sitoplasma interior yang lebih lancar.

Pada sel hewan yang memiliki terspesialisasi yang berperan mentrasnpor materi agar bisa melintasi membran plasma, contohnya sel yang ada pada usus seperti yang sudah dijelaskan tadi.

Fungsi Mikrofilamen

  1. Mikrofilamen berfungsi untuk mempertahankan bentuk dari sel / unsur penahan tegangan
  2. Mikrofilamen dapat melakukan perubahan bentuk dari sel
  3. Mikrofilamen sebagai kontraksi pada otot
  4. Mikrofilamen menjadi aliran sitoplasmik
  5. Motilitas sel / seperti pada pseudopodia, dan juga Pembelahan pada sel
Apa itu Sitoskeleton ?

Sitoskeleton adalah suatu jaringan serat sekaligus sebagai kerangka sel yang dapat mengorganisasikan struktur dan aktivitas di dalam sel.

Apa fungsi dari sitoskeleton ?

Sitoskeletion berfungsi untuk menahan ataupun mempertahankan bentuk sel. Sitoskeleton kemudian akan membuat sel tidak terlalu lembek dan dapat memungkinkan untuk kembali ke bentuk semula.

Apa saja struktur dari sitoskeleton

1. Mikrotubulus
2. Filamen Intermediat
3. Mikrofilamen

Demikianlah pembahasan kami mengenai Fungsi Sitoskeleton baca juga artikel kami sebelumnya mengenai fungsi mitokondria. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Fungsi Sitoskeleton Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca