Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Fungsi Ureter

2 min read

Fungsi Ureter

Ureter adalah bagian dari sistem urinarius yang merupakan sistem tubuh yang bertanggung jawab dalam proses pembentukan serta pembuangan sisa metabolisme dan juga kelebihan cairan dalam bentuk urin yang disebut juga sistem perkemihan. Lebih lengkapnya simaklah Materi Fungsi Ureter meliputi, Struktur, Bagian, Letak, dan Gambar.

Pengertian

Ureter adalah bagian dari sistem urinarius yang merupakan sistem tubuh yang bertanggung jawab dalam proses pembentukan serta pembuangan sisa metabolisme dan juga kelebihan cairan dalam bentuk urin yang disebut juga sistem perkemihan.

Namun, sebelum kalian mengetahui fungsi ureter, sebaiknya kita mengetahui embriologi dan anatomi ureter terlebih dahulu.

Secara embriologi, urinarius berasal dari metanefros yang tersusun dari bagian dorsal mesonefros & tonjol ureter.

Yang kemudian metanefros ini adalah membentuk kaliks ginjal, jaringan parenkim ginjal, pielum, dan juga ureter.

Selanjutnya, struktur ini naik ke arah dorso-kranial selama proses perkembanganya yakni pada saat minggu ke-8 serta menyatu dengan blastema dan kemudian akan mengalami rotasi sehinga akhirnya pielum dan hilus ginjal akan terletak di sebelah medial.

Selain itu, ureter ialah lanjutan dari pelvis renalis yang berjalan dari hillus ginjal menuju ke distal yang kemudian bermuara di kandung kemih.

Baca Juga : Fungsi Uretra

Fungsi Ureter

Fungsi Ureter
Gambar Fungsi Ureter

Ureter memiliki fungsi yang penting yaitu untuk menghantarkan urin dari ginjal menuju kandung kemih.

Lapisan dinding ureter yang tersusun atas otot-otot polos sirkuler dan longitudinal mana kedua susunan tersebut dapat menimbulkan gerakan – gerakan peristaltik setiap 5 menit sekali.

Yang untuk mendorong air kemih kemudian di semprotkan dalam bentuk pancaran, yakni melalui osteum uretralis dan kemudian masuk ke dalam kandung kemih.

Pada saat masuk ke kandung kemih dinding atas dan bawah ureter akan tertutup dan ketika kandung kemih penuh akan terbentuk katup yang dapat mencegah kembalinya urin dari kandung kemih.

Selain dari fungsi ureter tersebut selama perjalanannya ureter terdapat beberapa tempat yang ukuran relatif lebih sempit dibandingkan dengan tempat lainnya. Adapun beberapa tempat penyempitan tersebut antara lain adalah :

  1. Perbatasan antara pelvis renalis & ureter (pelvico-uretero junction)
  2. Pada persilangan ureter & arteri iliaka di rongga pelvis (flexura marginalis)
  3. Ketika ureter masuk ke dalam kandung kemih (uretero-vesico junction)

Baca Juga : Fungsi Sitokeleton

Struktur Ureter

struktur ureter
Gambar struktur ureter

Ureter terdiri dari dua saluran pipa yang berada di sebelah kanan dan kiri yang dapat menghubungkan ginjal kanan dan ginjal kiri dengan kandung kemih.

Ureter memiliki ukuran yang panjangnya sekitar 20 s/d 30 cm dengan diameter rata – rata sekitar 0,5 cm dan diameter maksimal kira kira 1,7 cm yang berada di dekat kandung kemih.

Berdasarakan letaknya, ureter ini terbagi menjadi dua yaitu ureter pars abdominalis yang letaknya berada di dalam rongga abdomen dan ureter pars pelvis yang letaknya berada di dalam rongga pelvis.

Selain itu, ureter juga memiliki 3 lapisan dinding yang terdiri dari Jaringan ikat atau disebut juga dengan jaringan fibrosa pada lapisan luar,  otot polos sirkuler & longitudinal pada lapisan tengah, serta sel-sel transisional pada lapisan mukosa sebelah dalam.

Pada pria ureter berada di dalam visura seminalis atas yang disilangi dengan duktus deferens serta dikelilingi oleh pleksus vesikalis.

Ureter juga berjalan oblique sepanjang 2cm yang berada di dalam dinding kandung kemih pada sudut lateral dari trigonum vesika.

Sedangkan, pada wanita ureter berada di belakang fossa ovarika yang berjalan ke medial dan ke depan yakni ke bagian lateral serviks uteri di bagian atas vagina yang gunanya untuk mencapai fundus vesika urinaria.

Berdasarkan perjalanannya, ureter akan didampingi oleh arteri uterina yang panjangnya 2,5 cm yang kemudian arteri ini menyilang ureter lalu menuju ke atas diantara lapisan ligamentum.

Sistem perdarahan ureter ini bersifat segmental yang berasal dari pembuluh darah arteri renalis, spermatika interna, hipogastrika, dan arteri vesikalis inferior.

Dengan adanya hubungan kolateral yang kaya perdarahan, sehingga biasanya perdarahan pada tindak bedah ureter tidak teralu mengancam.

Persyarafan ureter yakni bersifat otonom yaitu maksudnya ialah oleh plexus hypogastricus inferior T11 – L2 melalui neuron simpatis.

Apa itu ureter ?

Ureter adalah bagian dari sistem urinarius yang merupakan sistem tubuh yang bertanggung jawan dalam proses pembentukan serta pembuangan sisa metabolisme dan juga kelebihan cairan dalam bentuk urin yang disebut juga sistem perkemihan.

Apa fungsi dari ureter ?

Ureter memiliki fungsi yang penting yaitu untuk menghantarkan urin dari ginjal menuju kandung kemih.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Fungsi Ureter baca juga artikel kami sebelumnya mengenai Fungsi Sentriol. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Fungsi Ureter Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca