Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Fungsi Uretra

3 min read

Fungsi Uretra

Dalam sistem anatomi, uretra merupakan saluran yang menghubungkan kantung kemih kepada lingkungan luar tubuh. Lebih lengkapnya simaklah pembahasan kami mengenai Materi Fungsi Uretra meliputi Pengertian, Struktur, Gejala, dan Penyebabnya.

Pengertian Uretra

Dalam sistem anatomi, uretra merupakan saluran yang menghubungkan kantung kemih kepada lingkungan luar tubuh.

Uretra memiliki fungsi sebagai saluran pembuang baik pada sistem kemih maupun ekskresi dan sistem seksual.

Pada pria, uretra ini berfungsi juga dalam sistem reproduksi yakni sebagai saluran pengeluaran air mani.

Struktur Uretra Pria

Struktur uretra pria
Gambar Struktur Pria

Uretra pada pria yakni menghubungkan kandung kemih dengan alat kelamin/kemaluan.

Ketika kantung kemih penuh, urin akan mengalir melalui uretra dan meninggalkan tubuh di meatus uretra, yang letaknya di ujung penis.

Pada pria, uretra meiliki panjang sekitar 20 cm dan berakhir di kepala/glans penis.

Sementara itu urin & air mani mengalir melalui uretra, tuba tidak hanya berperan dalam memindahkan cairan.

Sfingter uretra dapat mengendalikan buang air kecil baik secara sadar maupun tidak sadar.

Yang mana kelompok otot ini mencakup otot sfingter internal maupun eksternal uretra.

Uretra pria terdiri dari 4 segmen utama yaitu Uretra preprostatikyang berjalan di depan prostat, uretra prostat yang berjalan melalui kelenjar itu.

Dan uretra selaput yang bergerak melalui sfingter uretra eksternal, serta uretra spons yang bergerak yang kemudian berakhir di meatus.

Baca Juga : Fungsi Sentriol

Struktur uretra wanita

Struktur uretra wanita
Gambar Struktur Uretra Wanita

Uretra merupakan bagian dari sistem ginjal. Selain uretra, ginjal, ureter, dan kandung kemih juga merupakan bagian dari sistem tersebut.

Yang mana sistem ginjal berperan dalam memproduksi, menyimpan, serta menghilangkan limbah cair dalam bentuk urin.

Uretra mengangkut urin yang kemudian disimpan di kandung kemih dan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Pada wanita, urerta memiliki panjang sekitar 2,5 sampai 4 cm dan terletak di antara klitoris & pembukaan vagina.

Karena panjang uretra wanita lebih pendek dari uretra pria maka wanita lebih berisiko terkena infeksi kantung kemih dan infeksi pada saluran kemih.

Adapun uretra wanita yakni dimulai dari bagian bawah kandung kemih, yang dikenal dengan leher. Memanjang ke arah bawah, yakni melalui area otot di dasar panggul.

Sebelum sampai pada lubang uretra, urin akan melalui sfingter uretra. Ini merupakan struktur berotot dalam uretra yang bertanggung jawab dalam membantu menahan urin di dalam tubuh sampai kemudian dilepaskan.

Uretra membuka ruang depan, pada organ alat kelamin wanita. Pembukaan uretra terletak di depan lubang organ intim pada wanita.

Yang mana uretra wanita dilapisi oleh lapisan sel yang disebut epitel. Kelenjar di dalam uretra tersebut menghasilkan lendir.

Lendir tersebut berfungsi dalam melindungi epitel terhadap kerusakan dari urin korosif.

Uretra wanita memiliki ukuran yang lebih pendek dibanding dengan uretra pria.

Sebab ukurannya yang pendek inilah wanita memiliki risiko yang lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih.

Baca Juga : Fungsi Paru-Paru

Fungsi Uretra

Fungsi Uretra
Gambar Fungsi Uretra

Fungsi uretra secara keseluruhan yakni sebagai tabung yang menghubungkan kandung kemih ke alat kelamin.

Yang mana kandung kemih akan mengumpulkan dan menyimpan urin hingga urin tersebut siap untuk dibuang melalui uretra. 

Fungsi tersebut terjadi pada 2 jenis kelamin yakni pria dan wanita, hanya saja ada sedikit perbedaan, yaitu Uretra wanita lebih pendek daripada uretra laki-laki.

Terjadinya infeksi lebih sering terjadi pada uretra wanita daripada rekan laki-laki tersebut, karena ukurannya yang pendek.

Adapun kondisi infeksi uretra yang paling umum disebut dengan uretritis, yang melibatkan peradangan serta nyeri buang air kecil. 

Perawatan tergantung dari penyebab dan gejala tersebut, tetapi kebanyakan perawatan melibatkan jenis yang berbeda-beda.

Penyebabnya sangat mungkin bervariasi dan bisa juga terinfeksi virus/ bakteri. Gejala nya mungkin termasuk seperti purulen atau nanah seperti kotoran. 

Gejala dan Penyebab Striktur Uretra

Striktur uretra bisa menyebabkan munculnya gejala dari ringan yang hingga gejala yang berat. Beberapa tanda dari striktur uretra, antara lain :

  • Akan menyebakan aliran urine yang lemah dan berkurangnya volume urine.
  • Sering tiba-tiba ingin buang air kecil.
  • Tidak total dalam membuang urin sehingga masing menyisakan urine dalam kantung kemih.
  • Sulit buang air kecil dan sulit pula menghentikan aliran kemih.
  • Nyeri / sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Sulit mengendalikan buang air kecil (inkontinensia).
  • Nyeri di daerah bagian perut panggul atau bawah.
  • Pembengkakan pada penis dan menimbulkan rasa nyeri.
  • Ada darah pada air mani atau urine.
  • Ketidakmampuan untuk mengeluarkan urine.

Penyebab dan Faktor Risiko Striktur Uretra

Berikut ini merupakan beberapa penyebab umum parut atau terjadinya penyempitan uretra, yakni sebagai berikut :

  • Cedera / kecelakaan yang menyebabkan kerusakan pada uretra maupun pada kandung kemih.
  • Cedera panggul (fraktur tulang panggul).
  • Pembedahan prostat sebelumnya yang dikenal dengan TURP atau reseksi transurethral.
  • Kanker uretra meskipun penyakit ini jarang sekali terjadi.
  • Infeksi uretra (infeksi yang menular seksual atau STD, uretritis, gonore, dan klamidia).
  • Infeksi prostat / peradangan (prostatitis).
  • Operasi hypospadias sebelumnya (cacat sedari lahir kongenital ketika pembukaan uretra berada di bawah penis bukan ujung)..
  • Penempatan radiasi ke prostat (Brachytherapy ) untuk kanker prostat.
  • Kondisi inflamasi seperti lichen sclerosus dan Sindrom Reiter.
Apa penyebab dan Faktor Risiko Striktur Uretra ?

1. Cedera / kecelakaan yang menyebabkan kerusakan pada uretra maupun pada kandung kemih.
2. Cedera panggul (fraktur tulang panggul).
3. Pembedahan prostat sebelumnya yang dikenal dengan TURP atau reseksi transurethral.

Apa Gejala dan Penyebab Striktur Uretra

1. Akan menyebakan aliran urine yang lemah dan pengurangan volume urine.
2. Sering tiba-tiba ingin buang air kecil.
3. Tidak total dalam membuang urin sehingga masing menyisakan urine dalam kantung kemih.

Apa itu uretra ?

Uretra merupakan saluran yang menghubungkan kantung kemih kepada lingkungan luar tubuh.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Fungsi Uretra baca juga artikel kami sebelumnya mengenai Fungsi Sitoskeleton. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Fungsi Uretra Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Fungsi Jantung

Ami Alhasani
7 min read

Fungsi Kromatin

Ami Alhasani
3 min read