Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Iklim Koppen

3 min read

Iklim Koppen

Iklim Koppen adalah salah satu klasifikasi iklim yang paling banyak digunakan di Indonesia. mengenai penjelasan lengkapnya simaklah Materi Makalah Iklim Koppen, Pengertian, Macam, Manfaat Lengkap di bawah ini.

Apa itu Iklim Koppen?

Iklim Koppen adalah salah satu klasifikasi iklim yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Koppen menjelaskan bahwa efektivitas proses hujan untuk pengembangan dan pertumbuhan tanaman tidak hanya bergantung pada jumlah hujan, tetapi juga pada intensitas penguapan, yang menyebabkan hilangnya banyak air baik dari tanah dan tanaman.

Hubungan antara intensitas penguapan dan efektivitas hujan ditunjukkan oleh hubungan antara hujan dan suhu.

Contoh dari iklim ini adalah jumlah curah hujan yang sama dengan yang terjadi di iklim panas atau terkonsentrasi di musim panas, yang berarti bahwa penguapan besar lebih rendah pada tanaman daripada pada tanaman yang jatuh di iklim dingin.

Semua jenis klasifikasi iklim harus mengandung maksud dan tujuan masing-masing. Seperti klasifikasi iklim Oldeman yang digunakan dalam bisang pertanian, klasifikasi iklim Koppen juga memiliki kelebihan dan manfaat.

Klasifikasi iklim Koppen bertujuan untuk merancang formula yang menetapkan batas iklim yang cocok untuk mereka yang berada di zona vegetasi atau bioma yang dipetakan untuk pertama kalinya dalam hidup hidupnya.

Klasifikasi Iklim Menurut Koppen

Wladimir Koppen adalah seseorang yang sangat gigih dan selalu berjuang untuk wawasannya dan mengembangkannya lebih lanjut.

Ini terbukti ketika ia menerbitkan pembagian iklim pertama pada tahun 1900 dan versi yang direvisi pada tahun 1918 dan selanjutnya merevisi sistem klasifikasi sampai kematiannya pada tahun 1940.

Klasifikasi iklim Koppen didasarkan pada curah hujan rata-rata dan suhu bulanan atau tahunan. Ini karena dua elemen hujan dan suhu memiliki dampak besar pada kehidupan di permukaan bumi.

Koppen sendiri membedakan antara curah hujan dan suhu menggunakan huruf besar dan kecil. Simbol ini juga digunakan untuk menentukan atau menetapkan pembagian daerah iklim berdasarkan suhu bulan terdingin dan bulan terpanas. Berikut ini adalah kode dari klasifikasi iklim Koppen:

NoKodeKeterangan
1A Iklim tropis
2B Iklim kering
3C Iklim sedang
4D Iklim dingin
5E Iklim kutub
6F Selalu basah
7S Bulan kering pada musim panas
8W Bulan kering (winter)
9M Hujan cukup/ medium

Nah, ini adalah beberapa huruf besar dan kecil yang termasuk dalam klasifikasi iklim menurut Koppen. Untuk mengetahui lebih jelas jenis-jenis iklim yang diklasifikasikan oleh Koppen, kami akan membahasnya secara detail, sebagai berikut:

Iklim Hujan Tropis (A)

Daerah hujan tropis adalah wilayah dengan suhu bulan terdingin sekitar 18 derajat Celcius. Iklim ini diklasifikasikan sebagai panas.

Iklim selanjutnya dibagi menjadi tiga jenis, hutan hujan tropis (Af), monsun tropis (Am) dan Savana (Aw). Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ketiganya, ikuti langkah-langkah ini:

  • Hutan hujan tropis (Af) adalah jenis hutan hujan. Di bulan terkering, rata-rata curah hujan lebih dari 60 mm. Daerah ini memiliki banyak hutan lebat dan ada beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatra dan Kalimantan.
  • Monsoon tropika (Am) adalah daerah transisi di mana jumlah hujan selama bulan tersebut dapat mengimbangi kurangnya hujan selama bulan kering. Daerah ini juga memiliki hutan yang cukup lebat dan distribusinya meliputi wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
  • Savana (Aw) adalah daerah dengan musim kemarau panjang. Jumlah hujan di bulan basah tidak bisa mengimbangi kurangnya hujan di bulan kering. Di tempat seperti ini, tidak banyak vegetasi yang bisa tumbuh. Beberapa tanaman yang tumbuh, seperti rumput dan pohon langka, dan distribusinya antara lain di Nusa Tenggara dan Madura.

Iklim kering (B)

Berikutnya adalah iklim kering atau subtropis. Di daerah ini, tingkat penguapan lebih tinggi daripada di curah hujan, dan suhu di bulan terdingin mencapai 18,3 derajat Celcius.

Dalam iklim ini, pasokan air bahkan tidak mendukung dunia tanaman. Iklim ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

  • Iklim stepa (Bs)
  • Iklim padang pasir (Bw).

Tumbuhan yang dapat bertahan hidup di iklim ini termasuk kaktus.

Iklim Hujan Sedang (C)

Berikutnya adalah iklim hujan sedang. Wilayah beriklim sedang ini memiliki suhu rata-rata di bulan terpanas lebih dari 10 derajat Celcius.

Seperti dua jenis iklim sebelumnya, iklim ini dibagi menjadi tiga jenis iklim:

  • Iklim sedang dengan musim panas kering (Cs),
  • Iklim sedang dengan musim dingin kering (Cw)
  • iklim sedang lembab (Cf).

Iklim Dingin (D)

Daerah dengan iklim dingin memiliki suhu atau suhu rata-rata pada bulan-bulan terdingin kurang dari -3 derajat Celcius, sedangkan pada bulan-bulan terpanas suhu melebihi 10 derajat Celcius. Iklim ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu

  • Iklim dingin dengan musim dingin kering (Dw)
  • Iklim dingin tanpa periode siang (Df).

Iklim Kutub (E)

Iklim terakhir adalah iklim kutub. Daerah dengan iklim kutub memiliki suhu rata-rata kurang dari 10 derajat Celcius di bulan terpanas. Iklim kutub dibagi menjadi dua jenis iklim, yaitu:

  • Iklim Tundra (ET)
  • Iklim Salju Es Abadi (EF).

Baca Juga : Tipe Tipe Hujan

Apa yng di maksud dengan Iklim Koppen?


Iklim Koppen adalah salah satu klasifikasi iklim yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Koppen menjelaskan bahwa efektivitas proses hujan untuk pengembangan dan pertumbuhan tanaman tidak hanya bergantung pada jumlah hujan, tetapi juga pada intensitas penguapan, yang menyebabkan hilangnya banyak air baik dari tanah dan tanaman.

Sebutkan Kode dari Klasifikasi iklim Koppen?

Koppen sendiri membedakan antara curah hujan dan suhu menggunakan huruf besar dan kecil. Simbol ini juga digunakan untuk menentukan atau menetapkan pembagian daerah iklim berdasarkan suhu bulan terdingin dan bulan terpanas. Berikut ini adalah kode dari klasifikasi iklim Koppen:

1. Iklim tropis : A
2. Iklim kering : B
3. Iklim sedang : C
4. Iklim dingin : D
5. Iklim kutub : E
6. Selalu basah : F
7. Bulan kering pada musim panas di belahan bumi yang bersangkutan: S
8. Bulan kering (winter) : W
9. Hujan cukup/ medium : M

Apa yang di maksud dengan Iklim hujan tropis?


Daerah hujan tropis adalah wilayah dengan suhu bulan terdingin sekitar 18 derajat Celcius. Iklim ini diklasifikasikan sebagai panas.
Iklim selanjutnya dibagi menjadi tiga jenis, hutan hujan tropis (Af), monsun tropis (Am) dan Savana (Aw). Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ketiganya, ikuti langkah-langkah ini:
1. Hutan hujan tropis (Af) adalah jenis hutan hujan. Di bulan terkering, rata-rata curah hujan lebih dari 60 mm. Daerah ini memiliki banyak hutan lebat dan ada beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatra dan Kalimantan.
2. Monsoon tropika (Am) adalah daerah transisi di mana jumlah hujan selama bulan tersebut dapat mengimbangi kurangnya hujan selama bulan kering. Daerah ini juga memiliki hutan yang cukup lebat dan distribusinya meliputi wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
3. Savana (Aw) adalah daerah dengan musim kemarau panjang. Jumlah hujan di bulan basah tidak bisa mengimbangi kurangnya hujan di bulan kering. Di tempat seperti ini, tidak banyak vegetasi yang bisa tumbuh. Beberapa tanaman yang tumbuh, seperti rumput dan pohon langka, dan distribusinya antara lain di Nusa Tenggara dan Madura.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Iklim Koppen. Baca juga Klasifikasi Batuan Sedimen. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Iklim Koppen Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Iklim Junghuhn

Ami Alhasani
3 min read

Klasifikasi Awan

Ami Alhasani
2 min read