Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Peran Indonesia Di Dunia Internasional

3 min read

Peran Indonesia Di Dunia Internasional

Peran Indonesia Di Dunia Internasional – Pada kesempatan ini rumusguru.com akan memberikan penjelasan tentang Peran Indonesia Di Dunia Internasional, yuk lihat penjelasannya dibawah ini:


Peran Indonesia Di Dunia Internasional


Setiap negara di dunia memiliki filosofi hidup, struktur pemerintahan, tatanan sosial, kepentingan nasional dan potensi ekonomi yang berbeda.

Perbedaan inilah yang menjadi alasan perlunya menjalin hubungan kerjasama dengan negara lain. Singkatnya, antar negara ada hubungan interdependensi.

Agar hubungan antar negara memberikan manfaat bagi kelangsungan dan kedaulatan suatu Negara.

Maka suatu Negara harus mempunyai kebijakan sebagai dasar keterlibatan Negara dalam menjalin hubungan antar negara.

Landasan atau pedoman tersebut penting karena berdampak pada bangsa dan Negara yang bersangkutan.

Hubungan luar negeri yang dilakukan Indonesia didasarkan pada berbagai sumber hukum, yaitu Pancasila dan UUD 1945, RPJM, berbagai kebijakan yang bersifat operasional seperti Perpres dan Kebijakan Menteri Luar Negeri.

Peran Indonesia Di Dunia Internasional


Sikap Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Politik luar negeri Indonesia bebas dan aktif berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta hasil dinamika ketatanegaraan Indonesia sejak Indonesia merdeka.

Politik luar negeri bebas aktif Indonesia pertama kali dideklarasikan pada tanggal 2 September 1948 sebagai sikap politik pemerintah ketika memberikan pernyataan di hadapan Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat.

Sikap politik luar negeri bebas aktif memuat prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • Kebebasan untuk menentukan takdir seseorang dan memperjuangkan kepentingannya sendiri;
  • Tidak memihak salah satu blok kekuatan dunia tetapi secara aktif mempromosikan perdamaian dunia.
  • Menentang kolonialisme dalam segala bentuknya dan saling bekerja di bidang politik, ekonomi dan sosial;
  • Hidup berdampingan secara damai dan bertetangga yang baik dengan saling menghormati kedaulatan satu sama lain dan tidak mencampuri urusan rumah tangga masing-masing.
  • Mempromosikan hubungan dan kerjasama internasional sebagai wujud politik luar negeri yang bebas dan aktif yang dilestarikan untuk kepentingan nasional. (Affandi, 1997: 130)

Kelima prinsip ini memandu keterlibatan Indonesia dalam hubungan internasional.

Bagi Indonesia, dasar atau pedoman keterlibatan Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara lain adalah prinsip politik luar negeri Indonesia.

Keterlibatan ini diwujudkan melalui partisipasi Indonesia dalam berbagai kerjasama internasional dan organisasi internasional.

Berikut adalah beberapa contoh peran Indonesia dalam dunia internasional dalam kerja sama kawasan terkini khususnya ASEAN.

Dalam rangka mendukung kepentingan nasional di berbagai bidang dan sebagai upaya mewujudkan perdamaian dunia.


Peran Indonesia di ASEAN – baru-baru ini

Indonesia bersama Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand mendeklarasikan pembentukan ASEAN dan ditandatangani oleh lima negara pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok.

Sebagai pilar politik luar negeri Indonesia, ASEAN menjadi prioritas utama politik luar negeri Indonesia berdasarkan visi tersebut.

“Melalui penguatan peran serta kepemimpinan Indonesia dalam kerjasama ASEAN, ikut serta mendukung proses integrasi Komunitas ASEAN 2015 yang memberikan manfaat untuk Indonesia yang merdeka, maju, bersatu, demokratis, aman, adil, makmur, dan makmur.”

Peran Indonesia di ASEAN terbaru yang diekstrak dari situs Kementerian Luar Negeri RI adalah:

  • Indonesia berperan aktif dalam kerjasama regional di berbagai bidang seperti ASEAN, APEC, FEALAC, Asia Cooperation Dialogue (ACD), Asia Middle-East Dialogue (AMED), New Asian-African Strategic Partnership (NAASP), Southwest Pacific Dialogue (SwPD) ), dan Indian Ocean Rim Association (IORA).
  • Indonesia kembali menjadi tuan rumah APEC dan terpilih sebagai ketuanya pada tahun 2013. Indonesia sebelumnya pernah menjadi ketua APEC pada tahun 1994.
  • Indonesia menjadi tuan rumah FEALAC The 6th FEALAC Foreign Ministers Meeting yang diadakan di Bali pada tahun 2013.
  • Berpartisipasi aktif dalam kerjasama ASEAN di bidang politik-keamanan, ekonomi, sosial budaya dan pembangunan.
  • Inisiatif pembentukan ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR) oleh Indonesia telah direalisasikan oleh seluruh negara anggota ASEAN dan saat ini Sekretariat AIPR berpusat di Jakarta.
  • Indonesia memprakarsai pembentukan Badan Hak Asasi Manusia ASEAN (ASEAN Intergovernmental Committee on Human Rights / AICHR).
  • Ide Indonesia tentang Indo-Pacific Treaty, yaitu perjanjian yang mencakup kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas dan bertujuan untuk menciptakan kawasan yang memiliki rasa saling percaya dan percaya diri.
  • Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada 2011
  • Meyakinkan berbagai negara bahwa Myanmar mampu menjadi Ketua ASEAN.
  • Amerika Serikat dan Rusia bergabung dalam KTT Asia Timur atas upaya Indonesia.
  • Terkait dengan peningkatan hubungan eksternal ASEAN, Indonesia mengusulkan kerjasama yang lebih setara dan saling menguntungkan antara ASEAN dengan mitra wicara, serta dengan pihak eksternal lainnya (Second Generation Partnership).
  • Untuk menjamin keberlangsungan perkembangan Komunitas ASEAN, Indonesia mengajukan unsur-unsur utama Visi Komunitas ASEAN Pasca 2015 yang akan menjadi dasar penyusunan Visi Komunitas ASEAN Pasca 2015.
  • Di bidang kerja sama ekonomi ASEAN, Indonesia memprakarsai pembentukan ASEAN Framework on Equitable Economic Development (AFEED) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
  • Indonesia memprakarsai persiapan Deklarasi Persatuan ASEAN dalam Keanekaragaman Budaya: Menuju Penguatan Komunitas ASEAN.
  • Indonesia berperan aktif dalam kerjasama penanggulangan bencana alam di ASEAN melalui pembentukan ASEAN Coordinating Center for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center) di Jakarta.

Masyarakat ASEAN 2015

Masyarakat ASEAN 2015 dibentuk dengan tujuan:

  • Untuk menciptakan masyarakat yang berwawasan ke depan,
  • Hidup dalam lingkungan yang damai, stabil dan sejahtera, disatukan oleh kemitraan yang dinamis dan menciptakan masyarakat yang peduli.

Pembentukan Komunitas ASEAN didasarkan pada tiga pilar yaitu Pilar Politik-Keamanan, Pilar Ekonomi, dan Pilar Sosial-Budaya untuk memperkuat ASEAN dalam menghadapi perkembangan politik internasional.

Koordinasi kerja sama ketiga pilar tersebut dilakukan melalui ASEAN Coordinating Council (ACC) yang beranggotakan Menteri Luar Negeri ASEAN.

ACC bertemu setidaknya dua kali setahun dengan tugas mengkoordinasikan tiga Dewan Komunitas ASEAN yang terdiri dari Dewan Komunitas Keamanan Politik (APSCC).

Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (AECC) dan Dewan Komunitas Sosial-Budaya (Komunitas Sosial-Budaya ASEAN). Dewan / ASCCC).


Tugas Dewan Koordinasi ASEAN

Tugas Dewan Koordinasi ASEAN meliputi:

  • Mempersiapkan KTT ASEAN,
  • Mengkoordinasikan implementasi kesepakatan dan keputusan KTT ASEAN,
  • Berkoordinasi dengan Dewan Komunitas ASEAN untuk meningkatkan koherensi kebijakan, efisiensi dan kerja sama di antara Dewan,
  • Mengkoordinasikan laporan Dewan Komunitas ASEAN ke KTT ASEAN,
  • Mempertimbangkan laporan tahunan Sekretaris Jenderal tentang hasil kinerja ASEAN,
  • Menimbang laporan Sekretaris Jenderal menyangkut fungsi serta aktifitas Sekretariat ASEAN serta badan terkait yang lainnya,
  • Menyetujui pengangkatan dan pemberhentian Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN berdasarkan saran Sekretaris Jenderal, serta
  • Melaksanakan tugas lain yang diatur dalam Piagam ASEAN atau fungsi lain yang ditetapkan oleh KTT ASEAN.

Baca Juga :

Demikianlah penjelasan rumusguru.com mengenai Peran Indonesia Di Dunia Internasional, semoga bisa bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Peran Indonesia Di Dunia Internasional Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca