Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Manusia Purba

4 min read

Jenis-Jenis Manusia Purba

Anda mungkin pernah mendengar tentang sejarah manusia purba tetapi tahukah Anda apakah itu manusia purba? Maka simaklah pembahasan kami mengenai Jenis Jenis Manusia Purba Secara Lengkap di bawah ini.

Jenis Jenis Manusia Purba

Anda mungkin pernah mendengar tentang sejarah manusia purba tetapi tahukah Anda apakah itu manusia purba? Manusia kuno, atau sering disebut sebagai Manusia prasejarah, Manusia yang di zaman sebelum tulisan ditemukan.

Mereka hidup dengan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain (nomaden), kehidupan mereka masih sangat sederhana dan tergantung pada alam.

Tentu saja, kehidupan manusia purba tidak sama dengan kehidupan manusia saat ini.

Untuk mengetahui keberadaan manusia purba yang lebih jauh lagi, maka sejak dulu peneliti melakukan penelitian mengenai manusia purba ini.

Di Indonesia juga, manusia purba telah diteliti sejak lama, oleh Eugene Dubois, seorang dokter Belanda, merintis pada abad ke-18 Masehi.

Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui spesies manusia purba di Indonesia yang dapat dideteksi dengan penemuan fosil yang ditemukan di Solo, Pacitan, Ngandong, Mojokerto dan Sangiran.

Setelah penelitian mendalam tentang manusia purba di Indonesia, para ahli mengelompokkan manusia purba menjadi tiga jenis berdasarkan temuan fosil manusia purba. Tiga jenis manusia purba di Indonesia adalah:

  1. Meganthropus (Manusia besar).
  2. Pithecanthropus (Manusia Kera).
  3. Homo

Total ada sepuluh jenis Manusia Purba di Indonesia, yaitu:

  1. Meganthropus Paleojavanicus
  2. Pithecanthropus erectus
  3. Pithecanthropus solensis
  4. Pithecanthropus mojokertensis
  5. Homo Soloensis
  6. Homo erectus
  7. Homo Floresiensis
  8. Homo Habilis
  9. Homo Wajakensis
  10. Homo sapiens

Berikut adalah penjelasan untuk spesies manusia purba yang fosilnya ditemukan di Indonesia.

1. Meganthropus Paleojavanicus

Ciri Ciri Meganthropus Paleojavanicus
Ciri Ciri Meganthropus Paleojavanicus

Kata Meganthropus berasal dari 2 kata, yaitu Mega, yang berarti besar, dan Anthropus, yang berarti manusia.

Sementara itu, kata Paleojavanicus berasal dari kata Paleo, yang berarti tua, dan Javanicus, yang berarti Jawa.

Meganthropus Paleojavanicus adalah pria raksasa tertua dari Jawa dan dianggap sebagai manusia tertua di Indonesia. Ia juga disebut sebagai salah satu fosil manusia purba paling primitif.

Meganthropus Paleojavanicus, yang mana hewan purba ini ditemukan oleh Van Koenigswald, seorang peneliti Belanda pada 1936 M di Sangiran, Jawa Tengah, dan diperkirakan berusia 1 hingga 2 juta tahun selama masa penelitian.

Penemuan fosil Meganthropus tidak ditemukan lengkap, tetapi hanya dalam bentuk beberapa bagian tengkorak, rahang bawah dan beberapa gigi yang putus.

Diperkirakan jenis fosil ini hidup dari mengumpulkan makanan, terutama tumbuh-tumbuhan.

Karakteristik Meganthropus Paleojavanicus:

  1. Makanannya berupa tumbuh-tumbuhan.
  2. Tidak punya dagu, jadi lebih seperti kera.
  3. Memiliki tonjolan tajam di bagian belakang kepala.
  4. Tulang pipi tebal dengan dahi menonjol.
  5. Memiliki otot kunyah yang kuat, gigi dan rahang yang besar dan kuat.
  6. Memiliki postur yang tegap dan kuat.

2. Pithecanthrophus

Ciri Ciri Pithecanthrophus
Ciri Ciri Pithecanthrophus

Pithecantrophus adalah jenis/spesies fosil manusia purba paling banyak di Indonesia. Tiga spesies Pithecanthrophus telah ditemukan di Indonesia, yaitu:

  1. Pithecanthrophus Erectus,
  2. Pithecanthrophus Mojokertensis
  3. Pithecanthropus Soloensis.

Di bawah ini adalah rincian dari tiga spesies fosil Pithecantrophus.

  • Pithecanthrophus erectus

Penemu fosil Pithecanthrophus erectus adalah seorang dokter asal Belanda bernama Eugene Dubois.

Awalnya dia melakuakan di Sumatra Barat, tetapi tidak menemukan apa-apa dan kemudian pindah ke Jawa.

Ia juga menemukan fosil Pithecanthrophus erectus di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 1891.

Pithecantrophus Erectus sendiri berarti kera-manusia yang berjalan tegak. Fosil ditemukan dalam bentuk tulang rahang atas, tulang kaki dan tengkorak.

Fosil Pithecanthrophus Erectus sendiri ditemukan di pertengahan Pleistocene.

Berdasarkan hasil penelitian, Pithecanthrophus Erectus hidup dari berburu yang kemudian mengumpulkan makanan dan menjalani kehidupan nomaden, yang berarti berpindah-pindah berulang kali untuk menemukan sumber makanan dari satu tempat ke tempat lain atau untuk berburu binatang – binatang.

Ciri-Ciri Pithecanthropus erectus adalah:

  1. Volume otak antara 750 – 1350 cm³.
  2. Tingginya badanya sekitar 165-180 cm.
  3. Postur tubuh tegap, tetapi tidak setegap Meganthropus.
  4. Geraham besar dengan rahang yang sangat kuat.
  5. Hidung yang tebal.
  6. Memiliki tonjolan dahi yang tebal dan menyilang pada dahi dari sisi ke sisi.
  7. Wajah menonjol ke depan dan dahinya miring ke belakang.
  8. Di belakang kepalanya terlihat seperti wanita berkonde.
  9. Memiliki alat mengunyah dan leher yang sangat kuat.
  • Pithecanthrophus mojokertensis

Pithecanthrophus Mojokertensis juga dikenal sebagai Pithecantrophus Robustus.

Koenigswald berhasil menemukan fosil di Jetis dekat Mojokerto, Jawa Timur, yang hanya ada dalam bentuk tulang tengkorak anak-anak, Pithecanthrophus mojokertensis.

Selain itu, Weidenrich menemukan fosil tengkorak pada tahun 1936 sebuah fosil tengkorak seorang anak yang diberi nama Pithecantropus Robustus di Lembah Sungai Brantas, Desa Jetis, Mojokerto.

  • Pithecanthrophus solensis

Sementara itu, Von Koenigswald, Ter Harr dan Oppernoorth menemukan Pithecanthrophus Soloensis di Ngandong, Lembah Bengawan di Solo.

Lebih khusus lagi, fosil ini ditemukan antara tahun 1931 dan 1933 oleh Von Koenigswald dan Oppernoorth di daerah Ngandong dan Sangiran di dua lokasi berbeda dalam bentuk tengkorak dan tulang kering.

Fosil Pithecanthrophus yang ditemukan di Indonesia berusia antara 30.000 dan 1 juta tahun, berdasarkan hasil pengukuran usia tanah.

Pithecanthrophus menggunakan perangkat kehidupan sehari-hari yang terbuat dari batu atau kayu, yang telah ia terima.

Berdasarkan hasil penelitian, tidak ada bukti yang ditemukan bahwa makanan yang dimakan oleh Pithecanthrophus diproses atau dimasak sebelum dikonsumsi, meskipun pada saat itu mereka menggunakan alat kayu dan batu dan memakan apa pun yang ditemukan di alam dalam bentuk tanaman dan Sayuran Tumbuhan ditemukan. binatang.

Contoh alat batu yang digunakan oleh Pithecanthrophus termasuk kapak genggam, kapak pembentuk, pahat, kapak genggam, pisau cukur dan perkakas sabak.

Di mana peralatan tersebut ditemukan di banyak daerah di sekitar Pacitan, Jawa Timur.

Karakteristik Pithecantrophus umumnya meliputi:

  • Memiliki volume otak 750 – 1350 cc.
  • Memiliki tinggi sekitar 165-180 cm.
  • Tubuhnya kokoh tetapi tidak sekokoh Meganthrophus.
  • Memiliki dahi yang tebal dan menonjol di sepanjang kuil.
  • Hidungnya lebar dan tidak ada dagu.
  • Memiliki rahang yang kuat dan geraham besar.
  • Makanannya berupa daging dan tumbuhan-tumbuhan.

3. Homo

Ciri Ciri Homo
Ciri Ciri Homo

Fosil homo adalah jenis fosil manusia purba terkini dari fosil manusia purba lainnya. Diperkirakan bahwa fosil ini adalah antara 15.000 dan 40.000 SM.

Diasumsikan bahwa homotipe bukan lagi manusia kera (Pithecanthrophus), tetapi mereka sudah diklasifikasikan sebagai tipe manusia (Homo).

Ini tercermin dalam volume otak yang menyerupai manusia modern. Di Indonesia, tiga homotipe lama ditemukan, yaitu Homo Soloensis, Homo Wajakensis dan Homo Floresiensis. Di bawah ini adalah detail dari ketiga jenis homo.

  • Homo Soloensis

Fosil jenis ini ditemukan di daerah Ngandong, Lembah Bengawan Solo, hanya di sekitar Sungai Bengawan Solo, Von Koeningswald dan Weidenrich pada tahun 1931-1934.

Diperkirakan Homo Soloensis hidup antara 900.000 dan 300.000 tahun yang lalu.

Hidupnya telah berkembang lebih jauh dengan berbagai perangkat untuk bertahan hidup.

Beberapa ahli mengklasifikasikan Homo Soloensis dengan Homo Neanderthalensis.

Homo Neanderthalensis sendiri adalah spesies Homo sapiens awal dari Asia, Eropa dan Afrika, yang berasal dari Pleistosen atas. Selain itu, menurut Von Koegniswald, Homo Soloensis memiliki nilai lebih tinggi daripada Pithecanthrophus Erectus.

Ciri-Ciri Homo Soloensis diantaranya:

  • Volume otak antara 1000-1300 cc.
  • Memiliki tinggi badan 130 – 210 cm.
  • Wajahnya tidak menonjol.
  • Berjalan tegak dengan dua kaki (bipedal).
  • Lehernya menyusut.

Juga ditemukan temuan-temuan dari kebudayaan manusia kuno/manusia purba Homo Soloensis, yaitu kapak, alat serpih, alat yang terbuat dari tulang, dan peralatan kuno lainnya.

  • Homo Wajakensis

Fosil jenis ini ditemukan pada tahun 1889 oleh Eugene Dubois di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur.

Fosil yang ditemukan hanya terdiri dari tulang tengkorak, rahang bawah, dan beberapa tulang leher.

Diyakini bahwa Homo Wajakensis adalah nenek moyang dari ras Australia, yang berasal dari Australia.

Ciri Ciri Homo Wajakensis dinataranya:

  1. Hidung lebar dan mulut menonjol.
  2. Memiliki wajah yang lebar dan rata.
  3. Tulang tengkorak bundar.
  4. Memiliki tonjolan sedikit mencolok di dahi.
  • Homo Floresiensis

Fosil jenis ini ditemukan pada tahun 2003 oleh tim arkeologi bersama dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional di Indonesia dan Universitas New England di Australia selama melakukan penggalian di Liang Bua di Flores.

Ketika penggalian mencapai kedalaman lima meter, ditemukan kerangka manusia yang belum menjadi fosil, yang sangat kecil.

Diperkirakan 94.000 hingga 13.000 tahun sebelum Masehi. Ciri-Ciri Homo Floresiensi diantaranya:

  • Memiliki tubuh yang tegap dan kuat.
  • Berjalan mengunakan dua kaki (biped).
  • Tingginya kurang dari satu meter.
  • Volume otak 417 cc.
  • Tidak punya dagu.

Perkembangan Homo Soloensis dan Homo Wajakensis lebi lanjut masih disebut sebagai Homo Sapiens. Homo sapiens adalah evolusi yang lebih sempurna daripada homo lainnya.

Itu bisa dilihat dari pola pikirnya, meski masih sangat sederhana, tetapi setidaknya lebih maju dari pada homo lainnya.

Oleh karena itu, disebut sebagai Homo Sapiens, yang berarti manusia yang cerdas, dan diperkirakan hidup 40.000 tahun yang lalu setelah masa penelitian.

Homo Sapiens memiliki postur yang sama dengan manusia saat ini, tetapi masih hidup nomaden, yang berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Jenis homo ini dianggap sebagai nenek moyang bangsa Indonesia.

Apa itu manusia purba?

Manusia kuno, atau sering disebut sebagai Manusia prasejarah, Manusia yang di zaman sebelum tulisan ditemukan.

Sebutkan jenis jenis manusia purba?

Total ada sepuluh jenis Manusia Purba di Indonesia, yaitu:
1.Meganthropus Paleojavanicus
2. Pithecanthropus erectus
3. Pithecanthropus solensis
4. Pithecanthropus mojokertensis
5. Homo Soloensis
6. Homo erectus
7. Homo Floresiensis
8. Homo Habilis
9. Homo Wajakensis
10. Homo sapiens

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Jenis Jenis Manusia Purba. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Manusia Purba Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca