Kalimat Majemuk Bertingkat

2 min read

Kalimat Konjungsi Betingkat adalah salah satu jenis kalimat majemuk yang banyak dikenal, tapi meski begitu masih banyak di antara kita yang belum tahu mengenai kalimat ini, untuk itu kami sudah merangkum materi ini untuk kalian pelajari bersama.

Pengertian

Kalimat majemuk bertingkat merupakan jenis kalimat yang berasal dari gabungan dua kalimat tunggal atau pun lebih. Yang mana di dalam kalimat ini mempunyai beberapa unsur di dalamnya seperti unsur induk kalimat dan juga anak kalimat.

Induk kaimat adalah inti dari kalimat yang akan dijelaskan dalam kalimat tersebut sementara anak kalimat keberadaannya tidak bisa berdiri sendiri. Hal ini dikarenakan anak kalimat hanyalah sebagai penunjang atau pelengkap atau pun berperan sebagai pendukung yang ada pada inti kalimat.

Maka dari itu, posisi anak kalimat harus mengkuti induk kalimat dan induk kalimat sendiri bisa berada di awal kalimat mau pun di belakang kalimat, sehingga induk kalimat tidak harus selalu berada di awal kalimat.

Jenis – Jenis Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat konjungsi majemuk bertingkat dibagi ke dalam beberapa jenis, di antaranya adalah :

1.) Kalimat Konjungsi Betingkat Hubungan Waktu

Kalimat ini adalah jenis kalimat majemuk bertingkat yang anak kalimatnya mempunyai hubungan waktu dengan induk kalimatnya, maka dari itu kalimat ini biasanya menggunakan konjungsi. Seperti sejak, ketika, sesudah, sebelum dan lainnya.

Contoh :

  • Adik sedang belajar ketika ibu sedang mencuci.
  • Sejak bekerja sebagai Manajer, kehidupannya dan keluarganya menjadi semakin lebih baik.

2.) Kalimat Konjungsi Betingkat Hubungan Syarat

Kalimat ini mempunyai keterkaitan syarat dengan induk kalimat yang secara umum menggunakan konjungsi. contohnya jika, misalkan, apabila, asalkan dan seandainya.

Contoh :

  • Kami akan segera pulang jika hujan sudah mulai reda.
  • Kami akan segera menyusul apabila keluarga sudah berkumpul.

3.) Kalimat Konjungsi Betingkat Hubungan Tujuan

Jenis yang ketiga adalah kalimat konjungsi bertingkat hubungan tujuan. Seperti namanya, kalimat ini memiliki sebuah tujuan yang ingin dinyatakan dengan menggunakan kalimat yang berasal dari pola induk kalimatnya. Untuk membuat kalima ini kalian harus menggunakan kata hubung agar, biar, supaya dan lain sebagainya.

Contoh :

  • Novi sengaja tidur lebih awal agar besok subuh dia bisa bangun pagi.
  • Tata mengerjakan PR nya lebih dulu supaya nanti dia bisa datang ke ulang tahun temannya saat malam minggu.

4.) Kalimat Konjungsi Betingkat Hubungan Konsesif

Jenis kalimat ini memiliki anak kalimat yang pernyataannya bertentangan dengan induk kalimatnya. Meski kalimat ini masih terhubung satu sama lain. Biasanya kalimat ini akan menggunakan kata hubung seperti : biarpun, sekalipun, meskipun, sesungguhnya dan lainnya.

Contoh :

  • Rahma adalah gadis yang ramah dan murah senyum, meskipun kehidupannya tidak mudah karena sudah menjadi sebatang kara sejak kecil.
  • Ayah tetap terlambat datang ke pesta makan malam meski sudah membawa motornya dengan kecepatan penuh.

5.) Kalimat Konjungsi Betingkat  Hubungan Pengandaian

Kalimat Konjungsi Betingkat hubungan pengandaian memiliki anak kalimat yang menyatakan sebuah hubungan pengandaian dengan induk kalimat yang ada di dalamnya. Ciri – ciri kalimat ini adalah penggunaan konjungsi seolah – olah dan seakan – akan.

Contoh :

  • Perkataannya sangat tajam seoah – olah menusuk hatiku.
  • Pria itu tersenyum seakan – akan tahu isi hatiku.

6.) Kalimat Konjungsi Betingkat Hubungan Cara

Kalimat Konjungsi Betingkat hubungan cara ini adalah sebuah anak kalimat yang menyatakan tentang hubungan cara dengan induk kalimat yang ada di dalamnya. Biasanya menggunakan kata hubung dengan.

Contoh :

  • Curanmor itu melakukan aksi pencurian motor dengan menggunakan kunci T yang sudah dimodivikasi.
  • Pekerjaannya sangat rapi dan cepat dengan begini semua klien pasti akan sangat senang.

7.) Kalimat Konjungsi Betingkat Hubungan Penjelas

Kalimat Konjungsi Betingkat hubungan penjelas merupakan sebuah anak kalimat yang menjelaskan mengenai makna dari induk kalimat yang ada di dalamnya. Biasanya menggunakan kata bahkan dan bahwa.

Contoh :

  • Rento mengatakan bahwa Rudi masuk rumah sakit sejak tiga hari lalu.
  • Setelah berada di rumah sakit, Rudi masih belum membaik bahkan kini dia masih belum sadarkan diri.

8.) Kalimat Konjungsi Betingkat Hubungan Pertentangan

Kalimat Konjungsi Betingkat hubungan pertentangan merupakan sebuah kalimat dengan anak kalimat yang mempunyai makna yang bertentangan dengan induk kalimat. Biasanya menggunakan kata faktanya, kenyataannya, padahal.

Contoh :

  • Meski merokok tidak baik bagi kesehatan faktanya banyak orang yang tidak peduli dan masih tetap merokok hingga kini.
  • Dia menyuruhku untuk diet dan menjaga bentuk badan, kenyatannya dia sendiri yang suka makan di tengah malam.

9.) Kalimat Konjungsi Betingkat Hubungan Akibat

Kalimat Konjungsi Betingkat hubungan akibat ini memiliki anak kalimat yang menyatakan sebuah hubungan sebab akibat dengan induk kalimat. Biasanya menggunakan kata seperti, akibatnya, sampai-sampai, sehingga, maka dan lainnya.

Contoh :

  • Terjadi sebuah kecelakaan beruntun yang mengakibatkan 3 mobil terbakar sehingga ruas jalan ditutup hingga radius 3 kilometer.
  • Awing suka bermain game online sepanjang malam sehingga sering bangun kesiangan dan telat sampai di kantor.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Kalimat Konjungsi Betingkat yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi kalian, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya.

Artikel Lainnya :

Kalimat Majemuk Bertingkat Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Kata Rujukan

Guru Anggi
2 min read

Macam Macam Kata Depan

Guru Anggi
3 min read