Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Kalorimeter – Pengertian, Rumus, Contoh Beserta Gambar

3 min read

Rumusguru.com – Kalorimeter umumnya terbuat dari bahan kaca silinder, kemudian diberi cat, lalu dibawa pada tripod hingga diakhiri dengan adanya corong di dalamnya. Di dalamnya terdapat gelas yang lain, mirip dengan sebelumnya, menggunakan tabung di ruangan serta kunci.

Dalam pembahasan ini, kami akan menunjukkan secara lebih detail dan jelas pengertian Kalorimeter. Untuk informasi lebih lanjut dapat Anda simak berikut ini:

Pengertian Kalorimeter

Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan daya yang diperoleh. Penggunaan alat ini adalah dengan pengukuran perubahan suhu.

Mungkin ada perubahan signifikan dalam kalorimeter itu sendiri. Perubahan ini berasal dari listrik dan kemudian dari panas menurut hukum kekekalan energi yang digunakan untuk mengatakan bahwa energi tidak dapat dibangkitkan. Juga energi yang tidak mudah hancur.

Sejarah Singkat Kalorimeter

Pada 1780, seorang ahli kimia asal Negara Prancis yang bernama A. L. Lavoisier dikenal sebagai salah satu pria yang menguji suhu dengan menggunakan hewan marmut pada pernafasannya. Suhu yang dihasilkan dapat diamati karena adanya salju yang mengelilingi perangkat.

Peneliti P. S. Laplace (1749-1827) dengan A. L. Lavoisier (1743-1794) kemudian mengembangkan kalorimeter yang mengukur suhu suatu benda dalam pencairan es.

Kalorimeter terdiri dari kaca berbentuk bulat, tiga dimensi dan berakhir di dalam dengan sebuah batang. Di dalamnya ada gelas lain, mirip dengan aslinya, dengan tabung melalui ruangan sangat penting. Di sisi lain ada kotak.

Objek panas didefinisikan pada kotak. Es ditempatkan dalam pot dan keranjang. Panas tubuh tidak larut dalam es, yang kemudian menyebabkan es mencair. Dan air cair yang dihasilkan dengan mencairkan es yang membuka kaca dalam. Dan pada akhirnya, saat air semakin deras, esnya pun hilang.

Fungsi Kalorimeter

Kalorimeter berfungsi untuk mengukur suhu suatu benda atau untuk mengukur jumlah panas yang terjadi selama perubahan atau tindakan kimiawi. Kalorimeter adiabatik, yang menentukan reaksi kimia dan jumlah elektron.

Dari pembahasan di atas kita dapat menentukan jika kalorimeter memiliki dua bejana. Kandungan setiap lapisan ditentukan oleh ruang udara. Pelat di dalamnya terbuat dari aluminium mengkilap. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penyerapan panas oleh dinding pembuluh pada kalorimeter.

Alat ini juga memiliki penutup kayu. Karena tutup menjadi penghantar yang buruk. Ini karena suhu maksimum dikeluarkan dari kalorimeter. Selain itu, kalorimeter juga dapat digunakan untuk mengukur suhu suatu jenis material tertentu.

Rumus Kalolimeter dan Jenis Jenisnya

1.) Kalorimeter Bom

Alat ini adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya panas yang dapat dikeluarkan pada pembakaran penuh atau di luar O2. Seperti senyawa campuran, atau suplemen makanan.

Di sini, beberapa sampel dapat dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Pipa harus berventilasi baik dan dibenamkan dalam pengaturan suhu atau kalorimeter. Bersamaan dengan itu akan menyala dengan api listrik. Api berasal dari kawat baja yang dihubungkan ke pipa.

Dalam kasus uji pembakaran yang terjadi di bom itu sendiri. Ini juga merupakan metode yang mengeluarkan panas air, serta bom, sebagai berikut:

Rumus : qreaksi sama dengan – (qair ditambah qbom)

Sedangkan jumlah kalor yang diserap oleh air. Bisa dirumuskan dengan berikut ini :

Rumus : qair  sama dengan  m dikali c dikali DT

Lalu rumus yang digunakan untuk mencari jumlah pada kalor yang diserap oleh bom itu sendiri. Yaitu sebagai berikut :

Rumus : qbom  sama dengan  Cbom dikali DT

2.) Kalorimeter Sederhana  atau Larutan

Alat ini akan bekerja untuk mengukur suhu reaksi tanpa panas dari reaksi pembakaran. Atau mereka mungkin menggunakan kalorimeter yang terus menerus diberi tekanan. Begitu pula dengan menggunakan kalorimeter sederhana, dan bisa juga dibuat dari kaca styrofoam.

Biasanya kalorimeter ini digunakan untuk mengukur suhu yang sedang terjadi. Dimana respon akan berlangsung pada fase respon. Contohnya termasuk perubahan awal asam atau non-toleransi atau pelarutan oleh sistem air hujan.

Dalam hal persyaratan tipe panas biasanya digabungkan dan dilepaskan oleh larutan. Sementara itu, Anda bisa mengabaikan panas dari kaca dan lingkungan. Begini caranya:

qreaksi  sama dengan – ( qlarutan ditambah qkalorimeter )

qkalorimeter  sama dengan Ckalorimeter dikali DT

Atau

qreaksi  sama dengan – qlarutan

qlarutan  sama dengan m dikali c dikali DT

3.) Kalorimeter Makanan

Kalorimeter Makanan adalah alat untuk menentukan kandungan kalori dari karbohidrat, protein, atau makanan berlemak. Alat ini terdiri dari tabung kaca dengan panjang sekitar 19 cm dan lapisan rata-rata sekitar 7,5 cm. Bagian bawahnya dilipat ke atas hingga membentuk penutup. Penutup tersebut disumpal dengan pulpen karet yang di tengah terdapat lubang.

Bagian atas tabung kaca dilapisi dengan ban ebonit bulat. Di dalam tabung kaca ada adukan, yang porosnya menembus tutup ebonit, serta tabung logam. Bagian bawah tabung logam melewati lubang di penutup, dan akhirnya melewati penutup ebonit pusat. Terdapat lubang di tutup ebonit, tempat Anda bisa memasukkan termometer ke dalam tabung kaca.

Badan kaca diletakkan di atas sepotong asbes dan disimpan dalam tiga lapisan. Kepingan berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 9,5 cm. Di bagian bawah asbes terdapat kabel listrik yang tersambung ke listrik saat Anda menggunakannya.

Di bagian atas asbes adalah cangkir aluminium. Di bagian atas cangkir, digantung kawat nikelin yang dihubungkan dengan kabel listrik ke bagian bawah asbes. Kawat nikelin dimensi meletakkan makanan di atas piring saat dihidupkan oleh listrik. Kemudian diletakkan tabung logam yang berguna untuk mengalirkan oksigen.

Gambar Kalorimeter

Untuk lebih jelasnya kamu harus mengetahui bentuk kalorimeter. Simak gambarnya berikut:

Bentuk Dasar Kalorimeter

Gelas aluminium dan gelas plastik yang terbuat dari bahan polystyrene bisa manfaatkan untuk membuat bentuk kalorimeter sederhana dengan menggunakan termometer sebagai alat untuk pengaduk.

Kalorimeter yang paling banyak digunakan di laboratorium fisika biasanya berbentuk bulat dan terbuat dari logam seperti tembaga atau aluminium dengan berat 75 mm x 50 mm (diameter). Alat tersebut memiliki alat yang diblender dan ditaruh dalam mangkok besar yang disebut mantel/ jaket. Alat tersebut berguna untuk mereduksi panas akibat konveksi dan konduksi.

Cara Kerja

Prinsip kerja kalorimeter didasarkan pada prinsip black yaitu “kalor yang dilepaskan benda panas sama dengan suhu yang diterima benda dingin”. Akibatnya, ketika dua benda berada dalam jarak yang berdekatan, panas dipindahkan dari panas ke pendingin hingga mencapai suhu atau temperatur yang sama.

Bagian panas adalah wadah yang mengeluarkan panas, sedangkan bagian dingin adalah sumber panas, biasanya air. Dalam sistem tertutup, penyimpanan energi dapat diberi label sebagai berikut:

  • Tertutup oleh kekekalan energi kalor/ panas

Istilah-istilah yang digunakan dalam persamaan di atas adalah sebagai berikut:

 

No Istilah Keterangan
01 Q (J)  Jumlah Kalor
02 m (kg) Berat Zat
03 c (J/kgoC) Kalor Bentuk Zat
04 ∆T (oC) Deteksi Suhu
05 C (J/oC) Muatan kalor Satu Zat

 

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai kalorimeter. Mulai dari pengertian, rumus hingga contohnya yang kami berikan secara lengkap. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada pembahasan berikutnya.

 

Artikel Lainnya :

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Kalorimeter – Pengertian, Rumus, Contoh Beserta Gambar Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca