Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Kalorimeter – Pengertian, Rumus, Contoh Beserta Gambar

3 min read

Kalorimeter – Pengertian, Rumus, Contoh Beserta Gambar

Rumusguru.com –  Pernahkah kamu mendengar istilah tersebut? Atau sebenarnya kamu sudah pernah mendengarnya hanya saja tidak tahu apa arti dari istilah kalorimeter itu sendiri. Nah, maka dari itu pada kesempatan kali ini pun. Kami akan memberikan pembahasannya secara lengkap untuk kamu semua.

Yang pasti kami akan memberikan pembahasan menhenai rumus kalorimeter. Namun membahas rumus tanpa mengetahui arti dari kalorimeter itu sendiri sepertinya akan kurang lengkap ya. Maka dari itu kami pun akan memberikan pembahasan mengenai kalorimeter mulai dari pengertian, rumus hingga contohnya yang tentu saja akan disertai dengan gambar. Semua ini dilakukan agar kamu lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran yang satu ini ya.

Pengertian Kalorimeter

Sebelum membahas mengenai rumus kalorimeter ada baiknya jika kita bahas pengertian dari kalorimeter terlebih dahulu. Jika dilihat dari pengertiannya,  maka kalolimeter adalah sebuah alat. Alat ini bisa digunakan untuk dapat menentukan energi yang menumpuk. Cara kerja alat ini adalah dengan menggunakan cara mengukur pada suatu perubahan suhu yang terjadi. Mau pun perubahan efek yang ada pada termal yang lainnya.

Di dalam kalorimeter sendiri bisa terjadi sebuah perubahan energi. Perubahan ini terjadi dari energi listrik kemudian berubah untuk menjadi kalor yang sesuai dengan hukum kekekalan energi yang digunakan untuk menyatakan energi tidak bisa diciptakan. Serta energi yang juga tidak mudah untuk dimusnahkan.

Materi Kalorimeter

Seperti yang sudah dijelaskan di atas jika sebuah kalolimeter tersebut adalah sebuah alat yang bisa digunakan untuk melakukan percobaan yang memiliki hubungan dengan kalor ke dalam lingkungan yang bisa terjadi seminimun mungkin.

Nah, dari ulasan di atas bisa kita ketahui jika pada dasarnya jika kalolimeter tersebut memiliki dua bejana. Yang mana pada setiap bagiannya sendiri terpisahkan oleh suatu ruang udara. Bejana yang ada pada sebelah dalam nya ini terbuat dari alumunium yang mengkilat. Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi penyerapan kalor yang dilakukan oleh dinding bejana yang ada pada kalorimeter.

Alat ini pun memiliki tutup beja yang bahannya terbuat dari kayu. Karena tutup bejana ini berfungsi sebagai penghantar yang buruk. Hal ini dimaksudkan agar tidak banyak panas yang menghilang dari kalorimeter.

Selain itu kalorimeter juga bisa digunakan untuk mengukur kalor yang ada pada jenis suatu zat.

Rumus Kalolimeter dan Jenis Jenisnya

Seperti yang sudah kami janjikan di atas bahwa kami akan memberikan rumus kalorimeter khusus untuk kamu semua, nah di sini kami akan memberikan rumus kalorimeter sesuai dengan jenis jenis. Langsung saja yuk kita simak ulasannya di bawah ini :

1.) Kalorimeter Bom

Jenis kalorimeter yang pertama disebut dengan nama kalorimeter bom. Alat ini adalah sebuah alat yang digunakan untuk dapat mengukur jumlah kalor atau nilai kalori yang bisa dibebaskan pada pembakaran sempurna atau di dalam O2 berlebih. Yang berupa suatu senyawa, bahan bakar hingga bahan makanan.

Di sini sejumlah sampel juga bisa ditempatkan di dalam sebuah tabung. Di dalam tabungnya harus berisikan oksigen dan sudah tercelup di dalam medium penyerap kalor atau kalorimeter. Bersama dengan sampel yang akan terbakar oleh api listrik. Api ini sendiri asalnya dari kawat logam yang dipasang di dalam tabung tersebut.

Untuk rumus reaksi pembakaran yang terjadi di dalam bom sendiri. Dan juga rumus yang akan menghasilkan kalor yang diserap oleh air dan juga bom adalah sebagai berikut :

Rumus : “ qreaksi = – (qair + qbom) “

Sedangkan jumlah kalor yang diserap oleh air. Bisa dirumuskan dengan berikut ini :

Rumus : “ qair  =  m x c x DT “

Lalu rumus yang digunakan untuk mencari jumlah pada kalor yang diserap oleh bom itu sendiri. Yaitu sebagai berikut :

Rumus : “ qbom  =  Cbom x DT “

2.) Kalorimeter Sederhana  atau Larutan

Nah, jenis yang kedua disebut dengan kalorimeter sederhana atau larutan. Alat ini akan berfungsi pada pengukuran kalor reaksi selain yang berasal dari kalor reaksi pembakaran. Atau bisa juga dilakukan dengan menggunakan alat kalorimeter yang ada pada tekanan tetap. Yakni dengan menggunakan kalorimeter yang sederhana dan bisa dibuat dengan menggunakan gelas stirofoam.

Biasanya kalorimeter ini hanya digunakan untuk mengukur kalor reaksi. Yang mana reaksinya akan berlangsung di dalam fase larutan. Contohnya yang terdapat pada reaksi netralisasi asam – basa atau netralisasi atau pelarutan serta proses pengendapan.

Nah, untuk rumus reaksi kalornya biasanya diserap dan juga dilepaskan dengan menggunakan larutan. Sementara kalor yang diserap oleh gelas dan juga lingkungan bisa kamu abaikan saja ya. Dan berikut ini adalah rumusnya :

qreaksi  = – ( qlarutan + qkalorimeter )

qkalorimeter  = Ckalorimeter x DT

apabila harga dari kapasitas kalor yang sangat kecil sehingga menyebabkan perubahan pada kalor ini bisa berakibat pada kenaikan suhu kalorimeternya, maka akan seperti ini rumusnya.

qreaksi  = – qlarutan

qlarutan  = m x c x DT

 

Gambar Kalorimeter

Untuk lebih jelasnya kamu juga harus mengetahui bagaimana bentuk dari kalorimeter itu sendiri. Nah, bentuknya bisa kamu lihat dari gambar yang ada di bawah ini ya! Coba simak gambarnya! Mungkin saja kamu pernah melihat benda ini sebelumnya.

Contoh Soal Kalorimeter

Nah, membahas mengenai pengertian kalorimeter sudah. Membahas tentang rumus kalorimeter berdasarkan jenis jenis nya juga sudah. Maka berikutnya kami pun tak akan lupa untuk memberikan contoh soal untuk kamu semua. Karena rasanya kurang menarik dan kurang menyenangkan ya, jika kita tidak belajar untuk memecahkan materi ini dengan contoh soal.

Contoh Soal

Apabila terdapat suatu kalorimeter bom yang berisikan sekitar 250 mL air. Dengan suhu yang dapat mencapai hingga 25 oC. Lalu air tersebut kamu bakar dengan menggunakan 200 mg gas metana. Sehingga akan menyebabkan air yang ada di dalam kalorimeter mencapai suhu tertinggi hingga 35 oC.

Apabila kapasitas kalor pada kalorimeter tersebut sebesar 75 J / oC. Serta kalor jenis airnya sekitar 4,2 J / g.oC.

Maka coba hitungkah berapa DHc gas metana nya?

Jawaban :

Jika : qair       =  m x c x DT

= ( 250 ) x ( 4,2 ) x ( 35 – 25 )

= 10.500 J

qbom  =  Cbom x DT

= ( 75 ) x ( 35 – 25 )

= 750 J

qreaksi = – (qair + qbom)

qreaksi           = – ( 10.500 J + 750 J )

= – 11.250 J = – 11,25 kJ

200 mg CH4 = 0,2 g CH4 = ( 0,2 / 16 ) mol = 0,0125 mol

DHc CH4       = (- 11,25 kJ / 0,0125 mol ) = – 900 kJ / mol ( reaksi eksoterm )

Maka dari sini nilai yang ditemukan adalah :

= – 900 kJ / mol

 

Dari contoh soal di atas pastinya semakin membuat kamu lebih memahami mengenai materi yang kami bahas kali ini. Contoh soal di atas pun mengakhiri pembahasan kita pada kesempatan kali ini.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai kalorimeter. Mulai dari pengertian, rumus hingga contohnya yang kami berikan secara lengkap khusus untuk kamu. Agar kamu bisa belajar di rumah dengan lebih mudah dan tentu saja lebih menyenangkan ya. Sampai jumpa pada pembahasan yang lebih menarik berikutnya ya.

 

Artikel Lainnya :

Sejarah Kerajaan Majapahit

Artefak Peninggalan Zaman Megalitikum

Candi Plaosan

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Kalorimeter – Pengertian, Rumus, Contoh Beserta Gambar Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca