Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Klasifikasi Hutan

5 min read

Klasifikasi Hutan

Rumusguru.com – Tahukah Anda Klasifikasi Hutan? jika Anda belum mengetahui Anda dapat menyimak penjelasan secara  lengkapnya pada pembahasan kami kali ini mengenai Materi Klasifikasi Hutan di bawah ini.

Pengertian Hutan

Hutan adalah daerah yang ditumbuhi pepohonan lebat dan tanaman lainnya. Kawasan seperti itu ada di banyak dunia dan berfungsi menampung karbon dioksida, menjadi habitat hewan, modulator arus hidrologi dan konservasi tanah, dan menjadi salah satu aspek terpenting bagi biosfer bumi.

Menurut Undang-Undang Hutan No. 41 tahun 1999, hutan merupakan kesatuan ekosistem dalam bentuk area yang mengandung sumber daya alam hayati yang didominasi oleh pepohonan di lingkungan alaminya dan tidak dapat dipisahkan.

Hutan adalah bentuk kehidupan yang dalam jumlah yang sangat besar yang tersebar di seluruh dunia. Kalian bisa menemukan hutan, baik di daerah tropis dan daerah yang beriklim dingin, di dataran rendah dan di pegunungan, di pulau-pulau kecil maupun di benua besar.

Selain itu, hutan merupakan kumpulan tanaman dan tumbuhan, terutama pohon atau tanaman kayu lainnya yang menempati area yang luas.

Baca Juga : Klasifikasi Batuan Sedimen

Klasifikasi Hutan

Klasifikasi Hutan
Klasifikasi Hutan

Seperti yang telah di jelaskan di atas bahwa hutan adalah salah satu kenampakan alam yang banyak ditumbuhi oleh tumbuhan-tumbuhan yang berukuran besar yang mendominasi.

Jenis hutan di dunia ini sangatlah beragam. Di Indonesia khususnya, hutan dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

a. Berdasarkan jenis tumbuhan

  • Hutan yang terdiri atas satu jenis tumbuhan / homogen seperti hutan jati & hutan pinus.
  • Hutan yang terdiri dari macam macam jenis tumbuhan / heterogen, hutan hujan tropis.

b. Berdasarkan ketinggian tempat

  • Hutan pantai seperti di pantai timur pulau Sumatera dan pantai utara pula Jawa.
  • Hutan rawa, di Kalimantan.
  • Hutan pegunungan.
  • Hutan dataran rendah.

c. Berdasarkan iklim

  • Hutan hujan tropis dengan karateristik / memiliki pohon yang tinggi dan besar, berdaun lebar dan juga lembab seperti yang terdapat di Sumatera, Kalimantan & Papua.
  • Hutan musim dengan karakterristik daunnya yang merangas pada saat kemarau dan bertunas ketika musim hujan.

d. Berdasarkan manfaat dan tujuan

  • Hutan produksi – hutan ini berfungsi sebagai penghasil bahan baku industri kayu dan juga kertas bahkan sebagai penghasil karet.
  • Hutan lindung – hutan ini berfungsi untuk perlindungan alam dan juga sebagai pelestarian lingkungan, mencegah erosi, banjir bahkan untuk menyimpan cadangan air.
  • Hutan rekreasi – hutan ini berfungsi untuk wahana ekowisata.
  • Hutan suaka alam – hutan ini berfungsi untuk melindungi flora dan fauna yang terancam punah/langka. Adapun hutan produksi, rekreasi dan suaka alam adalah hutan budidaya / hutan buatan yang akan dikelola untuk kepentingan manusia.

Baca Juga : Klasifikasi Awan

Klasifikasi Hutan Berdasarkan Fungsi

Areal hutan dapat dibagi lagi menurut fungsinya sebagai hutan lindung dan hutan konservasi dan hutan produksi. Pada dasarnya setiap hutan harus memiliki tiga fungsi tersebut.

Namun setiap hutan di Indonesia setiap kawasan hutan memiliki ciri khas tersendiri. Itu tergantung pada fisiologi, flora dan fauna, karya seni dan keanekaragaman alam serta hayati.

I. Hutan Produksi

Manusia bisa saja memanfaatkan hutan untuk berbagai kepentingan. Penggunaannya harus sesuai dengan aturan.

Ada tiga jenis hutan produksi:

  1. HP atau hutan produksi tetap = adalah hutan yang dapat dieksploitasi dengan tebang pilih atau tebang habis.
  2. HPT atau hutan produksi terbatas = adalah hutan yang hanya dapat dieksploitasi dengan tebang pilih. Wilayah HPT sering ditawarkan untuk menghasilkan kayu yang sedikit. Ini ditemukan di pegunungan Indonesia, di mana lereng membuat deforestasi menjadi sulit. Pemanfaatan hutan dibatasi karena keterbatasan lahan yang tersedia dan medan yang sulit.
  3. HPK atau Hutan Produksi Konversi = Ada dua aturan di HPK, sebagai berikut:
  • Areal hutan dengan kemiringan, jenis tanah dan kekuatan curah hujan, jika semuanya dikalikan 124 atau kurang, maka hutan dapat berubah. Dapat dikonversi karena tidak termasuk hutan alam dan cagar alam.
  • Kawasan yang dilihat dari situs atau lokasinya sebenarnya dicadangkan untuk sejumlah kegiatan seperti pertanian, transmigrasi dan desa pertanian.

II. Hutan Lindung

Singkatnya, hutan lindung adalah hutan lindung negara yang tidak dapat dimanfaatkan secara luas.

Ini karena lingkungan hidup mempengaruhi tanah dan lingkungan sekitar hutan. Tata air di hutan lindung harus dijaga dan dilindungi. Ini telah dituangkan dalam UU No.41 tahun 1999, Pasal 1, ayat 8 mengenai hutan dan UU No. 41 Tahun 1999 pasal 26.

Tujuan utama pemanfaatan hutan lindung adalah untuk memajukan kepentingan masyarakat, sekaligus menginformasikan kepada masyarakat bahwa mereka senantiasa merawat dan meningkatkan fungsi hutan lindung secara turun-temurun.

Izin Kehutanan:

  • Pemanfaatan lahan seperti peternakan, budidaya jamur dan budidaya tanaman obat dan hias.
  • Pemanfaatan sumber daya alam seperti pemanfaatan air, pemanfaatan sumber daya alam untuk pariwisata dan keindahan dan kenyamanan.
  • Deforestasi, seperti panen buah, madu, dan rotan.

III.  Hutan Konservasi

Hutan ini memiliki keistimewaan, berbeda dengan hutan lindung dan produksi. Hutan ini memiliki peran besar dalam melestarikan satwa liar serta keanekaragaman hayati. Hutan terdiri dari suaka margasatwa, suaka alam, pelestarian alam, dan taman buru.

Persebaran Hutan di Indonesia

Persebaran Hutan di Indonesia
Persebaran Hutan di Indonesia

Persebaran hutan yang terapat di Indonesia secara umum yakni dari barat ke timur adalah sebagai berikut :

  • Hutan musim
  • Hutan hujan tropis
  • Hutan Bakau
  • Hutan sabana.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah ulasan mengenai hutan-hutan yang terdapat di Indonesia:

a. Hutan musim

Hutan jenis ini tersebar di Jawa dan Nusa Tenggara Timut.

  • Jenis hutan yang dipengaruhi oelh iklim musim.
  • Hanya memiliki satu jenis tumbuhan seperti angsana & jati.
  • Pohon-pohon meranggas ketika musim kemarau dan akan tumbuh kembali di musim hujan.

b. Hutan hujan tropis

Hutan ini tersebar di Sulawesi, Papua, Sumatera, dan Kalimantan,

  • Hutan ini terdapat di daerah yang memiliki curah hujan tinggi.
  • Memiliki daun yang lebat, jenis tumbuhan heterogen.
  • Pohon diliputi / dililiti oleh tumbuhan yang merambat seperti rotan.
  • Sinar matahari sulit untuk menembus tanah.
  • Memiliki kelembaban tanah yang sangat tinggi.

c. Hutan bakau

Tersebar di pantai utara Jawa, Kalimantan, pantai timur Sumatera, dan pantai selatan Papua

  • Terdapat di wilayah pantai yang berlumpur dan berombak kecil.
  • Akar dari pohon yang ada di hutan ini mampu menahan abrasi.

d. Hutan sabana

Hutan ini tersebar di Bali, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.

  • Terdapat di wilayah yang dengan curah hujan minim.
  • Hutan ini adalah padang rumput dan semak belukar.
  • Hutan ini juga sering dimanfaatkan untuk peternakan seperti sapi, kuda, dan kambing.

Luas Kawasan Hutan

Indonesia adalah negara terbesar dengan maritimnya. Selain di wilayah pesisir, hutan juga ditemukan di negeri ini. Menurut data Badan Pusat Statistik Internasional pada tahun 2011 total luas hutan di Indonesia adalah 884.950 km2. Karena itu, Indonesia menempati peringkat ke-9 dunia dalam hal hutan. Indonesia memiliki 46,46% luas wilayah, lebih dari 50% luas hutan.

Undang Undang Terkait Hutan

Sebagai rumah bagi segala jenis tumbuhan dan satwa dalam pemanfaatan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hutan, pemerintah telah mengatur dan melindungi.

Berikut beberapa aturan tentang hutan:

  1. UU Nomor 5 Tahun 1967 Tentang Kehutanan
  2. UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan
  3. Peraturan Mahkamah Konstitusi Putusan No. 35/PUU-X/2012 tentang Hutan.
  4. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.21/Menlhk/Setjen/ Kum.1/4/2019 tentang Hutan Adat dan Hutan Hak.
  5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia No.P.51/Menlhk/Setjen/ Kum.1/6/2016 tentang Tata Cara Pelepasan Kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi.

Pengelolaan Hutan

Beberapa kebijakan terkait kehutanan telah dikembangkan oleh pemerintah melalui instansi terkait.

  • Semua masyarakat memiliki tanggung jawab untuk melindungi hutan. Saat ini, pengelola hutan utama adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.
  • Fungsi utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah bekerja sama dengan instansi pemerintah daerah di bidang kehutanan untuk membantu Presiden dalam menjalankan negara.
  • Fungsi utama Kementerian Agraria dan Tata Ruang adalah untuk mengkoordinasikan kegiatan pemerintah selama pertanian atau penguasaan lahan dan menyiapkan lahan untuk membantu Presiden dalam membangun administrasi publik.

Penyebab Kerusakan Hutan

1. Akibat ulah manusia, seperti:

  • Kebakaran hutan, disengaja untuk kegiatan perladanggan atau pembukaan lahan.
  • Penebangan liar dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.
  • Pembukaan hutan skala besar untuk perkebunan.
  • Transmigrasi dengan membuka hutan dan penebang liar untuk pendapatan.
  • Semakin banyak penduduk, pembukaan hutan untuk pemukiman.

2. Akibat Kebijakan, Seperti:

  • Kebijakan otonomi daerah.
  • Deforestasi yang direncanakan.
  • Kurangnya kebijakan inovatif.
  • Konflik kepemilikan lahan.

3. Akibat Penegakan Hukum Lemah

  • Dibidang Kehutanan, hukum belum diprioritaskan bagi pengusaha, pemuda dan tokoh intelektual. Hanya berlaku untuk pelaku perusakan hutan di lapangan saja.

Cara Melestarikan Hutan

Berbagai cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan adalah:

  1. Dengan penghijauan dan reboisasi
  2. Tidak menebang pohon sembarangan dihutan
  3. Jika ingin menebang maka lakukan tebang pilih
  4. Dengan menghindari hutan berpindah
  5. Jangan melakukan atau mendirikan berbagai industri dikawasan hutan
  6. Memberikan hukuman pada orang atau oknum yang melakukan penebangan liar
  7. Menjaga dan melestarikan hutan secara bersama sama
  8. Jangan membuat pemukiman untuk penduduk dikawasan hutan
  9. Penghematan pada penggunaan kertas agar produksi dengan bahan kayu berkurang
  10. Melarang ilegal loging
  11. Jangan membakar hutan
  12. Jangan melakukan perpindahan ladang
  13. Melestarikan cagar alam
  14. Dan lain sebagainya

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Klasifikasi Hutan. Baca juga Sumber Daya Alam Pulau Jawa. Semoga bermanfaat.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Klasifikasi Hutan Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Fungsi Jantung

Ami Alhasani
7 min read

Pengertian Kata Rujukan

Ami Alhasani
3 min read