Ilham Zulfikar Riwayat Penulis : Alumni Universitas Lampung, Jurusan MIPA. Angkatan 2010. Guru Perivat dan Penulis Website Yang Berhubungan dengan Skill dibidang MIPA

Pengertian Konvergen, Diveregen, dan Transform

2 min read

Konveregen

Apa Pengertian Konvergen, Diveregen, dan Transform? – Apakah Anda sudah pernah mendengar kata konvergen, diveregen dan transform? Bagi orang awam, kata-kata ini barangkali baru sekarang mendengarnya, tetapi bagi geologis, mereka sering mendengar kata-kata ini. Nah, untuk itu simaklah penjelasan kami mengenai Materi Pengertian Konveregen, Diveregen, dan Transform Lengkap di bawah ini.

Pengertian Konvergen, Diveregen, dan Transform

Apa Pengertian Konveregen, Diveregen, dan Transform? – Apakah Anda sudah pernah mendengar kata konvergen, diveregen dan transform? Bagi orang awam, kata-kata ini barangkali baru sekarang mendengarnya, tetapi bagi geologis, mereka sering mendengar kata-kata ini.

Telah berkembang menjadi pelajaran dasar di bidang geologi. Kata-kata ini adalah ungkapan dalam teori lempeng tektonik. Lihat juga teori-teori lain yang sebelumnya dibahas dalam sejarah perkembangan geosains.

Sebelum melanjutkan, lebih baik untuk memahami komposisi isi perut bumi untuk memudahkan pemahaman pada pembahasan kali ini.

Alfred Wegener (1912) adalah orang yang membuat hipotesis pergeseran benua dan merupakan asal mula teori lempeng tektonik. Hipotesis ini dikembangkan lebih lanjut dalam bukunya tahun 1915 “The Origin of Continents and Oceans“.

Isinya di dalamnya yaitu adalah bahwa benua-benua yang sekarang ada, dulunya adalah suatu bentang alam yang bergerak saling menjauh satu dengan yang lain, sehingga memecahkan beberapa benua tersebut yang dari inti bumi seperti ‘bongkahan es’ dari granit yang ber-massa jenis rendah dan mengambang di atas lautan basal yang sifatnya padat.

Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi mengambang dan tidak permanen. Penjelasan tentang komposisi isi perut bumi menjelaskan bahwa kerak bumi dan mantel atas membentuk suatu unit yang disebut lithosphere.

Litosfer mengapung di atas lapisan astenosfer. Teori lempeng tektonik atau “plate tektonik/lempeng tektonik” meneliti hubungan antara deformasi dan pergerakan lempeng.

Baca Juga : Vegetasi Hutan Hujan Tropis

Batas-batas Lempeng

Konveregen
Konvergen

Gerakan antara satu lempeng dan lempeng lainnya berdampingan untuk membentuk interaksi sehingga dibagi menjadi tiga jenis tergantung pada jenis gerakannya, yaitu sebagai berikut:

Divergen

Gerakan lempeng dimana lempeng bergerak saling menjauh, dengan gaya yang bekerja pada gerakan ini adalah gaya tarik (tensional).

Perbedaan ini menyebabkan magma naik dari pusat bumi, membentuk dasar lautan atau kerak samudera. Contohnya adalah MOR (Mid Ocean Ridges) di dasar Samudera Atlantik.

Konvergen

Pergerakan lempeng, di mana lempeng bergerak berdekatan, gaya yang bekerja pada gerakan ini adalah gaya kompresional . Ada tiga jenis gerakan konvergen, yaitu:

  • Subduksi : Pergerakan konvergen antara lempeng benua dan lempeng samudera, dengan lempeng samudera jatuh di bawah lempeng benua, karena gravitasi spesifik lempeng benua kurang dari lempeng samudera. Contohnya adalah parit yang membentang dari barat Sumatra, selatan Jawa, ke selatan Nusa Tenggara.
  • Obduksi : Pergerakan konvergen diantara kerak benua dan kerak samudera, tempat kerak benua tenggelam/ menunjam di bawah kerak samudera. Penunjaman ini terjadi yakni karena adanya perubahan dari batas lempeng divergen kemudian menjadi konvergen, menimbulkan terjadinya kerak benua berbenturan dengan kerak samudera.
  • Kolisi : Gerakan konvergen antara lempeng benua dan lempeng benua. Kedua pelat memiliki massa jenis yang tidak berbeda untuk membentuk pegunungan yang tinggi, seperti Pegunungan Himalaya

Transform

Pergerakan lempeng dimana lempeng bergerak berpapasan. Gerakan ini sejajar dan tidak vertikal, dimana akan menghasilkan sesar mendatar jenis Strike Slip Fault. Contohnya adalah sesar San Andreas, Amerika Serikat.

Baca Juga : Batas Teritorial Laut Indonesia

Apa yang di maksud dengan Divergen?


Gerakan lempeng dimana lempeng bergerak saling menjauh, dengan gaya yang bekerja pada gerakan ini adalah gaya tarik (tensional).

Perbedaan ini menyebabkan magma naik dari pusat bumi, membentuk dasar lautan atau kerak samudera. Contohnya adalah MOR (Mid Ocean Ridges) di dasar Samudera Atlantik.

Apa yang di maksud dengan Transform?

Pergerakan lempeng dimana lempeng bergerak berpapasan. Gerakan ini sejajar dan tidak vertikal, dimana akan menghasilkan sesar mendatar jenis Strike Slip Fault. Contohnya adalah sesar San Andreas, Amerika Serikat.

Apa yang di maksud dengan Transform?

Pergerakan lempeng, di mana lempeng bergerak berdekatan, gaya yang bekerja pada gerakan ini adalah gaya kompresional . Ada tiga jenis gerakan konvergen, yaitu:

1. Subduksi
2. Obduksi
3. Kolisi

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Konveregen, Diveregen, dan Transform Lengkap. Baca juga Batas Teritorial Laut Indonesia

Ilham Zulfikar Riwayat Penulis : Alumni Universitas Lampung, Jurusan MIPA. Angkatan 2010. Guru Perivat dan Penulis Website Yang Berhubungan dengan Skill dibidang MIPA
Pengertian Konvergen, Diveregen, dan Transform Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca