Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Larutan Non Elektrolit – Pengertian, Sifat, Ciri Ciri, Contoh

3 min read

Larutan Non Elektrolit – Pengertian, Sifat, Ciri Ciri, Contoh

Pernahkah kamu mendengar istilah larutan elektrolit dan larutan non elektrolit? Mungkin kamu pernah mendengarnya namun belum tahu tentang arti dari istilah di atas. Untuk itu kami pun, akan mengangkat materi ini dalam pembahasan kali ini. Mulai dari pengertiannya, sifat sifat dan ciri ciri dari larutan elektrolit serta contohnya yang bisa kita temukan dengan mudah di sekitar kita.

Agar lebih mudah memahami materi yang satu ini, langsung saja simak ulasan lengkap dan jelas dari larutan non elektrolit. Kita mulai dari pengertiannya ya!

Pengertian Senyawa Non Elektrolit

Jika dilihat dari pengertiannya, senyawa non elektrolit merupakan sebuah senyawa yang tidak dapat menghantarkan arus listrik pada saat senyawa tersebut dilarutkan pada air. Jika semakin banyak jumlah ion nya, akan semakin kuat pula daya hantar yang dihasilkannya.

Sementara itu larutan yang tak dapat menghantarkan arus listrik sendiri bisa dikarenakan dari zat zat yang kondisinya tetap memiliki wujud pada molekul yang netral. Dan juga tidak dapat memiliki muatan di dalamnya.

Apabila didasarkan pada daya penghantarnya, larutan eletrolit sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian yang pertama adalah elektrolit yang sangat kuat dan memiliki daya hantar yang sangat besar. Contohnya bisa kamu lihat terdaoat di dalam sebuah larutan asam kuat, basa kuat dan juga pada garam.

Sedangkan bagian yang kedua disebut dengan elektrolit lemah. Yaitu bisa dilihat pada larutan yang memiliki daya hantar yang terbilang lemah.

Secara umum itulah pengertian dari larutan non elektrolit. Larutan non elektrolit sendiri berbeda dengan larutan elektrolit atau larutan lainnya. Oleh sebabnya, larutan ini memiliki sifat sifat yang membedakannya dengan larutan yang lain.

 

Sifat – Sifat Larutan Non Elektrolit

Apa saja sifat sifat yang dimiliki oleh larutan non elektrolit yang tidak dimiliki oleh larutan yang lainnya. Berikut ini adalah sifat sifat yang dimilikinya :

  1. Ion tidak dapat dihasilkan oleh larutan non elektrolit.
  2. Semua yang ada di dalam larutan ini memiliki bentuk molekul yang netral.
  3. Larutan non elektrolit memiliki sifat yang membuatnya tak bisa terionisasi. Terutama apabila jika melakukan uji pada daya hantar listriknya. Maka dari tes yang dilakukan. Larutan non elektrolit sendiri tidak akan menghasilkan gelembung. Dan hal ini lah yang akan membuat lampu menjadi tidak dapat menyala.

 

Ciri – Ciri Larutan Non Elektrolit

Selain bisa dilihat dari sifat sifat yang sudah kami bahas di atas, untuk dapat mengetahui apakah larutan tersebut merupakan larutan non elektrolit atau bukan juga bisa kamu lihat dari ciri ciri nya yang ada di bawah ini :

  1. Larutan non elektrolit tidak bisa terionisasi.
  2. Larutan non elektrolit tidak mampu menghantarkan arus litrik mau pun isolator.
  3. Larutan non elektrolit memiliki tetapan atau pun derajat ionisasi (a) a = 0.
  4. Larutan non elektrolit apabila diuji tidak akan dapat menyala.
  5. Larutan non elektrolit apabila diuji juga tidak akan menghasilkan gelembung gas.

 

Contoh Larutan Non Elektrolit

Sesuai dengan apa yang sudah kami jelaskan barusan. Bahwa aliran listrik tidak bisa dihantarkan pada larutan non elektrolit. Hal ini dikarenakan di dalam larutan non elektrolit ini tidak ditemukan ion atau larutan non elektrolit ini tida bisa terionisasi.

Sehingga bisa dibilang larutan non elektrolit ini adalah kebalikan dari larutan elektrolit. Sebab larutan elektrolit merupakan konduktor. Sehingga larutan elektrolit bisa digunakan untuk mengantarkan arus listrik. Berbeda dengan larutan non elektrolit yang merupakan isolator. Hal ini lah yang membuat arus listrik tidak bisa terhantarkan oleh larutan non elektrolit.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh contoh larutan non elektrolit yang ada di sekitar kita.

1.) Urea

Senyawa non elektrolit yang pertama sering kita temukan di sekitar kita adalah urea. Senyawa ini adalah senyawa organik yang disusun berdasarkan dari unsur karbon, oksigen, hidrogen serta nitrogen. Dengan menggunakan rumus CON2H4. Atau bisa juga menggunakan rumus berikut (NH2)2CO.

2.) Metanol

Senyawa non elektrolit yang kedua disebut dengan istilah Metanol. Methanol ini sendiri juga bisa kita kenali dengan istilah metil alkohol. Methanol sendiri adalah sebuah bentuk alkohol yang paling sederhana dari semua alkohol yang ada. Metanol ini sendiri memiliki banyak istilah, mulai dari wood alcohol hingga spiritus. Senyawa kimia ini dirumuskan dengan CH₃OH.

3.) Etanol

Berikutnya ada etanol yang biasa juga dinamai dengan etil alkohol. Etanol ini sendiri termasuk dalam jenis cairan yang dapat menguap dengan mudah. Etanol juga tidak memiliki warna dan sangat mudah terbakar. Selain itu etanol juga merupakan larutan alkohol yang paling sering kita gunakan di dalam kehidupan kita sehari – hari, sehingga sering kita temukan. Nama lain dari etanol ini adalah alkohol murni, alkohol absolute. Bahklan etanol juga biasa disebut dengan alkohol saja.

4.) Propanol

Selanjutnya adalah propanol yang bisa dituliskan dengan menggunakan rumus molekul CH3CH2CH2OH. Propanol ini bentuknya serupa dengan cairan, karena memiliki sifat yang tidak berwarna. Propanol sendiri adalah isomer yang berasal dari isopropanol atau 2 – propanol dan isopropyl alkohol.

Nama lain dari propanol adalah alkohol primer. Selain itu propanol juga biasa disebut dengan propan – 1 – ol, n – propil alkohol, 1 – propel alkohol dan n – propanol.

5.) Pentanol

Petanol merupakan cairan yang tidak memiliki aroma dan juga tidak berwarna. Sehingga sifatnya sama dengan cairan biasa karena tak ada aroma yang khas pada cairan ini. Selain itu pentanol merupakan bentuk dari rantai lurus yang berasal dari amil alkohol. Dan termasuk dari salah satu 8 isomer yang memiliki formula yang sama. Petanol sendiri juga sering disebut dengan alkohol lima atom karbon. Dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus molekul seperti berikut : C₅H₁₁OH.

6.) Glukosa

Selanjutnya ada glukosa yang merupakan salah satu dari zat gula monokasarida. Glukosa sendiri merupakan salah satu dari karbohidrat yang sangat penting. Dan digunakan untuk menjadi sumber tenaga baik pada tumbuhan mau pun pada hewan. Pada tumbuhan sendiri glukosa sangat penting dan menjadi hasil dari proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan. Serta menjadi awal mula bagi proses respirasi pada tumbuhan.

7.) Sukrosa

Sukrosa adalah senyawa non elektrolit berikutnya. Dan merupakan salah satu dari disakarida yang terbentuk oleh monomer monomer. Dan berupa unit glukosa dan fruktosa. Untuk menghitungnya dibutuhkan rumus molekul seperti berikut : C₁₂H₂₂O₁₁

8.) Maltosa

Selanjutnya ada maltosa yang juga berasal dari disakarida. Senyawa ini dibentuk dari dua unit glukosa yang bergabung bersama ikata α. Hingga akhirnya terbentuklah reaksi kondensasi. Maltosa ini sendiri juga biasa disebut dengan gula gandum.

9.) Aseton

Aseton adalah larutan non elektrolit yang juga memiliki banyak nama sebutan. Nama pertama adalah propanon, lalu disebut pula dengan dimetiformaldehida, 2 – propanon, propan – 2 – on hingga dikenal pula dengan istilah β-ketopropana. Senyawa non elekrolit ini sendiri dibentuk dari cairan yang tidak memiliki warna. Aseton ini sendiri memiliki sifat yang mudah terbakar. Aseton sendiri juga merupakan bentuk dari keton yang paling sederhana.

 

Ada banyak kan, contoh larutan non elektrolit yang bisa kita temukan di sekitar kita. Semoga penjelasan mengenai larutan non elektrolit mulai dari pengertian, sifat – sifat, ciri ciri hingga bentuknya bisa memberikan ilmu pengetahuan baru yang banyak manfaatnya.

Artikel Lainnya :

Rumus Momentum

Rumus Kecepatan

Sistem Pernapasan pada Hewan

 

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Larutan Non Elektrolit – Pengertian, Sifat, Ciri Ciri, Contoh Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca