Letak Astronomis Indonesia

3 min read

Rumusguru.com – Letak Astronomis Indonesia merupakan posisi suatu tempat yang berada pada garis imajiner yaitu garis bujur dan garis lintang. Atau dengan kata lain dapat juga disebut dengan posisi jika dilihat berdasarkan kedua garis tersebut.

Untuk ulasan secara lengkap tentang Letak Astronomis Indonesia, dapat Anda simak pada artikel https://rumusguru.com/ kali ini.

Ulasan Letak Astronomis Indonesia

 

 

Seperti yang telah kita bahas pada paragraph pertama diatas bahwa Letak Astronomis merupakan posisi suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan bujur. Sementara yang dimaksud dengan garis bujur dan lintang tersebut ialah garis yang tegak lurus dipermukaan bumi ini.

Garis lintang digambarkan sebagai garis yang horizontal, kemudian garis bujur adalah garis yang digambarkan secara vertikal pada permukaan bumi. Tantu saja kedua garis ini mempunyai fungsi masing masing.

Garis lintang memiliki fungsi membagi belahan bumi menjadi dua belahan antara selatan dan utara, sementara garis bujur berfungsi membagi belahan bumi menjadi dua belahan yakni barat dan timur.

Tetapi pada garis lintang memiliki pengaruh terhadap perbedaan iklim yang terjadi, lalu garis bujur juga mempunyai pengaruh pada pembagian waktu pada tiap wilayah yang berbeda beda.

Perlu Anda ketahui bahwa Letak dari Indonesia yaitu berada pada posisi enam (6) drajat lintang utara (LU), kemudian sebelas (11) drajat lintang selatan (LS), serta sembilan puluh lima (95) drajat bujur timur (BT), dan seratus empat puluh satu (141) drajat bujur timur (BT).

Letak Astronomis Berdasarkan Khatulistiwa

Ekuator 0 derajat, juga disebut Garis lintang, adalah garis perkiraan yang membagi bumi secara merata antara utara dan selatan. Di Indonesia, garis ini dikenal dengan istilah Khatulistiwa.

Berdasarkan astronominya, terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang melintasi garis katulistiwa, antara lain pulau batu Sumatera, Kayoa, Kepulauan Halmahera, Kepulauan Lingga, Pontianak di Kalimantan, Sulawesi, dan Pulau Gebe.

Selain itu perairan yang dilewati adalah Selat Makassar, Teluk Tomini, Laut Maluku, Selat Karimata, dan Danau Halmahera. Ciri umum dari area yang dilewati garis ini adalah memiliki waktu yang sama siang dan malam, yaitu dalam waktu 12 jam.

Pengaruh Letak Astronomis Pada Iklim Indonesia

Berdasarkan astronomis,Indonesia beriklim tropis. Kawasan iklim ini pada posisi 23,5 derajat Lintang Utara sampai 23,5 derajat Lintang Selatan. Dapat disimpulkan bahwa Indonesia berada diposisi 6 derajat Lintang Utara sampai 11 derajat Lintang Selatan adalah beriklim tropis.

Di Indonesia selain iklim tropis juga ada 2 macam iklim lain yakni iklim laut dan iklim muson. Simak penjelasan dibawah ini :

1. Iklim Tropis

Iklim Tropis merupakan kawasan pada 23,5 derajat (LU) sampai 23,5 derajat (LS) dengan iklim tropis. Wilayah ini mendapat sinar matahari sepanjang tahun dan mempunyai waktu siang  malam yang mirip. Dampaknya ialah kelembapan serta hujan tinggi. Kawasan ini mempunyai dua musim dalam setahun, musim hujan dan panas. Pergantian musim terjadi enam bulan sekali.

2. Iklim Muson

Iklim dipengaruhi oleh perubahan iklim yang terjadi pada waktu tertentu, terdapat dua jenis angin yaitu angin barat dan angin timur. Angin barat adalah angin dari Asia ke Australia dan sebaliknya angin timur adalah angin dari benua Australia ke Asia.

Akibat keberadaan Indonesia di antara kedua benua tersebut, badai barat atau timur mempengaruhi iklim di Indonesia. Angin barat yang melewati Samudra Hindia membawa serta musim hujan, sementara angin timur yang bertiup melalui Gurun Gibson menciptakan musim kemarau.

3. Iklim Laut

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan perbandingan air 2: 3. Pasalnya, masalah itu membawa banyak hujan ke Indonesia.

Pembagian Waktu Di Indonesia

Area di mana situs tersebut berada di garis bujur tergantung pada lamanya waktu yang ditempati oleh pembagian waktu. 0 derajat di atas Greenwich City di Inggris dan dikenal sebagai Waktu Global GMT (Greenwich Mean Time).

Berdasarkan proporsional panjang daratan Indonesia “95 derajat bujur timur hingga 141 derajat timur,” negara ini memiliki tiga periode waktu berbeda. Hal ini telah diatur dalam Kepres no 41 1987, yaitu:

1. WIB (Waktu Indonesia Barat)

Wilayah yang memiliki periode WIB ini terletak pada 95 derajat BT sampai dengan 105 derajat BT dan terletak di bagian barat Indonesia, sehingga disebut Indonesia bagian barat, sekarang meliputi pulau Jawa, Sumatera, Madura dan di pulau barat Kalimantan. Secara global, WIB adalah GMT +7.

 2. WITA (Waktu Indonesia Tengah)

Periode WITA mempengaruhi wilayah antara “105 derajat BT sampai 120 derajat BT”. Wilayah yang termasuk dalam periode ini antara lain Pulau Bali, Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, kecuali di bagian barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Disebut WITA karena terletak di bagian tengah Indonesia, antara timur dan barat. Waktu internasional, WITA sering disebut GMT +8.

3. WIT (Waktu Indonesia Timur)

Letaknya di bagian timur Indonesia, yaitu setelah “120 derajat BT sampai 135 derajat BT”. Wilayah yang termasuk dalam wilayah tersebut adalah Papua dan Maluku. Secara Internasional WIT global, setara dengan GMT +9.

Pengaruh Terhadap Kehidupan Masyarakat

Pengaruh yang terjadi pada kehidupan di masyarakat Indonesia, adalah sebagai berikut:

A. Pertanian

Seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun mendapatkan sinar matahari dan hujan. Hal ini mendorong kegiatan pertanian tumbuh subur sepanjang tahun. Dalam beberapa teks diketahui bahwa masyarakat Jawa mulai menanam padi dan jewawut sebelum masuknya India.

B. Ekonomi

Adanya iklim yang stabil dan tidak ada perbedaan yang signifikan memberikan kontribusi terhadap kinerja perekonomian masyarakat sepanjang tahun.

C. Budaya Dan Sosial

Menurut sejarah yang telah kita pelajari, orang tua Indonesia adalah pelaut terbaik, mengikuti angin barat dan angin timur yang bertiup di Indonesia. Hal tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai sistem transportasi kelas dunia di masa lalu.

D. Arsitektur Bangunan

Karena faktor iklim, Indonesia juga terpengaruh oleh desain rumah yang ada. Banyak rumah tradisional Indonesia yang beratap prisma dan memiliki tepi miring kebawah. Ini karena hujan lebat di hampir seluruh wilayah. Dengan atap di bagian ujung yang bertepi, tidak sulit mengalirkan air hujan.

Letak Astronomis Indonesia mempengaruhi cuaca dan waktu. Berada di dekat garis katulistiwa, Indonesia menikmati iklim tropis sepanjang tahun, dengan durasi siang dan malam yang sama.

Terletak di sebelah timur negara dengan garis bujur, negara kita memiliki 3 wilayah yang berbeda. Ini mempengaruhi kehidupan penduduk, dari keberadaan hingga budaya dan tradisi masyarakat setempat, terutama iklim. Karena itu, kita patut bersyukur atas apa yang kita miliki di Indonesia ini.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan kali ini tentang Letak Astronomis Indonesia yang telah secara rinci kami bagikan untuk Anda semua pembaca setia web ini. Tentu saja kami selalu mengingatkan untuk teru mengikuti update artikel setiap harinya dengan pembahasan menarik seputar pendidikan. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Letak Astronomis Indonesia Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca