Nilai Dan Moral Dalam Konstitusi

2 min read

Rumusguru.com – Nilai Dan Moral Dalam Konstitusi merupakan salah satu study PKN yang sering dijumpai disekolah mulai dari tingkat pertama dan seterusnya. Ini akan menjadi pembahasan kita dalam artikel kali ini.

Apa makna dari Nilai Dan Moral Dalam Konstitusi? Anda dapat menyimak ulasan berikut ini:

Nilai Dan Moral Dalam Konstitusi

 

 

Menurut pendapat Prof. Pujosewodjo, S.H., bahwa Undang-Undang Dasar merupakan salah satu jenis hukum yang dibuat oleh seluruh anggota parlemen di tanah air. Yang memberikan dasar hukum untuk pelaksanaan semua undang-undang dan pelaksanaannya.

Mirriam Budiardjo berpendapat bahwa ketentuan konstitusi antara lain:

Organisasi Negara (Pemerintah)
HAM (Hak Asasi Manusia)
Prosedur Untuk Penyelesaian Masalah Pada Pelanggaran Hukum
Metode Untuk Merubah Konstitusi Dan Larangan Untuk Mengubah Konstitusi

Nilai Konstitusi

Prinsip-prinsip berikut terkandung dalam Konstitusi:

  • Normatif

Nilai ini adalah hukum yang ditegakkan oleh hukum dan bagi mereka hukum ini tidak berlaku secara hukum saja. Namun, ini juga berlaku untuk orang-orang dengan cara yang efektif dengan baik dan digunakan dengan konsekuensi tinggi.

  • Nominal

Ini merupakan persyaratan konstitusi hukum legal, tapi belum sempurna. Kekurangan tersebut adalah akibat dari beberapa ketentuan yang tidak efektif atau semua ketentuan dalam UUD yang berlaku untuk semua bidang pemerintahan.

  • Semantik

Adalah konstitusi hukum yang hanya menyatakan keinginan para penguasa. Akibatnya, dalam pelaksanaan kekuasaan, penguasa menggunakan hukum sebagai alat untuk mempengaruhi politik yang ingin ia kendalikan.

Moral Pada Konstitusi

Nilai Moral pada Pancasila adalah sebagai berikut:

  1. Kesetaraan seluruh rakyat Indonesia.
  2. Keseimbangan kewajiban dan hak warga negara.
  3. Untuk menggunakan hak yang dipertanggungjawabkan pada Tuhan Yang Maha Esa, kepada orang lain dan diri sendiri.
  4. Memahami keadilan sosial.
  5. Buat keputusan berdasarkan musyawarah.
  6. Mengutamakan nilai-nilai dan hubungan nasional dan persatuan.
  7. Mencapai tujuan dan cita cita nasional

Nilai Konstitusi Menurut Ahli

Soemantri Martosoewignjo: dalam buku berjudul Teori Konstitusi (Astim Riyanto), konstitusi berasal dari sebuah kata yaitu “constitution”, yang mana dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai UUD/ Undang Undang Dasar (hal. 19).

F. Strong: dikutip oleh Agus Himmawan Utomo dikutip dari buku yang berjudul Konstitusi yaitu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaran (hal. 12) yang disini menyatakan, pada prinsipnya atau dasarnya, tujuan dari konstitusi yakni untuk membatasi kesewenangan tindakan dari pemerintah, serta untuk menjamin yang termasuk hak-hak yang akan diperintah, juga merumuskan pelaksanaan pada kekuasaan yang berkuasa. Dan memiliki dua tujuan, yaitu:

  • Memberikan pengawasan dan pembatasan pada kekuasaan politik,
  • Membebaskan kekuasaan dari kendali para penguasa juga menetapkan batas kekuasaan untuk para penguasa.

Karl Loewenstein: Yang dituangkan dalam buku berjudul (Reflection on the Value of Constitutions in our Revolusionary), kemudian dikutip oleh Astim Riyanto,bahwa ini dibagi  menjadi tiga tingkat pada nilai konstitusi, yakni yang disebut dengan normatif,semantik, dan nominal.

Chandra Parbawati: dalam Konstitusi dan Hak Asasi Manusia (hal. 45) menjelaskan bahwa:

  • Nilai normatif ialah penjelasan bahwa konstitusi hukum yang paling tinggi dari sebuah bangsa dan harus dipatuhi oleh masyarakat dan penguasa dengan konsekuen.
  • Nilai nominal ialah konstitusi secara hukum, yang dalam implementasinya belum dijalankan maksimal.
  • Nilai semantik ialah penjelasan bahwa konstitusi yang berlaku, tetapi cuma formalitas lalu hal ini dipergunakan untuk menjalankan kekuasaan politik sebagai tujuan.

Nilai Konstitusi dalam UUD 1945 apabila diklasifikasikan, sebagai berikut:

 

 

Nilai konstitusi yang terkandung dalam negara ini harus diperlakukan dengan adil/ Normatif, karena dapat mempengaruhi tercapai atau tidaknya tujuan nasional yang ditetapkan dalam undang-undang tersebut, menurut Indonesia tujuan Indonesia antara lain dapat dilihat dalam Alinea Empat UUD 1945, yaitu:

“”…untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…””

Diakui, hal ini tidak mudah dicapai, karena situasi pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan keadilan hukum saat ini tidak memenuhi persyaratan undang-undang. Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memenuhi hak-hak dasar warga negara, dan warga negara harus melakukan apa yang seharusnya dilakukannya. Hal ini untuk menegakkan Nilai Konstitusi yang tertuang dalam undang-undang guna mencapai tujuan Negara.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai Nilai Dan Moral Dalam Konstitusi, yang telah kami jelaskan untuk Anda semua pembaca setia https://rumusguru.com/. Jangan lupa untuk terus mengikuti update artikel kami yang lainnya. Tentu saja dengan berbagai pembahasan menarik seputar pendidikan dan biodata para tokoh terkenal. Kami berharap ini dapat memberikan manfaat yang baik dan sampai jumpa lagi.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Nilai Dan Moral Dalam Konstitusi Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Iklim Junghuhn

Ami Alhasani
3 min read

Klasifikasi Awan

Ami Alhasani
2 min read