Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Pengamalan Pancasila

2 min read

Seperti yang sudah kita tahu, jika Pancasila sendiri menjadi dasar ideologi – ideologi bagi Negara dan warga Negara Indonesia. Nama Pancasila ini sendiri terdiri daru dua kata. Wajib untuk kamu ketahui jika dua kata ini  berasal dari bahasa Sansekerta yaitu. Terdiri dari kata ‘panca’ yang artinya lima. Dan kata keduanya adalah ‘sila’ yang artinya asas atau prinsip.

Dari sini dapat disimpulkan jika Pancasila memiliki arti : lima pedoman, lima prinsip. Yang digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia untuk hidup berbangsa dan bernegara. Sesuai dengan prinsip yang ada pada Pancasila.

Pengamalan Pancasila

Pancasila sendiri tidak hanya harus diketahui dan dihafalkan saja namun juga harus diamalkan. Lima asas atau lima prinsip Pancasila ini dijelaskan ke dalam 36 butir pengamalan. Pengalaman ini akan digunakan sebagai pedoman praktis untuk pelaksanaan pancasila.

Dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 sudah dijelaskan mengenai butir – butir pancasila. 36 butir Pancasila ini sendiri dibagi ke dalam 4 butir pada sila pertama, 8 butir sila kedua, 5 butir sila ketiga, 7 butir sila ke empat dan 12 butir sila ke lima.

Berikut ini adalah pengamalan Pancasila yang wajib untuk kamu pelajari.

Sila Pertama : “ Ketuhanan Yang Maha Esa “

Butir 1 : ‘Percaya dan juga Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sesuai dengan agama dan juga kepercayaan masing – masing yang dianut. Berdasarkan dengan kemanusiaan. Yang adil dan juga beradab’.

Butir 2 : ‘Saling hormat dan menghormati satu sama lain. Serta saling bekerja sama dan membantu antara pemeluk agama satu dengan yang lainnya’.

Butir 3 : ‘Hidup dengan saling menghormati kebebasan satu sama lain. Untuk saling menjalankan ibadah masing – masing agama sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya’.

Butir 4 : ‘Tidak saling memaksakan orang lain untuk meyakini suatu kepercayaan atau agama yang kita anut terhadap orang lain’.

Sila Kedua : “ Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab ”

Butir 1 : ‘ Saing mengakui adanya persamaan derajat. Yang meliputi persamaan hak serta persamaan kewajiban. Yang ada di antara sesama manusia yang hidup di bumi ini’.

Butir 2 : ‘Saling mencintai sesama manusia yang ada di bumi ini’.

Butir 3 : ‘Saling mengembangkan sikap tenggang rasa antar sesama manusia’.

Butir 4 : ‘Tidak bersikap semena – mena pada orang lain’.

Butir 5: ‘Saling menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan yang ada’.

Butir 6 : ‘Bersemangat pada saat melakukan kerja bersama dan kegiataan kemanusiaan yang berguna bagi masyarakat luas’.

Butir 7 : ‘Berani dan tidak gentar pada saat membela keadilan dan juga kebenaran’.

Butir 8 : ‘ Sebagai masyarakat dari bumi ini, Bangsa Indonesia harus mengembangkan sikat saling menghormati, saling menghargai dan saling bekerja sama dengan masyarakat dari negara lain’.

Sila Ketiga : “ Persatuan Indonesia “

Butir 1 : ‘Warga Indonesia harus menomorsatukan kesatuan, persatuan serta kepentingan dan juga keselamatan bangsa Indonesia. Di atas dari kepentingannya sendiri atau kepentingan pribadi mau pun untuk kepentingan golongannya’.

Butir 2 : ‘Warga Indonesia harus rela untuk berkorban demi kepentingan bangsanya dan negara Indonesia’.

Butir 3 : ‘ Semua warga Indonesia haruslah mencintai tanah airnya’.

Butir 4 : ‘ Seluruh warga Indonesia harus bangga, sebab menjadi bangsa Indonesia. Dan juga harus bangga karena bertanah Air Indonesia.’

Butir 5 : ‘Warga Indonesia harus ikut serta dalam memajukan pergaulan dengan masyarakat dari Negara lain’.

Sila ke empat : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”

Butir 1 : ‘Warga Indonesia haruslah lebih mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingannya sendiri. Dan juga kepentingan Negaranya dibanding kepentingan kelompoknya’.

Butir 2 : ‘Warga Indonesia sebaiknya tidak terlalu memaksakan kehendakknya terhadap orang lain’.

Butir 3 : ‘Pada saat akan mengambil sebuah keputusan haruslah melakukan musyawarah terlebih dahulu. Apalagi jika untuk kepentingan bersama’.

Butir 4 : ‘Agar musyawarah bisa mencapai sebuah kemufakatan, sebaiknya dilakukan dengan semangat bersama dan kekeluargaan’.

Butir 5 : ‘Bersama dengan rasa tanggung jawab dan itikad baik untuk melaksanakan semua yang dihasilkan pada musyawarah bersama’.

Butir 6 : ‘Musyawarah harusnya dilakukan dengan menggunakan akal sehat. Dan juga sesuai dengan hati nurani serta hati yang luhur’.

Butir 8 : ‘Setiap keputusan yang diambil di dalam sebuah musyawarah, harus bisa benar – benar dilakukan dan dipertanggungjawabkan. Baik secara moral terhadap sesame manusia dan juga pada Tuhan Yang Maha Esa. Dan juga untuk menjunjung tinggi martabat manusia. Hingga nilai – nilai kebenaran dan juga keadilan’.

Sila ke lima : ‘ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ‘

Butir 1 : ‘Gemar bergotong royong’.

Butir 2 : ‘Adil’.

Butir 3 : ‘Menjaga antara hak dan juga kewajiban agar dapat seimbang’.

Butir 4 : ‘Saling menghormati hak yang dimiliki orang lain’.

Butir 5 : ‘Gemar menolong’.

Butir 6 : ‘Tidak melakukan sikap pemerasan pada orang lain.’

Butir 7 : ‘Tidak boros’.

Butir 8 : ‘Tidak menerapkan hidup mewah dan menghamburkan uang’.

Butir 9 : ‘Tidak melakukan sebuah perbuatan yang merugikan orang lain hanya karena kepentingan pribadi dan kepentingan umum’.

Butir 10 : ‘Pekerja keras’.

Butir 11 : ‘Saling menghargai hasil karya yang diciptakan oleh orang lain’.

Butir 12 : ‘Bekerja sama untuk mewujudkan kemajuan yang merata di tengah masyarakat. Dan juga keadilan bersama’.

Nah, itu dia pengamalan Pancasila yang bisa kalian pelajari dan kalian terapkan di kehidupan sehari – hari. Semoga bermanfaat sampai jumpa pada pembahasan berikutnya.

Artikel Lainnya :

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Pengamalan Pancasila Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca