Pengertian Etika : Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis, Manfaat Dan Contoh

4 min read

Pengertian Etika : Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis, Manfaat Dan Contoh

Pengertian Etika : Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis, Manfaat Dan Contoh – Pada kesempatan ini rumusguru.com akan memberikan penjelasan tentang Pengertian Etika, yuk lihat penjelasannya dibawah ini :


Pengertian Etika : Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis, Manfaat Dan Contoh


Apa yang diartikan dengan etika? Pengertian Etika adalah suatu norma ataupun ketentuan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku dimasyarakat untuk seseorang terkait dengan sifat baik serta kurang baik.

Ada pula yang mengatakan pengertian etika merupakan suatu ilmu tentang kesusilaan serta sikap manusia di dalam pergaulannya dengan sesama yang menyangkut prinsip serta ketentuan tentang tingkah laku yang benar.

Dengan kata lain, etika merupakan kewaijban serta tanggung jawab moral setiap orang dalam berperilaku dimasyarakat.

Secara etimologis, kata etika berasal dari bahasa Yunani kuno, ialah “Ethikos” yang maksudnya mencuat dari suatu kebiasaan.

Dalam perihal ini etika mempunyai sudut pandang normatif dimana objeknya merupakan manusia serta perbuatannya.

Pengertian Etika : Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis, Manfaat Dan Contoh


Pengertian Etika Menurut Para Ahli

Supaya kita lebih memahami apa makna etika, maka kita bisa merujuk pada pendapat para ahli. Berikut ini merupakan pengertian etika bagi para ahli:

  • Soergarda Poerbakawatja

Soergarda Poerbakawatja, pengertian etika merupakan suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan, dan pijakan kepada suatu perilaku manusia.

  • H.A.Mustafa

H.A.Mustafa, pengertian etika merupakan ilmu yang menyelidiki terhadap suatu sikap yang baik serta yang kurang baik dengan meperhatikan perbuatan manusia selama apa yang dikenal oleh hendak dan pikiran manusia.

  • K.Bertens

K.Bertens, definisi etika merupakan nilai serta norma moral yang jadi suatu acuan untuk umat manusia secara baik secara individual ataupun kelompok dalam mengendalikan seluruh tingkah lakunya.

  • Dr.James J.Spillane SJ

Dr.James, etika merupakan memerhatikan suatu tingkah laku manusia di dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan moral.

Etika lebih menuju ke pemakaian akal budi dengan objektivitas guna memastikan benar ataupun salahnya dan tingkah laku seorang terhadap yang lain.

  • Drs.H.Burhanudin Salam

Drs.H.Burhanudin Salam, etika merupakan suatu cabang ilmu filsafat yang membicarakan Mengenai suatu nilai-nilai dan norma yang bisa memastikan suatu sikap manusia ke dalam kehidupannya.

  • W.J.S.Poerwadarminto

Poerwadarminto, makna etika merupakan ilmu pengetahuan tentang suatu sikap ataupun perbuatan manusia yang dilihat dari sisi baik serta buruknya yang sepanjang mana bisa ditetapkan oleh akal manusia.


Ciri-Ciri Etika

Etika yang berkaitan dengan tingkah laku manusia ini merupakan bagian dari ilmu filsafat yang sangat penting.

Ada beberapa ciri-ciri etika yang dapat memastikan uraian seseorang tentang baik serta buruknya suatu sikap.

Berikut 4 ciri-ciri etika secara uumum yang berlaku dalam kehidupan manusia.

  • Berlaku Tanpa Disaksikan

Etika ini biasanya selalu berlaku walaupun tanpa disaksikan oleh orang lain. Perihal ini sebab etika berhubungan dengan hati nurani serta prinsip dasar hidup manusia yang baik.

Kamu yang mencuri selalu hendak melanggar etika walaupun tidak dikenal oleh orang lain. Serta moral Kamu selalu hendak kurang baik walaupun tidak masuk penjara sebab tidak dikenal penegak hukum.

  • Mutlak ataupun Mutlak

Mutlak ataupun absolut ini menyatakan kalau suatu etika hendak berlaku dimana saja, kapan saja serta buat siapa saja.

Etika merupakan prinsip yang tidak dapat dilakukan penawaran serta tidak pula bergantung dengan prinsip moral yang dapat berubah-ubah.

Contohnya merupakan menewaskan serta mengambil hak orang lain merupakan perbuatan yang tidak bermoral apapun sebabnya.

  • Cara Pandang Batiniah

Etika merupakan cara pandang batiniah yang terpaut tentang baik buruknya suatu sikap yang dilakukan manusia.

Biasanya Kamu sejak dari kecil telah menekuni bermacam perihal yang boleh serta tidak boleh dilakukan.

Kamu pula semakin hari terus menjadi tahu mana perihal baik serta perihal kurang baik sehingga sangat membekas di hati.

Perihal ini hendak menimbulkan pergolakan dalam diri bila mau berbuat kurang baik.

  • Terkait Perbuatan serta Sikap Manusia

Etika memanglah sangat berkaitan dengan perbuatan serta sikap manusia. Jadi suatu etika umum itu tercipta secara alami akibat perbuatan serta sikap manusia.

Sikap yang kurang baik dianggap sebagai etika kurang baik serta sikap yang baik dianggap sebagai etika baik.

Jadi intinya sangat berkaitan dengan perbuatan serta sikap yang dilakukan oleh Kamu sendiri.


Jenis-Jenis Etika

Etika mempunyai banyak jenisnya apabila dilihat dari berbagai sudut pandang. Berikut ini merupakan jenis-jenis etika menurut banyak sisi.

  • Etika Filosofis

Ialah etika yang dilihat dari sudut ilmu filsafat. Etika ini memberikan cerminan tentang pokok pokok etika maupun moral bagi pemikiran dari cabang ilmu filsafat.

Baik itu baik-buruk, permasalahan hak-kewajiban, serta pula termasuk permasalahan nilai-nilai moral yang sangat mendasar.

Dalam etika filosofis ini, hendak ditinjau pula adanya suatu ikatan antara moral dengan kemanusiaan memakai rasio yang dijadikan dasar buat melakukan analisa.

  • Etika Teologis

Ialah etika yang mengarahkan perihal baik serta pula mana perihal yang kurang baik bersumber pada agama serta keyakinan.

Orang yang beragama, pastinya memiliki kepercayaan kalau tidak mungkin ada moral yang dibentuk tanpa adanya kedudukan dan dari agama.

Sumber pengetahuan serta kebenaran dari etika teologis merupakan kitab suci dari masing-masing agama serta keyakinan.

  • Etika Sosiologis

Ialah etika yang berkaitan erat dengan keselamatan serta kesejahteraan hidup. Etika ini lebih fokus pada pembicaraan mengenai gimana sepatutnya seseorang melakukan hidupnya dalam bermasyarakat.

  • Etika Deskriptif

Etika jenis ini mengarahkan sudut pandang buat memandang suatu secara rasional (kritis) terhadap sikap manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam kehidupan setiap hari, biar kehidupannya lebih bernilai.

Etika ini cuma berbentuk pemaparan, karenanya dikatakan bersifat deskriptif.

  • Etika Normatif

Etika normatif mengarahkan kita buat menetapkan pola sikap (perilaku) yang sempurna serta sepatutnya dipunyai/dilakukan oleh tiap manusia.

Jadi, etika ini mangulas tentang norma-norma ataupun ketentuan yang tidak tertulis namun diakui sebagai hukum disuatu tempat.

Etika jenis ini sangat penting sebab mengendalikan ikatan manusia dengan manusia lain dalam hidup bermasyarakat.

  • Etika Deontologis

Etika ini mengarahkan serta menetapkan kewajiban-kewajiban yang wajib dilakukan oleh manusia buat hidup yang lebih baik.

Dasar pemikiran ini yakni suatu perilaku baik dinilai bila perilaku itu baik pada dirinya sendiri ataupun tidak dinilai dari akibat/tujuannya.

  • Etika Teleologis

Berbeda dengan etika deontologis, etika teleologis lebih memandang kalau tujuan/akibat/efeknya yang diukur baik buruknya suatu aksi. Maksudnya suatu aksi dinilai baik, bila tujuannya baik.


Fungsi Etika

  • Tempat untuk memperoleh orientasi kritis yang berhadapan dengan bermacam suatu moralitas yang membingungkan.
  • Untuk membuktikan suatu kemampuan intelektual ialah suatu kemampuan buat berargumentasi secara rasional serta kritis.
  • Untuk Orientasi etis ini diperlukan dalam mengambil suatu perilaku yang normal dalam atmosfer pluralisme.

Manfaat Etika

  • Bisa membantu suatu pendirian dalam bermacam-macam suatu pemikiran serta moral.
  • Bisa membedakan yang mana yang tidak boleh dirubah serta yang mana yang boleh dirubah.
  • Bisa menuntaskan masalah- masalah moralitas maupun suatu sosial yang lain yang membingungkan suatu warga dengan suatu pemikiran yang sistematis serta kritis.
  • Bisa memakai suatu nalar sebagai dasar pijak bukan dengan suatu perasaan yang buat merugikan banyak orang. Ialah Berpikir serta bekerja secara sistematis serta tertib (step by step).
  • Bisa menyelidiki suatu permasalahan hingga ke akar-akarnya bukan sebab hanya mau tahu tanpa memperdulikannya.

Contoh Etika

Contoh etika bisa kita jumpai dalam kehidupan setiap hari. Berikut ini ialah sebagian contoh-contoh etika:

  • Memberi salam saat bertamu ke rumah seseorang.
  • Mengucapkan terima kasih dikala menemukan dukungan dari orang lain.
  • Meminta maaf bila melakukan kesalahan.
  • Membuang sampah di tempat sampah.
  • Menghormati orang yang lebih tua.
  • Melakukan keprofesian sesuai kode etik yang diresmikan.

Baca Juga :

Demikianlah penjelasan rumusguru.com mengenai Pengertian Etika, semoga bisa bermanfaat.

Pengertian Etika : Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis, Manfaat Dan Contoh Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca