Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Jembatan Wheatstone – Pengertian, Fungsi, Rumus, Contoh Soal

3 min read

Jembatan Wheatstone – Pengertian, Fungsi, Rumus, Contoh Soal

Pernahkah kalian mendengar istilah Jembatan Wheatstone? Pastinya istilah ini masih asing kan, ya di telinga kalian. Karena memang materi ini merupakan materi yang jarang untuk dibahas. Namun bukan berarti materi ini tidak penting untuk dipelajari.

Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini kami kembali hadir untuk sahabat belajar semua dengan membawa ulasan lengkap mengenai Jembatan Wheatstone. Yang akan kami kemas secara sederhana, rinci dan pastinya menyenangkan karena akan mudah untuk dipahami. Dan juga mudah untuk dipelajari.

Jadi kamu harus tahu dong, apa itu Jembatan Wheatstone dan rumusnya.

Pengertian Jembatan Wheatstone

Apa itu Jembatan Wheatstone? Jika dilihat dari pengertiannya, Jembatan Wheatstone sendiri merupakan sebuah susunan rangkaian listrik. Yang digunakan untuk mengukur suatu tahanan yang tak diketahui berapa besaran nya.

Jembatan Wheatstone ini sendiri memiiki fungsi umum yakni sebagai pengukur suatu nilai hambatan. Dengan memanfaatkan cara arus yang mengalir melalui galvanometer. Yang besarannya sama dengan nol. Dikarenakan potensial ujungnya memiliki nilai yang sama besar. Hal ini membuat Jembatan Wheatstone dapat dirumuskan dengan menggunakan cara perkalian silang.

Untuk cara kerjanya sendiri, Jembatan Wheatstone ini menggunakan sirkuit listrik yang ada pada 4 tahanan. Dan juga sumber tegangan yang dihubungan lewat dua titik diagonal. Serta pada kedua diagonal nya yang lain. Yang mana diagonal tersebut menjadi tempat galvanometer tertempel.

Gambar Jembatan Wheatstone

Kamu juga pastinya penasaran dong, bagaimana sih bentuk dari Jembatan Wheatstone ini sendiri? Nah, berikut ini selain memberikan pengertian Jembatan Wheatstone kami juga menyelipkan gambar Jembatan Wheatstone yang pastinya akan membuat kamu tidak lagi penasaran dengan bentuk Jembatan Wheatstone.

Berikut ini merupakan susunan dari Jembatan Wheatstone yang wajib kamu tahu :

Gambar yang ada di atas merupakan contoh dari rangkaian jembatan listri. Selain Jembatan Wheatstone yakni jembatan yang disebut dengan jembatan Kelvin, jembatan wien dan yang lainnya. Pada umumnya rangkaian jembatan akan digambarkan dengan gambar seperti berikut ini :

Kamu bisa melihat pada gambar di atas yang menjelaskan mengenai penyusunnya yang terdiri dari X1, X2, X3, hingga X4. Ke empat penyusun tersebut merupakan komponen listrik yang terdiri dari kapasitor, resistor, induktor. Atau bisa juga merupakan gabungan dari ketiga komponen listrik tersebut.

Sementara penyusun G yang ada pada gambar di atas. merupakan Galvanometer yang memiliki peran aktif sebagai rangkaian dari jembatan.

 

Fungsi Jembatan Wheatstone

Pada ulasan pengertian Jembatan Wheatstone di atas sudah disinggung mengenai fungsi Jembatan Wheatstone. Yakni sebagai alat yang digunakan untuk menghitung besarnya suatu hambatan. Yang jumlah besaran hambatannya tak diketahui. Atau pun bisa juga pada saat itu ohmmeter masih belum dapat ditemukan. Serta memang ohmmeter hingga saat itu masih memanfaatkan prinsip kerja dari Jembatan Wheatstone.

Kira – kira itu lah fungsi umum dari Jembatan Wheatstone yang perlu kamu tahu. Tapi kamu juga harus tahu jika sekarang ini Jembatan Wheatstone bahkan lebih sering dimanfaatkan untuk menjadi alat bantu. Yang digunakan untuk menjadi alat pengukuran atau instrumentasi. Hal ini dikarenakan Jembatan Wheatstone merupakan sebuah alat yang memiliki tingkat sensitif yang sangat tinggi. Sehingga Jembatan Wheatstone dianggap cukup akurat.

Hal ini lah yang membuat Jembatan Wheatstone memiliki kelebihan dan dapat digunakan mengukur perubahan. Bahkan perubahan yang sangat kecil sekali pun yang terdapat pada hambatan.

Sedangkan beberapa alat ukur yang memanfaatkan prinsip Jembatan Wheatstone ini antara lain adalah :

  1. Ohmmeter
  2. Voltmeter
  3. Amperemeter
  4. Staingauge
  5. Thermometer elektronik
  6. Dan lainnya

 

Rumus Jembatan Wheatstone

Setelah mengetahui pengertian dan fungsi dari Jembatan Wheatstone, kamu pun harus mengetahui rumus Jembatan Wheatstone. Untuk itu kami juga akan memberikancara untuk menentukan hambatan pengganti untuk suatu susunan hambatan pada Jembatan Wheatstone. Caranya sendiri dapat menggunakan aturan serta rumus seperti di bawah ini.

1.) Ketentuan Pertama

Jika perkalian silang yang ada di antara R1 dan R3 ini sama nilainya dengan yang ada pada R2 dan R4. Maka R5 atau hambatan yang berada di tengah tersebut dapat kamu abaikan saja. Hingga kamu hanya akan menjumlah secara seri. Lalu kamu pararelkan.

Jika hambatan tengah sudah kamu anggap tak ada. Maka kamu bisa menggunakan prinsip seri pararel guna menemukan berapa besaran hambatan pada pengganti nya.

2.) Ketentuan Kedua

Jika perkalian siang yang terjadi di antara R1 dan R3 tidak sama dengan perkalian yang ada pada R2 dan R4. Sehingga hambatan tersebut wajib untuk kamu gantikan dengan menggunakan hambatan yang baru. Hingga akhirnya susunan dari hambatan nya berubah menjadi seperti yang ada di gambar berikut :

Penjelasan :

R1, R2, hingga R5 semuanya diganti dengan masing – masing untuk menjadi Ra, Rb, dan Rc.

Sehingga susunannya akan berubah menjadi seperti berikut ini :

Rumus

RaR1 . R2 / (R1 + R2 + R2)
R2R1 . R5 / (R1 + R2 + R2)
R3R2 . R5 / (R1 + R2 + R2)

 

Kemudian kamu bisa melanjutkan dengan menggunakan prinsip seri. Dan juga prinsip pararel hambatan untuk digunakan agar dapat menemukan berapa nilai hambatan pengganti nya.

 

Contoh Soal Jembatan Wheatstone

Untuk melengkapin materi ini, kami juga sudah menyediakan contoh soal yang bisa langsung kamu lihat pada contoh gambar yang ada di bawah ini :

Coba perhatikan gambar yang ada di atas. Terlihat pada gambar di atas jika panjang kawat AC adalah 80 cm. dan R adalah 120 Ω. Sementara Jarum galvanometer sendiri pada gambar yang ada di atas memperlihatkan angka nol. Saat terjadi kontak dengan D. Dan D ini sendiri memiliki panjang sekitar 60 cm dan berasal dari A.

Dari penjelasan di atas coba tentukannya berapakah besaran Rx?

Jawaban :

Apabila diketahui jika :

R adalah 120 Ω

l1 adalah 60 cm

l2 adalah 80 cm – 60 cm menjadi 20 cm

Apabika ditanyakan besarnya Rx … ? Maka

Cara Penyelesaiannya :

Rxl1    =          Rl2

Rx       =          Rl2 / l1

Rx       =          120 Ω . 20 cm / 60 cm

Rx       =          40 Ω

Maka dari perhitungan di atas, jumlah besarnya hambatan Rx yakni 40 Ω.

 

Demikian contoh soal Jembatan Wheatstone beserta dengan cara penyelesaiannya yang benar. Dan pastinya sangat mudah untuk kamu mengerti. Contoh soal di atas pun mengakhiri penjelasan kali ini mengenai Jembatan Wheatstone. Mudah – mudahan ulasan materi kali ini bisa memberikan ilmu pengetahuan baru bagi kamu terutama kamu yang masih asing dengan materi ini, agar kamu bisa lebih memahaminya.

Sampai jumpa pada ulasan lainnya dan materi Jembatan Wheatstone mulai dari pengertian, fungsi, rumus dan contoh soal di atas bukanlah materi terakhir kami. Oleh sebab itu jangan lupa untuk terus pantau update terbaru materi pembahasan menarik yang kami berikan. Selamat belajar…

Artikel Lainnya :

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Jembatan Wheatstone – Pengertian, Fungsi, Rumus, Contoh Soal Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca