Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Rumus Menghitung IMT – Anak, Normal, Dewasa, dan Contoh Penghitungan Masing-Masing

5 min read

Rumusguru.com – Rumus Menghitung IMT merupakan cara yang biasa digunakan untuk mengetahui berat badan ideal seseorang dari anak anak dan dewasa.

IMT tidak hanya mendefinisikan lemak tubuh, tetapi juga otot kita. Orang yang kelebihan berat badan memiliki sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari penyakit jantung, diabetes, stroke. Demikian pula, beberapa masalah melibatkan orang yang membiarkan tubuhnya sangat kurus.

Studi terbaru yang dipublikasikan pada Januari 2019 oleh Neurology juga menemukan bahwa lemak tubuh berlebih, terutama di bagian tengah, bisa menyebabkan kerusakan otak. Sedangkan tubuh yang sangat kurus juga bisa mengganggu kesuburan.

Berat tubuh pada pria jika sangat rendah, kemampuan memproduksi sperma sangat berkurang. Jumlah sperma yang rendah (oligospermia) berarti sperma Anda mengandung lebih sedikit sperma dari biasanya jumlah itu bisa mencapai 20 juta sperma per mililiter.

Jika jumlah sperma rendah, peluang pembuahan sel telur akan berkurang, dan kemungkinan hamil akan berkurang. British Medical Journals juga menjelaskan bahwa tubuh yang sangat kurus dapat menyebabkan sejumlah komplikasi dalam penurunan berat badan.

Penurunan berat badan akan diikuti oleh kelelahan yang terus menerus. Tidak ada salahnya mencoba menurunkan berat badan, apalagi jika tujuan Anda adalah kesehatan. Misalnya, komplikasi obesitas mungkin tidak mudah dipahami. Namun, situasinya berbeda dalam hal mengontrol berat badan tanpa membahayakan kesehatan Anda.

Kondisi fisik seseorang dapat diukur menggunakan pengukuran antropometri untuk melihat apakah bagian tubuh tersebut sesuai dengan standar yang sama. Alat ukur yang paling banyak digunakan adalah IMT atau Indeks Massa Tubuh.

Untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan memberikan ulasan Rumus Menghitung IMT secara lengkap untuk dijadikan sebagai refrensi belajar.

Pengertian IMT

IMT atau Indeks Massa Tubuh, diambil dari istilah asing Body Mass Index (BMI). Jika dilihat secara sederhana, pengertian dari IMT sendiri adalah sebuah metode penghitungan, atau alat ukur yang digunakan untuk mengukur apakah tubuh seseorang sudah memiliki berat yang proporsional.

Penghitungan dilakukan dengan membandingkan tinggi dan berat badan seseorang. Perhitungan IMT merupakan metode untuk menghitung berat badan dengan cara membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. Ini merupakan cara paling mudah untuk mengetahui indeks massa tubuh.

Cara Mengetahui IMT

Berikut cara untuk mengetahui IMT menggunakan rumus. Yakni menggunakan kilogram untuk berat badan serta meter untuk tinggi.

Coba kamu lihat gambar di bawah ini :

Berat IMT (Indeks Massa Tubuh) yang Ideal

Cara menghitung pada balita, anak – anak hingga orang dewasa.

1.)  Cara Menghitung Berat Badan Bayi yang Ideal      

Untuk berat badan bayi usia 1 hingga 12 bulan terdapat dua rumus berbeda pada bayi usia 1 hingga 6 bulan dan berusia 7 hingga 12 bulan. Berikut rumusnya :

Bayi Usia 1 hingga 6 bulan

Rumus yang digunakan untuk menghitungnya adalah : BBL (gr) +( usia x 600 gram )

Bayi Usia 7 hingga 12 bulan

Rumus yang digunakan untuk menghitungnya adalah :

BBL (gr) + ( usia x 500 gram )

(usia/2) +3

Keterangan :

BBL = Berat Badan Lahir Usia dalam bulan.

2.)  Cara Menghitung Berat Badan Balita yang Ideal

Untuk mencari tahu berat badan ideal pada balita yang berusia 0 hingga 5 tahun bisa menggunakan rumus di bawah ini.

BBI anak = 2n + 8

Selain itu rumus bisa digunakan untuk menghitung anak usia 10 tahun.

3.)  Cara Menghitung Berat Badan Ideal Orang Dewasa

Berikut rumus untuk menghitung berat badan ideal orang dewasa di atas 15 tahun.

BBI = ( ( TB – 100) ± 10% (TB-100 ) )

Selain rumus di atas, bisa menggunakan rumus resmi Depkes Republik Indonesia yang disebut Rumus Indeks Massa Tubuh atau IMT.

IMT = BB ( Kg ) / TB ( m )

Keakuratan Menggunakan Nilai IMT

Setelah Anda mengetahui cara menghitung IMT ini, Anda juga harus memahami bahwa banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang kelebihan berat badan. Alhasil, IMT bukan satu-satunya indikator, karena ada beberapa faktor yang perlu anda ketahui, seperti berikut:

  • Pada IMT dengan nilai yang sama, wanita memiliki lebih banyak lemak dibandingkan pria.
  • Pada IMT dengan nilai yang sama, orang Asia memiliki lemak lebih banyak dari ras lain.
  • Pada IMT dengan nilai yang sama, orang tua memiliki lebih banyak lemak tubuh daripada orang dewasa.
  • Pada IMT dengan nilai yang sama, atlet memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan non-atlet.

Dari penjelasan di atas Anda dapat melihat bahwa pada tingkat IMT yang sama seseorang dapat terlihat gemuk atau lebih rendah.Untuk mendiagnosis atau mengukur risiko infeksi, dokter tidak hanya menggunakan IMT. Beberapa item juga telah menjadi pertimbangan seperti:

  • Ketebalan kulit untuk menentukan jumlah lemak di tubuh.
  • Pantau pola makan dan olahraga.
  • Riwayat penyakit, seperti penyakit jantung dan lainnya.

Resiko Jika Kelebihan Dan Kekurangan Berat Badan

Jika Anda telah mencoba metode penghitungan IMT dan ternyata tubuh Anda di atas atau di bawah level normal, sekarang saatnya mencoba menguranginya untuk keuntungan Anda. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Karena itu, jika Anda termasuk dalam salah satu kelompok ini, maka Anda perlu berhati-hati dan mulai hidup sehat. Lihat penjelasannya:

1. Resiko Jika Terlalu Kurus

Meski sering terabaikan, Anda harus waspada bahwa tubuh yang sangat kecil juga berkontribusi terhadap berbagai infeksi, seperti yang di bawah ini.

  1. Malnutrisi, kekurangan vitamin atau anemia
  2. Osteoporosis karena asupan vitamin D dan kalsium yang tidak memadai
  3. Resistensi fisik menurun
  4. Kegagalan kesuburan wanita, karena haid tidak teratur
  5. Dan Lain Lain.

2. Resiko Jika Terlalu Gemuk

Kelebihan berat badan, dapat meningkatkan risiko Anda terserang penyakit, seperti:

  1. Gula (diabetes) tipe 2
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Jantung dan stroke
  4. Kanker
  5. Kurang tidur
  6. Osteoartritis
  7. Penyakit ginjal
  8. Penyakit kronis, seperti diabetes dan preeklamsia
  9. Dan lain lain.

Pembagian IMT Secara Umum

IMT dibagi menjadi empat kategori:

  • Seseorang diancam kegemukan jika IMT sama dengan atau lebih dari 30.
  • Bila IMT seseorang 25-29,9, berarti termasuk dalam kategori obesitas.
  • IMT yang normal atau berat badan ideal antara 18,5-24,9.
  • Jika seseorang memiliki IMT kurang dari 18,5, berarti orang tersebut kekurangan berat badan.

Pembagian IMT Untuk Orang Asia

Untuk orang Asia termasuk Indonesia, kelompok IMT adalah:

  • Seseorang kelebihan berat badan jika IMT di atas 25.
  • Jika IMT seseorang 23-24,9, berarti dia termasuk dalam kelompok obesitas.
  • IMT yang normal antara 18,5-22,9.
  • Jika seseorang memiliki BMI kurang dari 18,5, berarti orang tersebut kekurangan berat badan.

Aturan Menggunakan Indeks Massa Tubuh

IMT dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan kenaikan berat badan. Namun, terlalu mengandalkan angka tidaklah baik. Berikut perbandingannya:

  • Jika dua orang memiliki IMT sama tetapi memiliki jenis kelamin dan usia yang berbeda, mereka juga harus dipertimbangkan.
  • Dimana berat badan juga bisa menjadi perhitungan indeks massa tubuh yang salah, misalnya oleh atlet atau binaragawan.
  • Bertambahnya usia, orang dewasa memiliki lebih banyak lemak di tubuh mereka daripada anak-anak. Dalam hal jenis kelamin, wanita memiliki lebih banyak lemak daripada pria.
  • Meski mempunyai berat badan normal, orang-orang yang tidak beraktifitas bisa lebih gemuk. Mereka yang memiliki banyak lemak lebih mungkin memiliki masalah kesehatan.
  • Lemak yang menumpuk di perut dan punggung bagian bawah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
  • Yang perlu diperhatikan, dalam menghitung IMT. Untuk orang Asia, IMT 27 atau lebih tinggi dianggap obesitas. Sebaliknya, kelompok obesitas biasanya menurut IMT lebih dari 30.
  • Penyakit atau seperti malnutrisi (asites), juga dapat menyebabkan kesalahan perhitungan IMT.

Contoh Cara Menghitung IMT

Untuk lebih jelasnya kami juga sudah menyediakan contoh cara menghitung IMT mulai dari anak balita, anak – anak hingga orang dewasa.

1.) Contoh Cara Menghitung Berat Badan Ideal Balita

Yoon Se Ri merupakan anak balita asal Korea Selatan yang telah berusia 14 bulan. Coba hitung berapa berat ideal dari Yoon Se Ri.

Jawaban :

Apabila Yoon Se Ri berusia 14 bulan maka bisa dibulatkan menjadi 1,2 atau dibaca dengan 1 tahun 2 bulan. Untuk mengetahui berat badan idealnya, kamu bisa memasukkannya di rumus di bawah ini.

( 2 x 1,2 ) + 8 = 2,4 + 8 = 10,4

Jadi dari sini kamu bisa mengetahui jika berat badan ideal yang harus dimiliki oleh Yoon Se Ri adalah sekitar 10,4 kilogram.

2.) Contoh Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anak Anak

Jung Soo merupakan balita berusia 2 tahun 10 bulan. berapakah berat badan ideal yang harus dimiliki oleh Jung Soo.

Jawaban :

n = 2,10 X 2 = 4,20.

Dari hasil ini bisa menambahkannya dengan 8. Karena 4,20 adalah 4 tahun 20 bulan. Maka 20 bulan = 1 tahun 8 bulan. Sehingga 4,20 menjadi 5,8.

Tambahkan 5,8 dengan 8. Sehingga = berat badan ideal 13,8.

Berat badan yang harus dimiliki oleh Jung Soo adalah 13,8 kg.

3.) Contoh Menghitung Berat Ideal Orang Dewasa

Jung Soo Yeon adalah adalah wanita Korea yang memiliki tinggi 165 cm dan memiliki berat badan 67 kg. Coba hitung IMT dari Jung Soo Yeon!

Jawaban :

Jika Berat Jung Soo 67 kg

Dan Tinggi Badan yang dimiliki oleh Jung Soo Yeon adalah 165 cm yang diubah menjadi 1,65 m

Maka IMT dari Jung Soo Yeon adalah :

Rumus = Berat Badan / ( Tinggi Badan x Tinggi Badan )

Maka = 67 / (1,65 x 1,65)

= 24,6

IMT adalah 24,6

Hasil yang didapatkan dari IMT Jung Soo Yeon adalah 24,6. Hal ini menunjukkan jika Jung Soo Yeon memiliki berat badan ideal seperti yang ada pada tabel di bawah ini :

Menunjukkan jika IMT milik Jung Soo Yeon berada pada 18,5 dan 24,9 yang merupakan angka ideal.

Tips And Triks

Terlepas dari semua ketidakakuratan, perhitungan IMT baik dikenal terutama sebagai pengingat penambahan berat badan. Jika Anda kelebihan berat badan, Anda dapat menggunakan vitamin untuk membantu menurunkan berat badan dan mengubah pola makan. Selain itu, jika tubuh Anda sangat berat, Anda dapat mencoba makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur.

Jangan hanya mengikuti IMT dan angka pada pengukuran. Juga perhatikan otot dan pinggul Anda untuk memberikan gambaran lengkap tentang kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

IMT akan berguna jika sistem operasi digunakan bersama dengan peralatan pemantauan lainnya. Gunakan IMT dan kalkulasi berat badan Anda, kemudian periksa dengan cermat dengan dokter Anda untuk melihat apakah Anda sudah sesuai mencapai berat badan ideal. Selain itu, menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan dapat dibantu dengan berbagai cara.

Akhir Kata

Nah, itulah  Rumus Menghitung IMT mulai dari Anak, Normal, Dewasa, dan contoh penghitungan masing masing yang semoga bermanfaat bagi kamu semua.

Artikel Lainnya :

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Rumus Menghitung IMT – Anak, Normal, Dewasa, dan Contoh Penghitungan Masing-Masing Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca