Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Rumus Passive Voice – Pengertian, Lengkap dengan Contoh Kalimat

3 min read

Rumus Passive Voice – Pengertian, Lengkap dengan Contoh Kalimat

Rumus Passive Voice memang jarang sekali muncul dalam pembelajaran berbeda dengan materi yang lainnya yang sering digunakan. Namun meski begitu mempelajari materi passive voice ini juga akan sangat berguna bagi kamu nantinya. Terutama bagi kamu yang ingin fasih dalam menggunakan bahasa Inggris.

Maka langsung saja kamu lihat ulasan yang ada di bawah ini mengenai rumus passive voice beserta dengan penjelasan lengkapnya.

Pengertian Passive Voice

Passive voice sendiri merupakan sebuah bentuk kalimat yang mana subjek dari kalimat ini akan menerima aksi. Sehingga subjek dari kalimat ini bukanlah pelaku utama dalam aksi yang dijelaskan pada kalimat tersebut. Atau biasa juga disebut dengan receiver of action.

Berbeda dengan active voice yang lebih fokus pada subjek yang melakukan aksi atau disebut dengan doer of action.

Misalnya seperti contoh berikut ini :

Jika Kalimat Active Voice :

My sister plant some flowers

Sehingga di sini saudara perempuannya adalah pelaku aksi.

Sedangkan pada Passive Voice :

Some flowers are planted by my sister

Maka di kalimat ini, saudari nya merupakan penerima aksi.

Jika dilihat secara umum, kalimat aktif memang dapat diubah untuk menjadi kalimat pasif. Tentu dengan bentuk yang mengandung transitive verbs atau kata kerja yang membutuhkan objek langsung di dalamnya.

Misalnya saja seperti make, buy, bring dan write serta yang lainnya.

Sedangkan kalimat pasif di dalamnya harus terdapat intransitive verbs atau kata kerja yang tidak membutuhkan objek secara langsung.

Misalnya seperti arrive, go, swim, die, cry dan yang lainnya.

Akan tetapi jika intransitive verbs ini diikuti dengan preposition, maka akan terdapat sebuah kemungkinan kalimat tersebut untuk dapat diubah agar bisa menjadi kalimat pasif. Namun kalimat pasif di sini akan memiliki bentuk yang sangat kaku.

Rumus Passive Voice

Salah satu cara yang bisa kamu gunakan untuk membentuk kalimat pasif adalah dengan menggunakan rumus sederhana seperti yang ada di bawah ini. Tapi harus diingat ya, penggunaan rumus juga harus dibarengi dengan penggunaan tense kalimat yang sesuai.

Kalian bisa melihat rumus Passive Voice di bawah ini :

Dari rumus di atas, kamu juga harus tahu jika selain penggunaan kalimat pasif dengan memberikan tambahan perfect continous tense ini akan memberikan kesan yang kaku pada struktur kalimatnya.

Selain itu kalimat pun akan lebih terasa rumit serta cukup sulit untuk dipahami. Sehingga sebaiknya bagi kamu untuk mengindari menggunakan perfect continous tense untuk dijadikan sebagai tambahan untuk kalimat pasifnya. Karena apabila dilihat dari segi rammatically correct atau tata bahasanya yang kuran benar.

 

Contoh Kalimat Passive Voice

Jika secara umum kalimat pasif ini digunakan pada saat kondisi seperti di bawah ini :

1.) Pada Pelaku Aksi atau Doer of Action Tidak Diketahui

Kalimat passive voice ini bisa digunakan untuk menunjukkan pelaku yang tidak diketahui siapa yang melakukan aksi atau aktivitas yang diceritakan di dalam kalimat.

Contoh : “My book has been stolen”.

2.) Pada Saat Pelaku Aksi atau Doer of Action Sudah Jelas atau Sudah Diketahui Namun Tidak Perlu Disebutkan Lagi

Pada keadaan ini, pelaku aksi sudah tidak perlu dijelaskan karena pelakunya sudah diketahui namun tidak harus dijelaskan secara rinci siapa subjeknya.

Contoh : “Dragon Fruit is grown in Banyuwangi”.

3.) Pada Saat Tidak Ingin Menyebutkan Siapa Pelaku atau Doer of Action Meskipun Sudah Tahu Siapa Pelaku Aksinya

Di sini, kalimat passive voice juga bisa digunakan untuk tidak menyebutkan pelaku aksi meskipun tahu siapa pelakunya tapi memilih untuk tidak disebutkan secara jelas dengan sadar.

Contoh : “Mistakes were made”.

4.) Pada Saat Pelaku Aksi atau Doer of Action Merupakan Banyak Orang atau People in General yang Tidak Bisa Disebutkan Satu Persatu

Kalimat ini biasanya digunakan pada saat kondisi di mana pelaku aksinya lebih dari satu orang yang mengacu pada sebuah kelompok umum yang bisa mengacu pada siapa saja atau masyarakat luas.

Contoh : “Gojek is used as an alternative means of transportation to avoid traffic jam in Jakarta, Surabaya and Bandung”.

5.) Pada Saat Pelaku Aksi atau Doer of Action Sudah Disebutkan Pada Kalimat Sebelumnya

Kondisi ini biasanya terjadi pada sebuah paragraf yang mana pada kalimat sebelumnya si pelaku aksi sudah disebutkan, sehingga pada kalimat berikutnya pelaku aksi ini tidak perlu disebutkan lagi.

Contoh : “Miss. Jung Soo Yeon caught Teyeon cheating on the test. So Tiffany was given punishment immediately”.

 

Pelaku Aksi Pada Passive Voice

Terdapat beberapa kondisi yang mana pada kondisi tersebut penggunaan passive voice frasa yang digunakan untuk menyatakan si pelaku aksi atau disebut dengan by – phrase ini tidak perlu digunakan. Tentu hal ini terjadi karena beberapa sebab dan alasan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya di atas.

Akan tetapi, kamu masih bisa loh memasukkan si pelaku ke dalam kalimat atau bisa dibilang karena informasi ini sangat penting sehingga mau tidak mau harus dimasukkan ke dalam kalimat.

Berikut ini adalah penjelasannya :

1.) Pada Saat Terdapat Informasi Baru pada Kalimat Kedua

Karena informasi ini harus dimasukkan, sebab dianggap penting maka informasi mengenai si pelaku aksi bisa dimasukkan pada kalimat kedua.

Contohnya : “Water mask comes from nature ingredient. It is produced by Blank company”.

2.) Pada Saat Mengetahui Nama Pelaku Aksi Doer of Action dengan Jelas atau Pelaku Aksi Merupakan Publik Figure yang Dikenal Banyak Orang

Jika keadaannya seperti ini, maka mau tak mau informasi pelaku aksi harus dimasukkan. Karena pelaku aksi merupakan orang yang dikenal oleh masyarakat.

Contoh : “Shine was written by Jessica Jung”.

3.) Pada Saat Identitas si Pelaku Aksi atau Doer of Action Dianggap Sangat Mengejutkan atau Tidak Pernah Terbayangkan Sebelumnya

Ketika si pelaku aksi merupakan sesorang yang tidak terbayangkan sebelumnya atau informasi mengenai subjek ini akan membuat semua orang terkejut maka mau tidak mau si pelaku aksi harus dimasukkan ke dalam kalimat.

Contoh : “It is hard to believe that this beautiful book was writed by an seven – year – old”.

 

Passive Voice dengan Get

Informasi tambahan bagi kamu semua mengenai kalimat passive voice ini. Karena kalimat ini dapat menggunakan kata get yang bisa diaplikasikan ke dalam kalimat pasif. Biasanya kata get digunakan untuk sebagai pengganti to be : am / is / are.

Selain itu kalimat pasif dengan kata get di dalamnya ini digunakan untuk percakapan informal. Sama halnya dengan pada saat menggunakan to be : am / is / are. Maka bentuk get yang digunakan pada kalimat ini harus diseuaikan dengan tense kalimatnya.

 

Nah, demikian pembahasan kali ini mengenai rumus passive voice mulai dari pengertian hingga contoh kalimat dan penjelasan lengkapnya, semoga menjadi refrensi belajar yang menyenangkan dan membuat kamu mengerti materi ini dengan mudah.

Artikel Lainnya :

Rumus Menghitung IMT – Anak, Normal, Dewasa, dan Contoh Penghitungan Masing-Masing

Rumus Luas Permukaan Tabung

Keliling Jajar Genjang

 

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Rumus Passive Voice – Pengertian, Lengkap dengan Contoh Kalimat Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca