Sifat Pendudukan Jepang Di Indonesia

4 min read

Rumusguru.com – Sifat Pendudukan Jepang Di Indonesia merupakan sejarah bagaimana masuknya mereka dengan berbagai cara setelah mengalahkan Tentara Belanda. Datang dengan menawarkan bantuan kepada Bangsa Indonesia, setelah itu mereka menjajahnya.

Bagaimanakah Sifat Pendudukan Jepang Di Indonesia pada masanya? Silahkan Anda simak ulasannya secara lengkap berikut ini.

Penjelasan Tentang Sifat Pendudukan Jepang Di Indonesia

Terdapat berbagai cara yang dilakukan oleh Jepang saat ingin menguasai Indonesia sebagai jajahan mereka, ialah sebagai berikut:

1. Memenangkan Hati Rakyat Indonesia

Pada dasarnya cara orang Jepang saat ingin menduduki Indonesia adalah memutar lagu kebangsaan Indonesia, dimulai dengan Radio Tokyo secara berkesinambungan yang diiringi dengan pidato para pahlawan nasional yang membuat masyarakat Indonesia percaya bahwa Jepang ingin membantu dan membawa Indonesia merdeka.

2. Menyerukan Semboyan 3G

Yang dimaksud dengan semboyan 3G adalah Gold, Glory, Gospel. Jepang mengaku sebagai saudara Indonesia dan datang untuk membawa kemerdekaan Indonesia.

3. Dengan Propaganda

Jepang melakukan Propaganda bagi masyarakat Indonesia tentang 3A yang memberikan gambaran bagi bangsa Indonesia bahwa Jepang adalah negara yang kuat dan dapat membantu Indonesia untukl merdeka.

Ada banyak bujukan, kebohongan, dan tipuan pada saat itu. Misalnya, banyak pahlawan Indonesia yang dibebaskan dari pengasingan, dan penggunaan Bahasa oleh orang Indonesia diperbolehkan, padahal perubahan itu dimaksudkan untuk merebut hati orang Indonesia. Dengan cara demikian, Indonesia seolah diuntungkan dengan kehadiran Jepang yang dinilai mampu mendekatkan Indonesia pada kemerdekaan.

Sifat Dasar Orang Jepang Saat Ingin Menduduki Indonesia

1. Saat Jepang Datang Ke Indonesia:

  • Jepang menjadi ramah.
  • Jepang menjadi bersahabat.
  • Jepang Menjadi peduli.
  • Jepang tidak membedakan adat istiadat, suku, ras, dan agama antara Jepang dan Pribumi.

2. Saat Jepang Menguasai Daerah Indonesia:

  • Jepang bersifat memaksa.
  • Jepang sama sekali tidak menghormati kaum perempuan Indonesia.
  • Jepang lebih mementingkan perang Asia-Pasifik dibandingkan kondisi Indoenesia.
  • Jepang bersifat selalu curiga dan mengawasi perkumpulan.

Latar Belakang

Pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tanggal 9 Maret 1942 dan merupakan bagian dari konstitusi Asia Tenggara dan menyebabkan industrialisasi besar di Jepang dan pengembangan strategi pengolahan dan pemasaran makanan yang baru.

Pendudukan Jepang di Indonesia merupakan masa menyakitkan bagi warga negara Indonesia dibandingkan pada masa pendudukan Belanda. Setidaknya pada masa penjajahan Belanda, orang Eropa masih menghargai usaha Indonesia dan tetap menghargai martabat dan penghormatan perempuan.

Pemerintah Belanda tidak memaksakan kebijakannya kepada semua warga negara Indonesia untuk mengikutinya. Saat Jepang tiba di Indonesia, Jepang datang dengan senyum hangat dan membawa 3 A dari Jepang sebagai tanda persahabatan.

Ketika Jepang berkuasa di Indonesia, orang Jepang memaksa orang Indonesia untuk lagu kebangsaan mereka. Pemerintah Jepang juga berbohong dan mengirim wanita ke medan perang sebagai cara untuk memuaskan dahaga para militer Jepang.

Ulasan Sifat Pendudukan Jepang Di Indonesia

Jepang adalah negara paling maju di Asia dan telah membantu Indonesia. Dalam Perang Dunia II (1939-1945) Jepang berusaha mendirikan sebuah kerajaan di Asia, dan dengan tujuan untuk menguasai benua itu, Jepang melihat Amerika Serikat sebagai penghalang utama.

Hingg sebelum Jepang tiba di Asia, pada Desember 1941, Jepang mengalahkan militer AS di Pasifik. Di bawah kapal-kapal Amerika di pulau Hawaii, khususnya di Pearl Harbor, tiba-tiba mereka diserang oleh Jepang. Dengan demikian, Jepang membuka jalan untuk menduduki wilayah Asia, khususnya Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

5 jam kemudian Jenderal Belanda yang bernama Tjarda van Starkenborg Stachouwer menyatakan perang. Jepang menyerang Belanda di Tarakan, Sumatera dan Jawa. Pada tanggal 18 Maret 1942, Belanda menyerah diwakili oleh Panglima Angkatan Darat Hindia Timur Belanda, kepada tentara Jepang di bawah Pimpinan Kolonel Imamura, dan kemudian pemerintahan Belanda berakhir di Indonesia dan secara resmi Jepang mulai menduduki pulau-pulau Indonesia.

Ini disetujui oleh Perjanjian Kalijati di Subang, Jawa Barat. Perjanjian Kalijati adalah untuk mengalihkan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Sebaliknya, tujuan Jepang sama dengan Belanda yaitu menjajah, namun kedatangan Jepang disambut baik oleh bangsa Indonesia. Alasan tanggapan positif dari pemerintah Indonesia di pihak Jepang antara lain.

Jepang datang tidak untuk menjajah, tetapi membebaskan orang Indonesia dari penjajahan, Menyerukan Propaganda 3A, Jepang mengaku sebagai Saudara Indonesia yang datang untuk memerdekakan orang Indonesia, dan Slogan Hakoo Ichiua, bahwa seluruh dunia adalah satu keluarga, dan pemimpin keluarga itu adalah Jepang, yang berjuang untuk pembangunan.

Pimpinan beberapa kelompok juga setuju untuk bekerja sama dengan orang Jepang, termasuk Ir Soekarno dan Moh Hatta. Meski keduanya dikenal sebagai individu non-kooperatif yang konsekuen, mereka sepakat untuk bekerja sama. Soekarno mengatakan dalam biografinya oleh Cindi Adams, bahwa pada saat itu Jepang kuat, sedangkan Indonesia lemah. Karena itulah Indonesia membutuhkan bantuan dari Jepang untuk merdeka.

Organisasi Pergerakan Jepang

1. Gerakan Tiga A

Merupakan propaganda Jepang pada  April 1942, dipimpin Mr. Sjamsuddin bertujuan untuk menarik simpati rakyat

2. Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA)

Adalah organisasi jepang pada 9 Maret 1943 dipimpin Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan KH Mas Mansyur.

3. Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Rakyat Jawa)

Didirikan pada 1 Januari 1944 dipimpin seorang gunseikan dilatarbelakangi kesadaran Jepang bahwa Putera bermanfaat bagi Indonesia.

4. Badan Pertimbangan Pusat (Cuo Sangi In)

5 September 1943, Kumakichi Harada dengan Osamu Serei No. 36 dan 37 Tahun 1943 megenai pembentukan Cuo Sangi In dan Shu Sangi Kai.

5. MIAI (Majelis Islam A’laa Indonesia)

Merupakan organisasi tahun 1937 Surabaya saat penjajahan Belanda. Pendirinya K. H. Mas Mansyur dan rekan.

Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Jepang

Dalam sejarah invasi Jepang ke Indonesia, negara kita dijadikan ekspansi realisasi sumber daya alam untuk Jepang.

Karena banyaknya kejahatan yang begitu berbahaya, akhirnya bangsa Indonesia berencana untuk melawan Jepang. Kemarahan publik yang signifikan terlihat di Indramayu, Singapura, Tasikmalaya, Aceh, Papua, Blitar, Cilacap dan Kalimantan.

Tidak hanya protes yang berlangsung secara fisik, gerakan dilancarkan untuk mencari info dengan memasuki sistem pertahanan Jepang di Indonesia. Singkatnya, selama ini Amerika Serikat dan sekutunya sedang melancarkan serangan habis-habisan ke Jepang, bahkan seperti bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki.

Amerika Serikat saat itu juga berperang dengan Jerman dalam perang Pasifik. Perang mempengaruhi kelompok Asia Timur yang merdeka, termasuk Indonesia. Belakangan, Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, menandai berakhirnya Perang Dunia II.

1. Beberapa perlawanan terhadap jepang

  1. 10 Nov 1942 Peristiwa Cot Plieng Aceh yang dipimpin ulama bernama Tengku Abdul Jalil seorang guru Cot Plieng, Lhokseumawe.
  2. Peristiwa Singaparna tahun 1943, Tasikmalaya, Jawa Barat dipimpin KH. Zainal Mustafa melakukan perlawanan.
  3. November 1944 PETA Meureudu-Pidie, Aceh dipimpin Teuku Gyugun Hamid.
  4. 29 Feb 1945 Perlawanan PETA di Blitar dipimpin Dr. Ismail dan Syodanco Suradi.
  5. Indramayu April 1944 pemberontakan disebabkan paksaan deposit porsi nasi dan Romusha yang menyebabkan penderitaan rakyat.
  6. Pemberontakan dipimpin Teuku Hamid November 1944, seorang perwira bersama satu peleton pasukan untuk melakukan pemberontakan.

Dampak Pendudukan Jepang Diwilayah Indonesia

Meski tujuannya mengusir penjajah, Jepang berhasil menipu orang Indonesia dengan berpura-pura menjadi penyelamat Asia. Ada dampak tersendiri saat masa pendudukan Jepang, yaitu:

I. Dampak Positive

  1. Jepang mendukung gerakan anti Belanda yang membangkitkan semangat nasionalisme Indonesia.
  2. Jepang mengizinkan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi.
  3. Jepang memprakarsai pembentukan kelompok golongan paling bawah, yaitu RT (Rukun Tetangga), atau biasa disebut tonarigumi dalam bahasa Jepang.
  4. Jepang melakukan pendekatan dengan Ir. Soekarno guna mendapatkan dukungan rakyat Indonesia.
  5. Jepang ikut serta dalam mobilisasi BPUPKI dan PPKI dalam persiapan kemerdekaan Indonesia.
  6. Jepang juga telah mendirikan organisasi dan sekolah untuk membantu masyarakat Indonesia.
  7. Budaya Jepang yang disiplin diajarkan dan diperkenalkan ke sekolah sekolah.
  8. Tentara Jepang melatih dan membekali pemuda Indonesia, awalnya untuk kepentingan Jepang, namun akhirnya pemuda Pribumi memanfaatkan untuk melawan Jepang sendiri.

II. Dampak Negative

  1. Jepang menduduki wilayah-wilayah yang dianggap penting. Itulah mengapa Jepang menganiaya rakyat.
  2. Banyak orang Indonesia yang disiksa, ditahan tanpa alasan yang jelas, dan ditawan hingga hukuman mati.
  3. Jepang mengharuskan kerja paksa Romusha. Prosesnya kejam dan mengakibatkan kematian banyak orang.
  4. Jepang telah menyebabkan kelaparan dan kekurangan bahan pertanian.
  5. Rakyat menjadi diam, media melarang agar tidak ada yang berani mengungkap kejahatan Jepang.
  6. Kekerasan dan masalah keamanan, seperti pencurian yang merajalela, pemerkosaan dan kejahatan lainnya.
  7. Standar pendidikan di Indonesia telah turun drastis.

Akhir Kata

Demikianlah ulasan kali ini tentang Sifat Pendudukan Jepang Di Indonesia, yang telah kami bagikan untuk Anda yang sedang mencari rujukan mengenai masalah terkait. Terus ikuti artikel menarik kami lainnya hanya di https://rumusguru.com/. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Sifat Pendudukan Jepang Di Indonesia Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Iklim Junghuhn

Ami Alhasani
3 min read

Klasifikasi Awan

Ami Alhasani
2 min read