Tahap-Tahap Perjanjian Internasional

Apa itu perjanjian Internasional? Perjanjian internasional merupakan perjanjian yang diadakan oleh subjek-subjek hukum Internasional yang bertujuan untuk melahirkan akibat-akibat dari hukum – hukum tertentu. Lebih lengkapnya simaklah pembahasan kami mengenai Materi Tahap Tahap Perjanjian Internasional, Jenis Jenis Perjanjian internasional, dan Contoh Perjanjian Internasional di bawah ini.

Perjanjian Internasional

Perjanjian internasional merupakan perjanjian yang diadakan oleh subjek-subjek hukum Internasional yang bertujuan untuk melahirkan akibat-akibat dari hukum – hukum tertentu.

Pembuatan perjanjian internasional oleh Indonesia sendiri sudah diatur dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2000 Pasal 4, 5, 6, 7, & 8. Dalam pasal-pasal tersebut terdapat tahap- tahap perjanjian internasional dalam proses pembuatannya, yakni :

  • Penjajakan – Proses penjajakan ini sangat dibutuhkan untuk menelaah apakah di hari mendatanng perjanjian internasional yang dilakukan bermanfaat untuk kepentingan nasional. Sebelum memberikan pertimbangan politis serta mengambil tindakan dalam pembuatan dan juga pengesahan perjanjian internasional, menteri akan berkonsultasi dengan DPR berhubungan dengan kepentingan publik.
  • Perundingan – Indonesia menunjuk delegasinya yang sesuai dengan lingkup perjanjian seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2000 Pasal 5 ayat 5
  • Perumusan Naskah – Menjadi peserta perjanjian internasional, maka Indonesia juga ikut aktif dalam menyusun rancangan rumusan naskah perjanjian tersebut.
  • Penerimaan – Sesudah naskah perjanjian internasional tersebut dirumuskan, maka bangsa Indonesia akan menimbang apakah sudah bisa menerima isi dari naskah perjanjian yang di rumuskan tersebut.
  • Penantanganan – Apabila telah menerima baik isi atau hanya secara redaksional naskah perjanjian, maka delegasi Indonesia ikut dalam menandatangani perjanjian internasional itu.

Tahap-tahap Perjanjian Internasional

Perjanjian internasional juga biasa dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah maupun untuk mempererat hubungan diplomatik antar negara. Berdasarkan Konvensi Wina (1969), tahap-tahap pembuatan perjanjian internasional itu ada 3 tahapan yaitu:

1. Perundingan (Negotiation)

Perundingan adalah perjanjian tahap yang pertama antara pihak atau negara mengenai objek-objek tertentu dan yang sebelumya belum pernah ada perjanjian mengenai hal tersebut.

Dari sebab itu diadakan penjajakan terlebih dahulu / pembicaraan  awal dari masing-masing pihak yang memiliki kepentingan.

Dalam melakukan / proses negosiasi maka suatu negara bisa diwakili oleh pejabat yang bisa menunjukkan surat kuasa penuh.

Selain itu proses ini dapat dilakukan oleh kepala negara (Presiden), kepala pemerintahan, menteri luar negeri atau duta besar.

2. Penandatanganan (Signature)

Biasanya penandatanganan akan dilakukan oleh para menteri luar negeri maupun kepala pemerintahan.

Dalam perundingan yang bersifat multilateral, penandatanganan teks perjanjian telah dianggap sah apabila 2/3 suara dari peserta yang hadir memebrikan suara kecuali yang ditentukan lain.

Namun perjanjian belum bisa diberlakukan oleh masing-masing negaranya.

3. Pengesahan (Ratification)

Suatu negara mengikat diri dalam suatu perjanjian dengan beberapa syarat jika sudah disahkan oleh badan yang memiliki wewenang di negaranya. Penandatanganan atas perjanjian tersebut bersifat sementara dan masih perlu dikuatkan dengan pengesahan/penguatan. Ini disebut dengan proses ratifikasi.

Pembatalan Perjanjian

Perjanjian perjanjian yang telah dibuat bisa saja di batalkan, namun dengan alasan yang jelas atau karena ada faktor lain. Nah berikut adalah hal yang bisa menyebabkan dibatalkannya suatu perjanjian antara lain :

  • Terjadinya/adanya pelanggaran.
  • Adanya tindak kecurangan.
  • Adanya pihak yang dirugikan.
  • Adanya ancaman dari satu pihak.

Berakhirnya Perjanjian

Meskipun tidak adanya pembatalan perjanjian namun perjanjian tetap akan berakhir, ada hal-hal yang bisa menyebabkan berakhirnya perjanjian diantaranya yaitu:

  • Punahnya salah pihak pihak tertentu.
  • Masa perjanjian habis.
  • Salah satu pihak ingin mengakhiri yang hal ini juga disetujui oleh pihak kedua.
  • Adanya pihak yang dirugikan
  • Tujuan dari perjanjian sudah tercapai.
  • Syarat mengenai hal pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan perjanjian itu telah dipenuhi.

Macam Macam Perjanjian Internasional

Perjanjian adalah kesepakatan yang harus ditaati oleh pihak pihak yang terlibat di dalamnya, ada dua macam perjanjian internasional yakni Perjanjian Bilateral dan perjanjian Multilateral, yang kedua jenis perjanjian tersebut merupakan kesepakatan internasional antar negara terkait kebijakan antar negara.

Perjanjian Bilateral

Perjanjian Bilateral yaitu adalah sebuah perjanjian antara dua pihak atau negara dalam mengatur kebijakan ke-2 belah pihak. Perjanjian ini sifatnya tertutup, maksudnya tidak ada negara lain yang memiliki hak untuk ikut campur dalam perjanjian yang dibuat tersebut.

Perjanjian Multilateral

Perjanjian Multilateral adalah perjanjian yang diadakan oleh beberapa pihak/negara guna mengatur kepentingan bersama antar peserta perjanjian. Perjanjian ini bisa dilakukan oleh negara mana pun yang memang sudah sepakat untuk menjalin kerjasama.

Contoh Perjanjian Bilateral

Perjanjian Bilateral sudah pernah dilakukan oleh Negara Republik Indonesia dengan sejumlah negara, yaitu Republik Rakyat China, Filipina & Thailand.

Berikut adalah perjanjian Bilateral yang sudah pernah dilakukan oleh Negara Indonesia :

  1. Perjanjian Bilateral yang pernah dilakukan oleh Republik Indonesia dengan Republik Rakyat China di tahun 1955 mengenai hal dwi kewarganegaraan.
  2. Perjanjian antara Republik Indonesia & Filipina tentang pemberantasan penyelundupan & bajak laut.
  3. Perjanjian Republik Indonesia dengan Thailand yang membahas tentang batas laut Andaman di sebelah utara selat Malaka di tahun 1971.

Contoh Perjanjian Multilateral

Contoh perjanjian Multilateral yang sudah pernah dilakukan yaitu pada konvensi Genewa di tahun 1949 & Konvensi Wina di tahun 1961. Konvensi Genewa berisi mengenai hal perlindungan korban perang namun sifatnya sementara konvensi Wina berisi mengenai hal hubungan diplomatik.

Selain itu, konvensi hukum laut internasional di tahun 1982 yang berisi mengenai hal laut teritorial, zee, zona bersebelahan, dan landas benua.

Apa yang di maksud dengan Perjanjian Internasional?

Perjanjian internasional merupakan perjanjian yang diadakan oleh subjek-subjek hukum Internasional yang bertujuan untuk melahirkan akibat-akibat dari hukum – hukum tertentu.

Berikan contoh perjanjian Internasional Bilateral !

1. Perjanjian Bilateral yang pernah dilakukan oleh Republik Indonesia dengan Republik Rakyat China di tahun 1955 mengenai hal dwi kewarganegaraan.

2. Perjanjian antara Republik Indonesia & Filipina tentang pemberantasan penyelundupan & bajak laut.

3. Perjanjian Republik Indonesia dengan Thailand yang membahas tentang batas laut Andaman di sebelah utara selat Malaka di tahun 1971.

Berikan contoh perjanjian Internasional Multilateral !

Contoh perjanjian Multilateral yang sudah pernah dilakukan yaitu pada konvensi Genewa di tahun 1949 & Konvensi Wina di tahun 1961.

Konvensi Genewa berisi mengenai hal perlindungan korban perang namun sifatnya sementara konvensi Wina berisi mengenai hal hubungan diplomatik.

Selain itu, konvensi hukum laut internasional di tahun 1982 yang berisi mengenai hal laut teritorial, zee, zona bersebelahan, dan landas benua.

Apa saja hal hal yang membatalkan Perjanjian Internasional?

Perjanjian perjanjian yang telah dibuat bisa saja di batalkan, namun dengan alasan yang jelas atau karena ada faktor lain. Nah berikut adalah hal yang bisa menyebabkan dibatalkannya suatu perjanjian antara lain :

1. Terjadinya/adanya pelanggaran.
2. Adanya tindak kecurangan.
3. Adanya pihak yang dirugikan.
4. Adanya ancaman dari satu pihak.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Makalah Tahap Tahap Perjanjian Internasional. Semoga bermanfaat.