Teks Debat : Pengertian, Ciri, Tujuan, Etika, Struktur Dan Contoh

5 min read

Teks Debat : Pengertian, Ciri, Tujuan, Etika, Struktur Dan Contoh

Teks Debat : Pengertian, Ciri, Tujuan, Etika, Struktur Dan Contoh – Pada kesempatan ini rumusguru.com akan memberikan penjelasan tentang Teks Debat, yuk lihat penjelasannya dibawah ini :


Teks Debat : Pengertian, Ciri, Tujuan, Etika, Struktur Dan Contoh


Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Debat merupakan ulasan ataupun pertukaran pendapat mengenai suatu perihal dengan saling memberikan alasan buat mempertahankan pendapat masing-masing.

Pengertian Teks Debat

Debat merupakan aktivitas adu argumentasi antara 2 pihak ataupun lebih baik itu perorangan ataupum kelompok dalam mendiskusikan serta memutuskan permasalahan serta perbedaan.

Serta ahli Bagi Gram. Sukadi, Debat merupakan saling adu argumentasi antar individu ataupun antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

Menurut Hendri Guntur Tarigan, Debat merupakan saling adu argumentasi antar individu ataupun antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.

Teks Debat : Pengertian, Ciri, Tujuan, Etika, Struktur Dan Contoh


Ciri-Ciri Teks Debat

Berikut ini ada beberapa ciri teks debat, antara lain sebagai berikut:

  • Debat memiliki pihak yang memusatkan jalannya debat. Umumnya yang melaksanakan tugas ini merupakan seorang moderator.
  • Hasil akhir ataupun kesimpulan debat didapat dengan metode voting ataupun keputusan juri debat.
  • Ada cuma 2 sudut pandang ialah pro serta kontra.
  • Terjadi aktivitas saling beradu argumentasi buat mendapatkan kemenangan salah satu pihak.
  • Ada suatu proses buat saling mempertahankan argumentasi di antara kedua belah pihak yang lagi berdeba t(pihak pro serta kontra).

Tujuan Teks Debat

Berikut ini ada sebagian tujuan dari bacaan debat, antara lain bagaikan berikut:

  • Menguatkan pemahaman konsep seorang terhadap materi ataupun pelajaran yang sudah diberikan.
  • Melatih seseorang buat bersikap kritis terhadap seluruh teori yang telah diberikan.
  • Melatih seseorang buat berani mengemukakan pendapat.
  • Melatih seseorang buat mematahkan pendapat lawannya.
  • Meningkatkan kemampuan merespon terhadap suatu permasalahan (rebuttal) disebabkan disini terjadi adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat diantara kedua belah pihak.

Tata Cara Teks Debat

Berikut ini ada beberapa tata cara teks debat, antara lain sebagai berikut:

  • Memahami serta melaksanakan peraturan debat yang sudah disepakati oleh peserta serta anggota debat. Bila seorang anggota debat melanggar peraturan maka hendak mempengaruhi pada timnya.
  • Pertanyaan yang diajukan hendaknya di informasikan dengan handal, tidak menghina, menguji, ataupun merendahkan lawan, persoalan pula tidak boleh menyerang lawan secara individu tetapi fokus ke kasus yang lagi dibahas.
  • Ajukan alasan dengan analisis yang kritis, masuk ide, serta runtut. Ketiga perihal ini hendak lebih baik bila dilakukan dengan kemampuan retorika yang baik.
  • Dalam mengantarkan gagasan kenali serta pahami kelemahan ataupun kelebihan yang dipunyai lawan. Perihal ini sangat penting buat menyusun strategi debat sehingga efektif dalam menyangkal serta pengaruhi lawan apalagi seluruh peserta debat.
  • Alasan yang di informasikan tidak perlu sangat banyak sebab waktu yang terbatas. Susun alasan ke dalam poin-poin yang pendek serta lugas yang merujuk langsung ke kasus yang lagi didebatkan.
  • Menguasai dengan baik tentang kesalahan-kesalahan dalam berpikir paling utama pada penyelesaian permasalahan. Perihal ini pula berperan buat mengenali kelemahan argumentasi yang diberikan oleh lawan.
  • Menyajikan gagasan yang akurat serta bisa dipertanggungjawabkan. Sertakan pula data-data yang valid yang bisa menunjang alasan ataupun gagasan.
  • Buatlah kesimpulan yang menampilkan statment final dengan kalimat yang lugas serta langsung mengarah ke titik celah lawan. Penyampaian kesimpulan tidak perlu sangat panjang cukup poin-poin yang menegaskan argumentasi serta disampaian dengan tegas buat menampilkan rasa percaya diri kalau argumentasi tersebut benar.

Tata cara yang diterapkan dalam lingkungan sekolah, antara lain sebagai berikut:

  • Guru membagi siswa jadi 2 kelompok peserta debat, yang satu pro serta yang lainnya kontra.
  • Guru memberikan tugas buat membaca materil yang hendak diperdebatkan oleh kedua kelompok di atas.
  • Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro buat berdialog saat itu, setelah itu setelah selesai ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya hingga beberapa besar siswa dapat mengemukakan pendapatnya.
  • Sedangkan siswa mengantarkan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari tiap pembicaraan hingga memperoleh beberapa ide yang diharapkan.
  • Guru meningkatkan konsep/ide yang belum terungkapkan.
  • Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat
  • Kesimpulan ataupun rangkuman yang mengacu pada topik yang mau dicapai.

Etika Teks Debat

Dalam debat, terdapat beberapa etika yang perlu di perhatikan, ialah sebagai berikut:

  • Bertanya Secara Serius

Saat bertanya maka kamu wajib bersungguh-sungguh dikala bertanya kepada lawan debat, setelah itu menyamakan paparannya dengan beberapa data-data yang memanglah telah kamu himpun.

  • Tidak Menyinggung Lawan Debat

Dikala berdebat, maka kamu tidak boleh menyinggung lawan debat kamu baik itu tentang kekurangan fisiknya dalam debat, tetapi keadaan yang diutamakan ialah suatu pertarungan tentang ide gagasan.

Oleh karena itu, bila kamu hendak menyinggung maupun menyerang lawan kamu di dalam debat maka kamu wajib menyerang ide gagasannya itu, bukan malah fisik pada lawan debat kamu.

  • Berdialog Menurut Data serta Fakta

Supaya sanggup mematahkan pendapat lawan debat kamu, kamu wajib mengadu pendapatnya dengan sebuah data serta pula fakta.

Jangan beradu ide gagasan dengan lawanmu dengan memakai data-data yang belum jelas kenyataannya.

  • Patuhi Peraturan Dikala Debat

Dikala kamu melaksanakan debat kepada seorang pebisnis, teman pelajar maupun yang lainnya, maka kamu wajib mematuhi peraturan yang terdapat di dalam melakukan aktivitas debat tersebut.

Apabila kamu melanggar ataupun tidak mematuhi suatu peraturan pada saat kegiatan debat, maka kamu hendak di diskualifikasi dari kegiatan debat.


Jenis-Jenis Teks Debat

Terdapat sebagian tipe bacaan debat ialah bagaikan berikut:

  • Debat jenis Parlementer ataupun Majelis
  • Debat jenis Pengecekan suatu Ulangan Buat Mengenali Kebenaran Pengecekan yang Terdahulu
  • Debat jenis Resmi, Konvensional Ataupun juga jenis Debat Pendidikan

Unsur-Unsur Teks Debat

Unsur-unsur yang termasuk dalam debat merupakan sebagai berikut:

  • Mosi
  • Regu Afirmatif
  • Pihak oposisi maupun pihak yang kontra yang tidak menyetujui dengan mosi yang sudah diberikan.
  • Pihak netral
  • Moderator
  • Juri
  • Penulis ataupun notulen

Struktur Teks Debat

Debat terdiri atas sebagian struktur debat ialah antara lain dalah bagaikan berikut:

  • Perkenalan
  • Penyampaian argumentasi
  • Mengutamakan Debat
  • Kesimpulan Debat
  • Penarikan suatu Keputusan

Kaidah Kebahasaan Penyusunan Teks Debat

Untuk menuliskan suatu teks debat, maka kita wajib mencermati terlebih dulu beberapa kaidah–kaidah penyusunan dalam teks debat ini. Berikut ini merupakan kaidah kebahasaan teks debat ialah sebagai berikut:

  • Mengenakan suatu kalimat yang lingkungan, sebaliknya pada teks debat biasanya mengenakan suatu kalimat yang mempunyai lebih dari satu struktur serta pula dapat lebih dari satu kata kerja ataupun kalimat lingkungan.
  • Mengenakan suatu konjungsi, pada sesuatu teks debat kerap kita memakai konjungsi buat menghubungkan menimpa suatu perkata ataupun kalimat.
  • Menggunakan sesuatu kata referensi, ialah: dalam teks debat biasanya mengenakan kata referensi sebagai suatu pemberi data, ialah seperti kata: ini, itu, ia, dia, disini, di situ, serta seterusnya.

Contoh Teks Debat

Dibawah ini hendak penulis bagikan satu contoh bacaan debat tentang pembelajaran ialah bagaikan berikut:

Masih Efektifkah Ujian Nasional di Adakan?

  • Moderator:

Selamat pagi, topik yang hendak kita bahas dalam debat kali ini yakni mengenai Ujian Nasional di Indonesia, tetapi dalam kesempatan kita pada hari ini kita hendak mangulas tentang penting tidakah apabila ujian nasional ini diadakan?

Ya baiklah, kita telah bersama dengan 6 orang yang hendak berpendapat tentang permasalahan dalam topik ini, ya baiklah bagi kamu mas Anwar apakah kamu sudah sepakat dengan adanya ujian nasional ini?

  • Tim Afirmasi:

Ya sangat sepakat, Untuk kami bagaimanapun pula suatu standar kualitas dalam pembelajaran itu haruslah selalu ada.

Aktivitas UN boleh selalu ada tetapi terdapat pekerjaan rumah untuk kita semuas ialah: (pemerintah, orang tua, sekolah, siswa serta lingkungan) supaya bisa ikut menunjang keinginan pembelajaran bangsa kita.

Siswa supaya dapat lebih meningkatkan lagi belajarnya. Guru pula lebih baik dalam mengajar, bisa jadi apabila tata cara yang digunakan selama dirasa ini belum cukup baik.

Pemerintah berupaya buat lebih baik. Orangtua juga pula wajib memberikan suatu dukungan yang lebih baik lagi.

  • Tim Oposisi:

Kami disini tidak sependapat dengan statment yang mas Anwar sampaikan, karena dalam realitasnya yang ada kalau pelaksanaaan UN tiap tahun selalu menghadapi kecacatan serta pula hasil nilai UN yang mana tidak menjamin keberhasilan suatu pembelajaran.

Apakah seubah hasil penerapan UN untuk siswa lulusan yang masih rintisan? Tidak kan? jikalau mereka tidak lulus UN, tetapi mereka masih tetap dapat buat mendaftarkan diri di luar negeri.

  • Tim Netral:

UN itu merupakan suatu aktivitas yang penting, karena adanya UN ini maka yang memiliki nilai cut of the point dalam suatu standart kelulusan suatu institusi lembaga pendidikan, sehingga didalam perihal ini ialah seperti: bangunan sekolah, guru, siswa, orang tua untuk siswa yang mana hendak terus berupaya supaya mereka sanggup mencapai suatu standart kelulusan tersebut. Perihal ini yang mau memelihara kualitas standart suatu pembelajaran pada negara indonesia.

Coba kita bayangkan saja apabila tidak terdapat UN yang sebagai salah satu perlengkapan ukuran standart kelulusan maka dari institusi suatu lembaga tidak hendak memiliki motivasi buat meningkatkan pada standart pembelajaran di Indonesia.

Tidak hanya itu pula mengenai manfaat lain dengan terdapatnya UN itu yakni pilih masuk kedalam jenjang pendidikan yang mana dapat lebih tinggi maupun selanjutnya.

Suatu pertimbangan tentang penentuan kelulusan peserta didik dari satuan serta pula dari suatu program pembelajaran.

Mengadakan suatu pembinaan serta pula pemberian berbentuk dukungan terhadap satuan serta pula tentang program suatu pembelajaran supaya kenaikan kualitas suatu pembelajaran buat mencapai suatu tingkatan kelulusan tertentu, kemudian revisi fasilitas serta prasarana buat gurunya, laboratoriumnya, perpustakaannya, serta pula tenaga kependidikan dan keperluan sekolah yang yang lain.

Baca Juga :

Demikianlah penjelasan rumusguru.com mengenai Teks Debat, semoga bisa bermanfaat.

Teks Debat : Pengertian, Ciri, Tujuan, Etika, Struktur Dan Contoh Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca