Ilham Zulfikar Bangkit, mulailah melangkah untuk mencapai cita-citamu yang indah dan jangan lupa senangkanlah dirimu !

Teori-Teori Perilaku Menyimpang di Masyarakat

2 min read

Teori Perilaku Menyimpang di Masyarakat

Teori-Teori Perilaku Menyimpang di Masyarakat – Ada banyak jenis perilaku manusia yang tidak lagi sesuai dengan aturan atau kaidah kehidupan seorang manusia (menyimpang). Lebih lengkapnya simaklah pembahasan kami mengenai Materi Makalah Teori-Teori Perilaku Menyimpang di Masyarakat Lengkap di bawah ini.

Teori-Teori Perilaku Menyimpang di Masyarakat

Kehidupan manusia menjadi semakin kompleks hal ini seiringan dengan berkembangnya peradaban.

Ada banyak jenis perilaku manusia yang tidak lagi sesuai dengan aturan atau kaidah kehidupan seorang manusia.

Perilaku yang tidak pantas tersebut disebut perilaku menyimpang. Beberapa sosiolog memiliki teori tentang fenomena perilaku menyimpang ini.

Dari pelaku perilaku menyimpang tidak hanya secara individu, tetapi sering dilakukan dalam kelompok. Penyimpangan dalam kelompok disebut sebagai subkultur yang menyimpang.

Subkultur adalah seperangkat norma, nilai, kepercayaan, kebiasaan atau gaya hidup yang berbeda dari budaya yang berlaku.

Asal usul subkultur yang menyimpang terletak pada interaksi antara sekelompok orang yang menerima status atau cap yang berbeda.

Intensitas interaksi kemudian menciptakan rasa nasib yang sama dalam menghadapi dilema yang sama pula.

Anggota subkultur semacam itu memiliki rasa saling pengertian dan memiliki cara berpikir, nilai dan norma serta aturan perilaku yang berbeda sebagai budaya yang berlaku.

Anggota subkultur yang berbeda biasanya juga memberikan anggota baru dengan kemampuan yang berbeda untuk melanggar hukum dan menghindari pencarian kontrol sosial.

1. Teori Anomie

Salah satu teori yang menjelaskan perilaku menyimpang adalah teori anomie Robert K. Merton (Narwoko dan Suyanto, 2004: 91).

Teori ini mengasumsikan bahwa penyimpangan adalah hasil dari ketegangan yang berbeda dalam struktur sosial, sehingga ada orang yang berada di bawah tekanan dan akhirnya terdistorsi. Merton menggambarkan terjadinya keadaan abnormal sebagai berikut:

  • Masyarakat industri modern, seperti Amerika Serikat, lebih mengutamakan mencapai kesuksesan materi, yang diwujudkan dalam bentuk kekayaan atau kemakmuran dan pendidikan tinggi.
  • Ketika hal tersebut tercapai, diyakini telah mencapai status atau tujuan budaya (cultural goals) yang dinginkan oleh masyarakat. Untuk mencapai hal ini, ternyata ini harus dilakukan melalui akses atau sarana kelembagaan hukum (institutionalized means), seperti melalui sekolah dan pekerjaan formal.
  • Jelas, jumlah pendekatan kelembagaan yang sah tidak dapat diklaim oleh semua lapisan masyarakat, terutama kelas bawah.
  • Keterbatasan akses menyebabkan munculnya situasi anomie , situasi di mana tidak ada titik temu antara status / tujuan budaya dan metode hukum untuk mencapainya.
  • Anomie adalah suatu kondisi atau nama dari suatu situasi di mana kondisi sosial / situasi sosial menekankan pentingnya tujuan status, tetapi ada cara yang kurang sah untuk mencapainya.

Baca Juga : Pengertian Budaya Lokal dan Budaya Nasional

2. Teori Labelling

Teori Labelling menjelaskan penyimpangan, terutama ketika perilaku telah mencapai tahap penyimpangan sekunder (deviasi sekunder).

Teori Labelling lebih tertarik pada masalah definisi sosial dan sanksi sosial negatif yang terkait dengan tekanan individu untuk melakukan tindakan yang lebih menyimpang.

Teori ini tidak tertarik pada mengapa individu tertentu tertarik atau terlibat dalam tindakan menyimpang. Teori ini dalam analisis perangko berfokus pada reaksi masyarakat.

Artinya, ada orang yang memberikan definisi atau nama panggilan (julukan) atau label (definers/labeler) kepada orang atau tindakan yang dianggap negatif oleh orang tersebut (Narwoko dan Suyanto, 2004: 94-95).

Teori pelabelan mendefinisikan penyimpangan merupakan konsekuensi dari pengenaan aturan dan sanksi oleh orang lain terhadap pelaku.

Melalui definisi ini, dapat dinyatakan bahwa penyimpangan adalah tindakan yang diberikan kepada seseorang atau yang penandaannya ditentukan secara spesifik.

Dimensi penting dari penyimpangan adalah kehadiran reaksi publik, bukan kualitas tindakan itu sendiri.

Dengan kata lain, penyimpangan tidak ditentukan atas dasar norma tetapi melalui reaksi atau sanksi dari audiens sosial itu sendiri.

Sebagai hasil dari pelabelan ada penyimpangan lebih lanjut. Dengan cap pada seseorang, ia cenderung mengembangkan citra diri yang terdistorsi dan mengarah ke karier yang terdistorsi. Proses deviasi sekunder membutuhkan waktu yang lama dan tidak halus.

3.  Teori Belajar atau Teori Sosialisasi

Teori belajar atau teori sosialisasi menyatakan bahwa penyimpangan perilaku adalah hasil dari proses pembelajaran.

Edwin H. Sutherland (dalam Narwoko & Suyanto, 2004: 92-93) mengatakan bahwa penyimpangan adalah konsekuensi dari kemampuan dan penguasaan suatu sikap atau tindakan yang dipelajari dari norma-norma yang berbeda, terutama dari subkultur atau di antara rekan-rekan yang berbeda.

Di tingkat kelompok, perilaku menyimpang adalah konsekuensi dari konflik normatif. Artinya, perbedaan dalam aturan sosial dalam kelompok sosial yang berbeda seperti sekolah, tetangga tetangga, kelompok sebaya, atau keluarga dapat membingungkan orang memasuki komunitas ini.

Situasi ini dapat menyebabkan ketegangan, yang secara rinci mengarah pada konflik normatif.

Sebagai contoh, jika seorang anak di sekolah diajarkan nilai-nilai kejujuran tetapi melepaskan nilai-nilai kejujuran di luar sekolah, perbedaan norma antara kelompok sosial yang berbeda pengalaman anak dapat berarti nilai-nilai kejujuran yang diajarkan di sekolahnya hilang begitu saja.

Baca Juga : Perbedaan Negara Kesatuan Dan Negara Federal

Apa itu perilaku menyimpang?

Penyimpangan merupakan bentuk perilaku yang melanggar standar perilaku / harapan dari sebuah kelompok / masyarakat.

Apa Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat?

1. Faktor Sosialisasi
2. Faktor Anomie
3. Faktor Differential Association
4. Faktor Labeling

Apa contoh perilaku menyimpang?

1. Penyalahgunaan Narkotika
2. Mencuri
3. Melanggar Lalu Lintas
4. Penyimpangan Seksual
5. Balapan Liar Jalanan
6. Berjudi
7. Berhubungan Seksual di Luar Nikah, dll.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Makalah Teori-Teori Perilaku Menyimpang di Masyarakat. Baca juga Perbedaan Negara Kesatuan Dan Negara Federal. Semoga bermanfaat.

Ilham Zulfikar Bangkit, mulailah melangkah untuk mencapai cita-citamu yang indah dan jangan lupa senangkanlah dirimu !
Teori-Teori Perilaku Menyimpang di Masyarakat Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Fungsi Hati

Ilham Zulfikar
3 min read

Siklus Krebs

Ilham Zulfikar
3 min read

Membran Sel

Ilham Zulfikar
2 min read