Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu

Teori Pertumbuhan Ekonomi

2 min read

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi di mana produk domestik bruto suatu negara atau suatu wilayah meningkat. Lebih lengkapnya simaklah pembahasan kami mengenai Materi Teori Pertumbuhan ekonomi Klasik, Schumpeter, dan Neoklasik Lengkap di bawah ini.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi di mana produk domestik bruto suatu negara atau suatu wilayah meningkat.

Pertumbuhan ekonomi dianggap meningkat jika persentase peningkatan produk domestik bruto (PDB) selama suatu periode lebih besar dari pada periode sebelumnya.

Peningkatan PDB tidak disertai dengan perhitungan persentase pertumbuhan penduduk. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi di mana PDB meningkat di suatu negara, terlepas dari apakah kenaikannya lebih besar atau kurang dari tingkat pertumbuhan populasi.

Ada beberapa teori pertumbuhan ekonomi, yaitu:

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Menurut para ahli ekonom klasik seperti Adam Smith dan David Ricardo, empat faktor mempengaruhi pertumbuhan ekonomi:

  1. Jumlah Penduduk/Total populasi
  2. Persediaan barang modal
  3. Luas tanah dan kekayaan alam
  4. Penerapan teknologi

Dari keempat faktor ini, para ekonom klasik menekankan teori mereka tentang pertumbuhan populasi dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dengan asumsi bahwa luas lahan dan penggunaan teknologi konstan. Berikut ini penjelasan tentang pertumbuhan ekonomi klasik:

  • Pertumbuhan ekonomi dianggap tinggi ketika populasi masih kecil, ada persediaan modal besar, dan lahan besar tersedia.
  • Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tidak berkembang atau menjadi statis ketika produktivitas penduduk menurun karena berkurangnya kapasitas produksi, yang juga mengurangi kemakmuran penduduk dan frekuensi kegiatan ekonomi.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Schumpeter

Peran pengusaha sangat penting untuk mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Ini adalah penekanan Schumpeter dalam teorinya.

Pengusaha akan terus berinovasi untuk menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat bagi bisnis mereka dan dapat meningkatkan laba.

Di antara jenis inovasi yang dilakukan pengusaha adalah mencari lokasi pasar baru, meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi, dan menemukan sumber bahan mentah.

Tentu saja, modal diperlukan untuk mengimplementasikan inovasi yang ditemukan. Pengusaha akan meminjamkan modal untuk tujuan investasi.

Sebagai hasil dari investasi ini, pendapatan nasional meningkat, yang mengarah pada peningkatan konsumsi publik. Dengan meningkatnya konsumsi, kapasitas produksi pengusaha meningkat dan investasi baru pengusaha diciptakan. Ada dua jenis investasi, yaitu:

  1. Investasi otonom adalah investasi yang timbul karena kebutuhan modal untuk inovasi
  2. Investasi yang terkena dampak adalah investasi yang dihasilkan dari peningkatan pendapatan nasional dan mendorong penciptaan investasi baru.

Schumpeter berpendapat bahwa seiring kemajuan ekonomi meningkat, peluang inovasi semakin terbatas.

Kesulitan inovasi berarti bahwa pertumbuhan ekonomi lambat dan bertahan pada satu titik, yang disebut keadaan stasioner.

Berlawanan dengan aliran klasik, yang menyatakan bahwa keadaan stationary state muncul ketika tingkat pertumbuhan ekonomi rendah.

Baca Juga : Konsep Pembagian Kekuasaan di Indonesia

Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik

Beberapa teori pertumbuhan ekonomi neoklasik adalah:

1. Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domars

Dalam menganalisis faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi, empat asumsi dibuat dalam teori ini:

  • Barang modal dimanfaatkan sepenuhnya
  • Jumlah tabungan sebanding dengan fluktuasi pendapatan nasional
  • Hubungan antara modal dan kinerja adalah tetap
  • Ekonomi hanya terdiri dari dua sektor

Investasi yang dilakukan pada tahun tertentu akan menyebabkan peningkatan barang modal pada tahun berikutnya.

Untuk semua penambahan barang modal yang akan digunakan secara keseluruhan, total pengeluaran harus ditingkatkan dengan menambah barang modal.

Peningkatan total pengeluaran menyebabkan peningkatan pendapatan nasional.

Seperti yang kita tahu, pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh peningkatan PDB suatu negara atau masyarakat.

Akibatnya, investasi harus terus meningkat agar pertumbuhan ekonomi meningkat.

2. Teori pertumbuhan ekonomi Solow

Berdasarkan teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung pada perkembangan faktor-faktor produksi. Dapat dikatakan bahwa teori ini lebih tentang sisi penawaran atau sisi produksi. Ada tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi:

  • Pertumbuhan modal
  • Pertumbuhan populasi
  • Pertumbuhan teknologi

Dari ketiga faktor tersebut, faktor teknologi merupakan pendorong terpenting pertumbuhan ekonomi.

Data sejarah mencatat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada abad 19 & 20 dipengaruhi oleh teknologi sekitar 80 s.d 90%. Sementara, peranan pertumbuhan modal terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa negara maju hanya sebesar 18 s.d25% dari tahun 1952 s.d 1962.

Apa yang di maksud dengan Pertumbuhan Ekonomi?


Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi di mana produk domestik bruto suatu negara atau suatu wilayah meningkat.

Pertumbuhan ekonomi dianggap meningkat jika persentase peningkatan produk domestik bruto (PDB) selama suatu periode lebih besar dari pada periode sebelumnya.

Apa saja Teori Pertumbuhan Ekonomi?


1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Menurut para ahli ekonom klasik seperti Adam Smith dan David Ricardo, empat faktor mempengaruhi pertumbuhan ekonomi:

1. Jumlah Penduduk/Total populasi
2. Persediaan barang modal
3. Luas tanah dan kekayaan alam
4. Penerapan teknologi

2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Schumpeter

Peran pengusaha sangat penting untuk mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Ini adalah penekanan Schumpeter dalam teorinya.

Pengusaha akan terus berinovasi untuk menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat bagi bisnis mereka dan dapat meningkatkan laba.

Di antara jenis inovasi yang dilakukan pengusaha adalah mencari lokasi pasar baru, meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi, dan menemukan sumber bahan mentah.

3. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik

Beberapa teori pertumbuhan ekonomi neoklasik adalah:

1. Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domars

Dalam menganalisis faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi, empat asumsi dibuat dalam teori ini:
1. Barang modal dimanfaatkan sepenuhnya
2. Jumlah tabungan sebanding dengan fluktuasi pendapatan nasional
3. Hubungan antara modal dan kinerja adalah tetap
4. Ekonomi hanya terdiri dari dua sektor

2. Teori pertumbuhan ekonomi Solow

Berdasarkan teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung pada perkembangan faktor-faktor produksi. Dapat dikatakan bahwa teori ini lebih tentang sisi penawaran atau sisi produksi. Ada tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi:

1. Pertumbuhan modal
2. Pertumbuhan populasi
3. Pertumbuhan teknologi

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Teori Pertumbuhan ekonomi Klasik, Schumpeter, dan Neoklasik Lengkap. Semoga bermanfaat.

Ami Alhasani Jika menginginkan dunia raihlah dengan ilmu, Jika menginginkan akhirat raihlah dengan ilmu, jika ingin keduanya raihlah dengan ilmu
Teori Pertumbuhan Ekonomi Rating: 5 Diposkan Oleh: Pembaca

Iklim Junghuhn

Ami Alhasani
3 min read

Klasifikasi Awan

Ami Alhasani
2 min read