Tipe Tipe Hujan

Berdasarkan pada proses pembentukannya, hujan dibagi menjadi hujan orografis, hujan zenithal dan hujan frontal. Lalu apa itu hujan orografis, hujan zenithal dan hujan frontal? Nah, simaklah penjelasan kami mengenai Materi Tipe Tipe Hujan Lengkap dengan Penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Hujan?

Hujan pada dasarnya adalah bentuk presipitasi . Hujan terbentuk karena awan di atmosfer sudah jenuh akan air, sehingga turun ke bumi dengan bantuan gravitasi bumi.

Secara umum, wilayah di Indonesia memiliki curah hujan yang relatif tinggi karena 70% wilayahnya terdiri dari lautan dan terletak di daerah tropis.

Hal ini menyebabkan pemanasan yang tinggi dan kuat, penguapan yang besar dan juga hujan lebat. Curah hujan rata-rata di Indonesia adalah 2.000 hingga 3.000 mm per tahun.

Daerah dengan curah hujan kurang dari 1.000 mm per tahun sangat sedikit. Daerah dengan curah hujan tinggi (> 3.000 mm per tahun) meliputi pantai utara Bangka Belitung, Baturaden, dan Bukit Barisan.

Daerah dengan curah hujan rendah meliputi Gunung Ijen, Pnatai Northeast Sumba dan Lembah Palu (530 mm).

Ini karena daerah itu berada di daerah bayangan hujan. Tergantung pada proses pembentukannya, hujan dibagi menjadi hujan orografis, hujan zenithal dan hujan frontal.

Hujan pada dasarnya adalah bentuk presipitasi . Hujan terbentuk karena awan di atmosfer sudah jenuh akan air, sehingga turun ke bumi dengan bantuan gravitasi bumi. Ada juga hujan, yang tidak mencapai permukaan bumi atau disebut Virga.

Tipe-Tipe Hujan

Berdasarkan pada proses pembentukannya, hujan dibagi menjadi hujan orografis, hujan zenithal dan hujan frontal. Berikut penjelasannya :

Hujan Orografis

Hujan ini terjadi karena angin, yang telah melewati lautan luas dan kaya akan uap air, naik ke puncak gunung.

Ketika angin basah lebih kuat, suhu turun sampai mencapai titik saturasi dan kemudian jatuh kembali ke lereng.

Di sebelah lereng, tempat angin turun yang tidak kaya akan uap air dan juga kering disebut bayangan hujan (shadow rain).

Sebagai salah satu fenomena alam yang muncul melalui suatu proses, hujan adalah fenomena alam yang memiliki banyak sisi positif dan negatif.

Beberapa manfaat hujan akan terasa langsung maupun tidak langsung. Lalu apa manfaat hujan orografis? Manfaat dari hujan ini adalah:

  • Pastikan Anda memiliki air bersih
  • Menambaha pasokan/persediaan air tanah
  • Salah satu yang menjadi sumber tenaga listrik
  • Salah satu sumber energi
  • Bermanfaat bagi tanaman agar terlihat hijau dan subur
  • Mendukung keberhasilan di bidang pertanian / perkebunan
  • Menjaga lingkungan tetap subur
  • Menyuburkan tanah karena selalu lembab
  • Menjaga kelestarian bagi hutan
  • Mempertahankan kelangsungan hidup makhluk hidup, yaitu manusia, hewan dan tumbuhan
  • Meningkatkan kualitas udara di sekiran lokasi hujan

Hujan Zenithal

Hujan ini juga disebut hujan konveksi dan terjadi di garis katulistiwa (Equator). Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa daerah khatulistiwa sangat panas sepanjang tahun.

Waktu udara panas kemudian naik untuk mencapai titik zenith sehingga awan hujan terbentuk.

Setelah awan hujan terbentuk, hujan akan turun dan akan ada hujan zenithal . Hujan konveksi ini umumnya turun pada sore hari.

Zenithal Rain juga mengandung banyak manfaat yang nyata bagi manusia. Sebelum kita tahu apa manfaat dari hujan Zenithal ini, kita belajar apa manfaat hujan secara umum. Manfaat hujan secara umum adalah sebagai berikut:

  • Menambah pasokan air bersih
  • Bermanfaat bagi tanaman di permukaan bumi
  • Membantu kemajuan di bidang pertanian &perkebunan
  • Bisa menjadi sumber tenaga listrik
  • Menghemat konsumsi air tanah sehingga tidak boro
  • Menjaga kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan
  • Salah atau sumber energi yang ada di bumi
  • Meningkatkan kualitas udara di lingkungan
  • Menjaga lingkungan agar tetap subur dan hijau
  • Mengurangi polusi udara
  • Cegah kekeringan dengan menyimpan cadangan air hujan
  • Dan masih banyak lagi

Hujan Frontal

Hujan ini terjadi ketika udara Panas yang mengandung uap naik di atas udara dingin.

Hujan frontal sering terjadi di daerah depresi front , misalnya di daerah subtropis dan sedang.

Bidang pertemuan udara panas & dingin inilah yang disebut dengan front. Front juga sering kali mendatangkan hujan badai ekstrim. 

Sama halnya dengan tipe hujan lainnya, hujan frontal ini juga menyimpan banyak manfaat. Apa saja manfaat hujan frontal?

  • Menyuburkan tanaman di daerah/wilayah front
  • Menambah pasokan air bersih
  • Sebagai bentuk pelepasan kondensasi yang di sebabkan adanya pendinginan yang terjadi secara mendadak
  • Menyegarkan / membersihkan suhu udara yang ada di daerah front
  • Mengurangi tingkat polusi udara

Apa itu hujan?

Hujan pada dasarnya adalah bentuk presipitasi . Hujan terbentuk karena awan di atmosfer sudah jenuh akan air, sehingga turun ke bumi dengan bantuan gravitasi bumi. Ada juga hujan, yang tidak mencapai permukaan bumi atau disebut Virga.

Apa manfaat dari hujan frontal?

Sama halnya dengan tipe hujan lainnya, hujan frontal ini juga menyimpan banyak manfaat. Apa saja manfaat hujan frontal?

1. Menyuburkan tanaman di daerah/wilayah front
2. Menambah pasokan air bersih
3. Sebagai bentuk pelepasan kondensasi yang di sebabkan adanya pendinginan yang terjadi secara mendadak
4. Menyegarkan / membersihkan suhu udara yang ada di daerah front
5. Mengurangi tingkat polusi udara

Apa manfaat hujan

Beberapa manfaat hujan akan terasa langsung maupun tidak langsung. Lalu apa manfaat hujan orografis? Manfaat dari hujan ini adalah:

1. Menambah pasokan/persediaan air tanah
2. Salah satu yang menjadi sumber tenaga listrik
3. Salah satu sumber energi
4. Bermanfaat bagi tanaman agar terlihat hijau dan subur
5. Mendukung keberhasilan di bidang pertanian / perkebunan
6. Menjaga lingkungan tetap subur
7. Menyuburkan tanah karena selalu lembab
8. Menjaga kelestarian bagi hutan
9. Mempertahankan kelangsungan hidup makhluk hidup, yaitu manusia, hewan dan tumbuhan
10. Meningkatkan kualitas udara di sekiran lokasi hujan

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Tipe Tipe Hujan Lengkap dengan penjelasannya. Baca juga artikel lainnya mengenai Contoh Akulturasi dan Asimilasi. Semoga bermanfaat.